Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

1.400 Inspeksi Dilakukan, Saudi Perketat Pengawasan Makanan dan Obat Jemaah Haji 2026

Kompas.com, 3 Mei 2026, 09:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Menjelang musim haji, pemerintah Arab Saudi kembali menegaskan komitmennya dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan jutaan jamaah dari seluruh dunia.

Tahun ini, rencana besar penyediaan makanan, obat-obatan, serta alat kesehatan resmi disetujui dan disiapkan secara menyeluruh oleh Saudi Food and Drug Authority.

Langkah ini menjadi bagian penting dari sistem manajemen haji modern yang terus dikembangkan Arab Saudi, terutama dalam menghadapi kompleksitas penyelenggaraan ibadah dengan jumlah jamaah yang sangat besar.

Sistem Terintegrasi untuk Keamanan Jamaah

Dilansir dari Arab News, otoritas Saudi menyebut bahwa seluruh persiapan dilakukan dengan pendekatan terintegrasi lintas sektor.

Fokus utamanya adalah memastikan seluruh rantai pasokan makanan, obat, dan alat kesehatan tetap aman, terkontrol, dan memenuhi standar kualitas tinggi.

Dalam pernyataannya, Saudi Food and Drug Authority menegaskan bahwa kesiapan ini merupakan implementasi langsung dari arahan pemerintah Arab Saudi untuk memprioritaskan kesehatan jamaah.

“Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang tersedia guna memastikan perjalanan haji berlangsung aman dan lancar,” demikian disampaikan dalam keterangan resminya.

Pendekatan ini mencerminkan model tata kelola haji yang semakin profesional, di mana aspek kesehatan dan keamanan logistik menjadi prioritas utama.

Baca juga: Satu Calon Haji Asal NTB Ditolak Masuk Arab Saudi, Ini Penyebabnya

Pengawasan Ketat dari Pintu Masuk hingga Distribusi

Pengawasan tidak hanya dilakukan di dalam kota suci, tetapi dimulai sejak jamaah dan logistik memasuki wilayah Arab Saudi. Tim teknis dikerahkan di berbagai titik strategis, termasuk jalur darat, laut, dan udara.

Dua bandara utama menjadi pusat pengawasan intensif, yakni Bandara Internasional King Abdulaziz dan Bandara Internasional Pangeran Mohammed bin Abdulaziz.

Di lokasi tersebut, pemeriksaan dilakukan terhadap kargo milik misi haji, termasuk bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.

Tujuannya untuk memastikan tidak ada produk yang berisiko membahayakan kesehatan jamaah.

Menurut literatur dalam buku Food Safety Management: A Practical Guide for the Food Industry karya Yasmine Motarjemi, pengawasan rantai pasokan menjadi kunci dalam mencegah kontaminasi dan menjaga kualitas produk, terutama dalam skala distribusi besar seperti haji.

Ribuan Inspeksi untuk Menjamin Kualitas

Dalam beberapa bulan terakhir, otoritas Saudi telah melakukan lebih dari 1.400 inspeksi terhadap berbagai fasilitas, mulai dari pabrik makanan, gudang farmasi, hingga produsen alat kesehatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan integritas rantai pasokan tetap terjaga dari hulu hingga hilir.

Setiap fasilitas diwajibkan memenuhi standar keamanan yang ketat sebelum produknya dapat digunakan oleh jamaah.

Tidak hanya itu, pengawasan juga mencakup perusahaan katering yang menyediakan konsumsi bagi jamaah di Makkah dan Madinah.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip manajemen kesehatan masyarakat modern, yang menempatkan pencegahan sebagai strategi utama dalam mengurangi risiko penyakit.

Baca juga: KJRI Jeddah Berkoordinasi dengan Arab Saudi Tangani Kasus Haji Ilegal Tiga WNI di Makkah

Edukasi dan Koordinasi Lintas Lembaga

Selain pengawasan teknis, otoritas Saudi juga menggelar berbagai lokakarya edukasi bagi para pekerja di sektor makanan dan kesehatan.

Kegiatan ini melibatkan berbagai instansi, seperti pemerintah kota, kementerian terkait, hingga otoritas kesehatan masyarakat.

Tujuannya adalah memastikan seluruh pihak memahami dan mematuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan.

Dalam buku Public Health in Mass Gatherings karya Ibrahim Abubakar dijelaskan bahwa edukasi dan koordinasi lintas lembaga menjadi faktor krusial dalam keberhasilan pengelolaan acara berskala besar, termasuk ibadah haji.

Melalui pendekatan ini, potensi risiko dapat ditekan sejak awal, sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Haji dan Tantangan Manajemen Kerumunan

Ibadah haji merupakan salah satu pertemuan manusia terbesar di dunia. Setiap tahunnya, jutaan umat Islam berkumpul di satu wilayah dalam waktu yang bersamaan.

Kondisi ini menghadirkan tantangan besar, terutama dalam hal kesehatan, distribusi logistik, dan pengendalian risiko.

Dalam buku Crowd Management and Control karya John J. Fruin, disebutkan bahwa pengelolaan kerumunan memerlukan sistem yang terencana, termasuk dalam penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan dan layanan kesehatan.

Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem manajemen haji paling maju, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan koordinasi lintas sektor.

Baca juga: Saudi Tinjau Embarkasi Makassar, Layanan Makkah Route Haji 2026 Dipastikan Lebih Cepat

Komitmen Global dalam Pelayanan Haji

Partisipasi Saudi Food and Drug Authority dalam musim haji bukan sekadar tugas administratif, tetapi bagian dari ekosistem pelayanan terpadu yang melibatkan berbagai lembaga.

Upaya ini sekaligus memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pemimpin global dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam aspek keselamatan dan kesehatan jamaah.

Dengan sistem pengawasan yang ketat, edukasi yang berkelanjutan, serta koordinasi yang solid, pemerintah Saudi berupaya memastikan bahwa setiap jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Menjaga Ibadah Tetap Khusyuk

Di balik seluruh persiapan teknis tersebut, terdapat tujuan yang lebih besar: menjaga agar ibadah haji dapat dijalankan tanpa gangguan.

Ketersediaan makanan yang aman, obat-obatan yang terjamin, serta layanan kesehatan yang optimal menjadi fondasi penting bagi kelancaran ibadah.

Dalam konteks ini, upaya yang dilakukan otoritas Saudi bukan hanya soal logistik, tetapi juga bentuk pelayanan terhadap tamu-tamu Allah yang datang dari berbagai penjuru dunia.

Sebuah ikhtiar besar agar jutaan langkah di Tanah Suci tetap berjalan dalam ketenangan dan keselamatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa Tolak Bala untuk Meminta Perlindungan: Lengkap Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Tren Umrah Mandiri, Menhaj ke Travel: Tingkatkan Layanan, Bukan Perang Harga
Aktual
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Intip Toko Oleh-Oleh 1915 di Yogyakarta, Wadah Baru Produk UMKM Muhammadiyah
Aktual
Fenomena Sosial 'Marriage is Scary': Bagaimana Pandangan Islam?
Fenomena Sosial "Marriage is Scary": Bagaimana Pandangan Islam?
Aktual
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
5 Amalan Rabu Wekasan yang Dianjurkan dalam Islam
Aktual
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
10 Doa Tolak Bala Rebo Wekasan di Akhir Bulan Safar: Arab, Latin dan Artinya
Doa dan Niat
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Lomba Kemerdekaan 17 Agustus dalam Pandangan Islam: Antara Tradisi, Mubah, dan Sunnah
Aktual
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Menag Sebut Indonesia Berpeluang Jadi Pusat Ilmu dan Peradaban Islam Dunia
Aktual
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Tak Cukup Zikir, Ini Cara Islam Menjaga Kesehatan Mental
Aktual
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Rabu Wekasan 2026, Benarkah Hari Sial? Ini Penjelasan dan 4 Doa yang Bisa Dibaca
Doa dan Niat
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas
Aktual
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
PUI: Jangan Jadikan Ayat Al-Qur’an Bahan Olok-olok untuk Promosi Miras
Aktual
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Polemik Istiqlal Masuk Bursa: Menguak Fakta Wakaf Saham Syariah
Aktual
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Bikin Lomba Agustusan Pakai Uang Pendaftaran? Begini Hukumnya
Aktual
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Legitimasi Historis Tokoh Partai di Pucuk Pimpinan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar