Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fasilitas Haji 2026 Ditingkatkan, Embarkasi Balikpapan Siap Layani Ribuan Jemaah

Kompas.com, 6 April 2026, 22:34 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 terus dimatangkan di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Timur.

Pemerintah melalui Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kaltim fokus meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah.

Pembenahan dilakukan di Embarkasi Balikpapan sebagai salah satu titik keberangkatan penting.

Langkah ini bertujuan memastikan kenyamanan, kesehatan, dan kelancaran ibadah jemaah sejak sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Baca juga: Hukum Titip Doa ke Orang yang Berangkat Haji, Bolehkah dalam Islam? Ini Penjelasan Ulama

Pembenahan Akomodasi di Embarkasi Balikpapan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, menyampaikan bahwa peningkatan fasilitas telah dilakukan secara menyeluruh.

Pembenahan mencakup asrama haji di gedung Zamzam, Bir Ali, dan Jabal Uhud.

"Embarkasi Balikpapan telah merampungkan pembenahan akomodasi secara menyeluruh, termasuk asrama haji di gedung Zamzam, Bir Ali, dan Jabal Uhud," kata Mohlis Hasan di Samarinda, Minggu (5/4/2026), seperti dikutip dari Antara Kaltim.

Upaya ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh calon jemaah haji selama masa persiapan keberangkatan.

Baca juga: Wukuf di Arafah: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, Dalil, Syarat, dan Doa yang Dibaca

Standar Kesehatan dan Dukungan Medis untuk Calon Jemaah

Selain akomodasi, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Kanwil Kemenhaj menggandeng tim medis daerah untuk memastikan kelayakan fasilitas secara ketat.

Pengecekan dilakukan melalui peninjauan kualitas air minum serta kebersihan dan kelayakan dapur. Langkah ini diambil guna menjamin standar kesehatan jemaah sebelum keberangkatan.

Imbauan Kesehatan dan Kesiapan Jemaah

Mohlis juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik selama persiapan haji.

"Setiap jamaah diwajibkan rutin mengikuti anjuran dokter serta disiplin menyiapkan persediaan obat-obatan pribadi," kata dia.

Selain itu, jemaah diminta terus memperdalam pemahaman manasik haji secara mandiri. Penguasaan teknis ibadah dinilai sangat menentukan kelancaran pelaksanaan haji di Tanah Suci.

Jemaah Diimbau Fokus Ibadah, Bukan Wisata

Pihak Kemenhaj juga menekankan pentingnya meluruskan niat dalam berhaji. Jemaah diingatkan agar fokus pada ibadah, bukan tujuan lain seperti wisata atau berdagang.

"Perjalanan suci menuju Makkah ini murni demi ibadah, bukan sekadar untuk wisata maupun berdagang," pesan dia.

Selain itu, jemaah diimbau tidak membawa barang bawaan secara berlebihan agar memudahkan mobilitas selama perjalanan.

Pengawasan dan Transparansi Sistem

Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi, memastikan bahwa masa transisi kementerian tidak mengganggu kualitas layanan.

"Kami memfokuskan fungsi pengawasan guna menjamin seluruh tahapan penyelenggaraan berjalan selaras mengikuti regulasi pusat," kata dia.

Ia menambahkan bahwa sistem tata kelola yang baru dirancang lebih transparan dengan mengedepankan prinsip akuntabilitas.

"Kesiapan operasional sistemik dari pusat tersebut berdampak nyata terhadap kelancaran proses koordinasi lapangan daerah," ucapnya.

Menurutnya, sinergi antara pengawasan pusat dan kesiapan daerah menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan haji.

Kuota Haji Kaltim 2026 Bertambah

Provinsi Kalimantan Timur mendapatkan tambahan kuota haji sebanyak 603 orang pada tahun 2026.

Dengan penambahan ini, total jemaah yang akan diberangkatkan mencapai 3.189 orang.

Embarkasi Balikpapan sendiri akan melayani 17 kelompok terbang (kloter) yang terdiri dari jemaah asal Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Utara.

Peningkatan fasilitas dan sistem layanan di Embarkasi Balikpapan menunjukkan kesiapan pemerintah dalam menyambut musim haji 2026.

Upaya ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh jemaah sejak awal keberangkatan.

Dukungan fasilitas, kesehatan, serta pengawasan menjadi faktor penting dalam kelancaran ibadah haji.

Dengan persiapan yang matang, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan optimal.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar