Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj: 30 Persen Jemaah Haji Reguler 2026 Berprofesi Sebagai Petani

Kompas.com, 19 April 2026, 21:53 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kompas.tv

KOMPAS.com - Sebanyak 30 persen jemaah calon haji reguler Indonesia pada musim haji 2026 diketahui berprofesi sebagai petani.

Data tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat apel pelepasan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Jakarta pada Jumat (17/4/2026).

Selain itu, mayoritas jemaah disebut memiliki latar pendidikan dasar hingga menengah.

Baca juga: Cara Gunakan Toilet di Pesawat, Jemaah Haji Harus Tahu

Kondisi demografis tersebut menjadi perhatian penting dalam pelayanan haji tahun ini.

Dahnil menegaskan karakteristik jemaah Indonesia harus dipahami seluruh petugas agar layanan yang diberikan tepat sasaran.

Menurutnya, petugas haji akan menghadapi jemaah dengan usia lanjut, risiko kesehatan tinggi, serta latar pendidikan yang beragam.

Baca juga: Cuaca Haji 2026 Diprediksi Ekstrem meski Masuk Musim Semi, Suhu Makkah Bisa Tembus 40°C

30 Persen Jemaah Haji 2026 Berprofesi Petani

Dalam sambutannya, Dahnil menyebut sekitar 30 persen jemaah haji reguler Indonesia bekerja sebagai petani.

Angka itu menunjukkan banyak calon haji berasal dari kalangan masyarakat pedesaan dan sektor agraris.

“Tiga puluh persen lagi jamaah haji kita itu petani. Bahkan 25 persen jamaah kita itu adalah orang-orang yang sepuh, orang-orang yang tua,” ucapnya, seperti dikutip dari Breaking News Kompas TV.

Selain petani, sekitar seperempat dari total jemaah reguler disebut merupakan kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian ekstra selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Mayoritas Jemaah Haji Lulusan SD hingga SMA, Pola Komunikasi Disesuaikan

Dahnil juga memaparkan data tingkat pendidikan jemaah haji Indonesia tahun 2026. Menurutnya, sebanyak 55 ribu jemaah merupakan lulusan sekolah dasar (SD).

“Sebagian besar jamaah kita itu 55 ribu orang jamaah kita itu hanya lulusan SD. 56 ribu lagi itu hanya lulusan SMP dan SMA,” kata Dahnil.

Ia menambahkan, lebih dari 100 ribu jemaah memiliki pendidikan tertinggi lulusan SMA.

“Jadi hampir 100 ribu lebih jamaah kita itu paling tinggi pendidikannya itu adalah lulusan SMA. Tapi hampir 30% sampai dengan 35% jamaah haji kita itu hanya lulusan SD,” ucapnya.

Data tersebut menjadi dasar penting bagi petugas untuk menyesuaikan pola komunikasi, pendampingan, serta edukasi selama proses ibadah haji berlangsung.

177 Ribu Jemaah Masuk Kategori Risiko Tinggi, Respon Petugas Jadi Krusial

Selain faktor usia dan pendidikan, Dahnil mengungkap mayoritas jemaah haji reguler Indonesia tahun ini masuk kategori risiko tinggi dari sisi kesehatan.

“Sebanyak 177 ribu dari total 203 ribu jamaah reguler Indonesia itu adalah orang-orang yang dikategorikan beresiko tinggi, terutama terkait dengan kesehatan,” ucapnya.

Jumlah tersebut menunjukkan pelayanan kesehatan dan kesiapan respons petugas menjadi aspek krusial pada penyelenggaraan haji 2026.

Pesan Wamen Haji kepada Petugas PPIH

Melihat profil jemaah tersebut, Dahnil meminta seluruh petugas PPIH Arab Saudi bekerja maksimal dan tidak bersantai selama bertugas.

“Jadi sahabat sekalian para petugas haji demografi inilah yang nanti Anda layani. Maka tidak ada waktu berleha-leha. Saya percaya secara mental, secara fisik Anda pasti akan banyak terkurang. Tapi nikmati tugas itu sebagai jalan ibadah Anda.”

Ia juga menilai pelayanan kepada jemaah haji merupakan bentuk ibadah yang bernilai pahala besar.

“Pahala Anda insya Allah akan lebih banyak karena Anda akan melayani jamaah-jamaah haji itu. Nah, oleh sebab itu sahabat sekalian, mari kita tunaikan pelayanan kita semaksimal mungkin dengan kondisi jamaah yang saya jelaskan tadi,” ucapnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar