Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Gelombang Kedua Langsung Pakai Ihram Sejak dari Asrama

Kompas.com, 9 Mei 2026, 18:01 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya kini memasuki gelombang kedua.

Hingga Jumat (8/5/2026), total 23.519 jemaah telah diterbangkan ke Tanah Suci untuk menjalankan rukun Islam kelima .

Berbeda dari jemaah gelombang pertama, pada fase ini, seluruh jemaah yang berangkat langsung menuju Jeddah diwajibkan mengenakan pakaian ihram sejak dari Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Baca juga: Pemberangkatan Jemaah Haji Bangkalan Diwarnai Laporan Kehilangan Dompet dan Handphone

Kebijakan tersebut dilakukan agar jemaah tidak melewati batas miqat sebelum melaksanakan umrah wajib.

Selain itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya juga mencatat adanya jemaah yang dipulangkan karena alasan kesehatan.

Baca juga: Andre Rosiade Bagi-bagi Uang Saku 100 Riyal untuk Jemaah Haji Kloter Terakhir Embarkasi Padang

Sejak keluar dari kamar asrama menuju bus pemberangkatan ke Bandara Juanda, seluruh jemaah pria tampak mengenakan kain ihram berwarna putih tanpa jahitan.

Sementara itu, jemaah perempuan menggunakan pakaian muslimah sesuai ketentuan ibadah haji.

Jemaah Haji Gelombang Kedua Langsung Mendarat di Jeddah

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Asadul Anam, menjelaskan teknis pemberangkatan gelombang kedua berbeda dengan gelombang pertama.

Pada gelombang kedua yang dimulai sejak Kloter 57 hingga Kloter 116, seluruh jemaah langsung diterbangkan menuju Jeddah untuk menjalankan umrah wajib setibanya di Arab Saudi.

Karena itu, jemaah harus sudah mengenakan pakaian ihram sejak keberangkatan dari embarkasi agar tidak melewati batas miqat.

"Begitu jemaah mendarat di Jeddah sudah memakai ihram. Sebab langsung umrah wajib dengan sarat memakai ihram saat miqat. Kesiapan jemaah harus terkoordinasi dengan baik sejak di Embarkasi," kata Anam.

Ia menjelaskan, penggunaan ihram sejak dari embarkasi dilakukan untuk memastikan jemaah tidak melewati ketentuan miqat yang telah ditetapkan dalam syariat Islam.

Empat Jemaah Dipulangkan karena Tidak Laik Terbang

Selain proses pemberangkatan, PPIH Embarkasi Surabaya juga mencatat ada empat jemaah yang dipulangkan ke daerah asal sebelum keberangkatan.

Menurut Anam, keempat jemaah tersebut dinyatakan tidak laik terbang karena kondisi kesehatan.

Salah satu jemaah berasal dari Kabupaten Jombang dan mengalami demensia hingga akhirnya dipulangkan ke keluarga.

"Ada satu jemaah dari Jombang mengalami demensia dan dikembalikan ke daerah. Keluarga ikhlas dan rela," terang Anam.

Jemaah tersebut sebelumnya sempat dirujuk ke RS Menur dan dinyatakan mengalami gangguan jiwa.

Selain dari Jombang, tiga jemaah lain yang berasal dari Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang, dan Kabupaten Lamongan juga dipulangkan karena sakit.

Kesehatan Jadi Syarat Penting Istithaah Haji

Anam menegaskan kesehatan menjadi salah satu syarat utama istithaah atau kemampuan menjalankan ibadah haji.

Karena itu, ia meminta pemeriksaan kesehatan jamaah dilakukan secara ketat sejak di daerah asal agar tidak ada jemaah yang dipulangkan setelah tiba di embarkasi.

"Tidak sedikit yang memaksakan diri. Mekso jaluk Istithaah. Sampai ada menyalahkan kapasitas dokter. Sebaiknya menerima keputusan dokter daripada merepotkan banyak pihak," kata Anam.

Menurutnya, banyak jemaah yang sudah berpamitan dengan keluarga dan masyarakat di kampung sehingga merasa kecewa ketika harus dipulangkan karena kondisi kesehatan.

Tiga Jemaah Dilaporkan Meninggal di Arab Saudi

PPIH Embarkasi Surabaya juga menerima laporan tiga jemaah meninggal dunia di Arab Saudi.

Ketiganya yakni Kamariyah Dul Tayib dari Kloter 8 Kabupaten Pasuruan, Abdul Wachid dari Kloter 7 Kabupaten Pasuruan, serta Fajar Puja Sasmita dari Kloter 11 Kota Malang.

Sementara itu, hingga saat ini terdapat tujuh jemaah yang masih mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, terdiri dari lima jemaah sakit dan dua pendamping.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Jelang Terbang, Sebanyak 4 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Dipulangkan, Ada yang Karena Demensia".

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar