Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Asrama Haji Lampung Punya Dua Gedung Baru, Jemaah Haji 2026 Bisa Nikmati Fasilitas Modern

Kompas.com, 6 April 2026, 23:16 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Calon jemaah haji asal Lampung akan merasakan pengalaman berbeda pada musim haji 2026.

Asrama Haji Lampung kini menghadirkan dua gedung baru dengan fasilitas lebih modern dibanding sebelumnya.

Kedua gedung ini disiapkan sebagai lokasi karantina sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Peningkatan fasilitas ini diharapkan mampu menunjang kenyamanan dan kesiapan jemaah selama masa transit.

Baca juga: Wukuf di Arafah: Pengertian, Waktu Pelaksanaan, Dalil, Syarat, dan Doa yang Dibaca

Fasilitas di Dua Gedung Baru Siap Sambut Jamaah Haji 2026

Kompleks Asrama Haji Lampung yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa, Bandar Lampung kini memiliki dua bangunan baru, yakni Gedung Grand Multazam dan Gedung Multazam.

Gedung Grand Multazam memiliki tujuh lantai, sementara Gedung Multazam terdiri dari lima lantai.

Keduanya akan difungsikan sebagai tempat karantina jemaah sebelum keberangkatan.

Lantai pertama Gedung Grand Multazam digunakan sebagai area pelayanan jemaah. Sementara itu, lantai dua difungsikan sebagai ruang makan sekaligus ruang pertemuan.

Baca juga: Hukum Titip Doa ke Orang yang Berangkat Haji, Bolehkah dalam Islam? Ini Penjelasan Ulama

Lantai tiga hingga lantai atas disiapkan sebagai kamar jemaah. Setiap kamar dilengkapi empat tempat tidur dengan kasur empuk, bantal, dan selimut baru.

Selain itu, kamar juga dilengkapi pendingin ruangan serta kamar mandi dalam untuk menunjang kenyamanan selama menginap.

Tidak hanya kamar reguler, gedung ini juga menyediakan fasilitas khusus berupa satu kamar VIP dan satu kamar VVIP.

Fasilitas tambahan ini menjadi bagian dari peningkatan layanan bagi jemaah dengan kebutuhan tertentu.

Daya Tampung Asrama Haji dan Pengaturan Jemaah

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Lampung M Ansori F Citra memastikan kedua gedung baru siap digunakan pada musim haji 2026.

"Tahun ini kita insya Allah menempatkan jemaah kita di dua gedung. Yang satu gedung lima lantai dengan lift dan satu gedung lagi Grand Multazam ini tujuh lantai. Masing-masing gedung itu ada 50 kamar reguler dengan kapasitas masing-masing kamar diisi empat orang," ungkap Ansori saat meninjau lokasi gedung tersebut, Senin (6/4/2026).

Total kapasitas dari dua gedung mencapai 400 jemaah. Namun, jumlah tersebut dinilai cukup terbatas karena adanya perubahan kuota per kloter dari maskapai Saudi Arabian Airlines yang meningkat dari 393 menjadi 445 jemaah.

Sebagian jemaah lainnya akan tetap ditempatkan di gedung lama, yakni Jabal Qubais.

Kakanwil Kemenhaj Lampung Ansori F Citra bersama Asisten Pemkesra Pemprov Lampung M Firsada saat meninjau gedung Grand Multazam di kompleks Asrama Haji Lampung, Senin (6/4/2026). Gedung baru ini bakal dioperasikan perdana melayani jemaah Lampung di musim haji 2026. Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto Kakanwil Kemenhaj Lampung Ansori F Citra bersama Asisten Pemkesra Pemprov Lampung M Firsada saat meninjau gedung Grand Multazam di kompleks Asrama Haji Lampung, Senin (6/4/2026). Gedung baru ini bakal dioperasikan perdana melayani jemaah Lampung di musim haji 2026.

Akan Dikomersialkan Usai Musim Haji

Selain untuk keperluan haji, gedung baru ini direncanakan memiliki fungsi tambahan setelah musim haji berakhir.

Ansori menyebut fasilitas tersebut akan dikomersialkan untuk mendukung pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sekaligus menunjang sektor pariwisata daerah.

"Gedung ini bukan hanya untuk jemaah haji. Ini nanti dikomersilkan, ada PNBP, bisa disewakan ke masyarakat umum. Karena kita juga mendukung untuk pariwisata Lampung. Kalau Lampung kekurangan hotel saat ada acara besar, bisa menggunakan asrama haji," pungkasnya.

Dukungan untuk Kenyamanan Jemaah

Dengan hadirnya gedung baru dan fasilitas yang lebih lengkap, Asrama Haji Lampung menargetkan peningkatan kualitas layanan bagi jemaah.

Langkah ini diharapkan mampu memberikan kenyamanan maksimal serta membantu jemaah mempersiapkan diri secara optimal sebelum menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul "Melihat Fasilitas 2 Gedung Baru di Asrama Haji Lampung yang Megah".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar