Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cahaya Hijau Terpancar di Clock Tower Makkah, Tanda Puncak Haji Sebentar Lagi

Kompas.com, 18 Mei 2026, 14:34 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Langit Kota Suci Makkah tampak berbeda ketika malam mulai turun menjelang masuknya bulan Zulhijah 1447 Hijriah.

Dari puncak menara jam ikonik Abraj Al Bait atau Makkah Clock Tower, cahaya hijau terang memancar ke langit dan menarik perhatian ribuan jamaah di sekitar Masjidil Haram pada Minggu (17/5/2026).

Fenomena ini bukan sekadar pencahayaan biasa. Di Arab Saudi, sorotan cahaya hijau dari Makkah Clock Tower telah lama dikenal sebagai penanda masuknya bulan baru Hijriah, termasuk awal Zulhijah yang menjadi tanda dimulainya musim puncak ibadah haji.

Dilansir dari Saudi Gazette , sistem pencahayaan di menara jam terbesar di dunia itu memang dirancang menjadi simbol visual penting bagi masyarakat Muslim di Makkah.

Baca juga: Doa Ketika di Armuzna Lengkap: Arab, Latin, & Arti saat Puncak Haji

Cahaya Hijau Penanda Awal Zulhijah

Sorotan cahaya hijau terlihat menyala saat matahari terbenam atau menjelang Maghrib. Dalam kalender Hijriah, pergantian hari dimulai sejak terbenamnya matahari, sehingga momen penyalaan lampu menjadi simbol masuknya tanggal baru dalam kalender Islam.

Media internasional Khaleej Times pernah melaporkan bahwa cahaya hijau Makkah Clock Tower digunakan untuk menandai masuknya bulan Zulhijah dan mendekatnya Hari Arafah serta Idul Adha.

Pancaran cahaya hijau dari menara jam juga menjadi simbol dimulainya bulan terakhir dalam kalender Hijriah.

Bagi jamaah haji, momen ini memiliki makna emosional tersendiri. Cahaya tersebut menjadi pengingat bahwa fase Armuzna atau Arafah, Muzdalifah, dan Mina semakin dekat.

Baca juga: Kemenhaj Ingatkan Jemaah Haji Bayar Dam lewat Jalur Resmi, Waspada Penipuan

Bukan Sekadar Lampu, tetapi Penanda Spiritual Global

Sinar hijau dari Menara Jam Makkah bekerja layaknya beacon atau suar raksasa yang terlihat dari berbagai penjuru Kota Makkah.

Menurut Khaleej Times, sistem pencahayaan ini memang digunakan untuk membantu menandai momentum-momentum besar dalam kalender Islam secara visual.

Tidak hanya awal Dzulhijjah, lampu hijau dan putih di Clock Tower juga digunakan saat:

  • Awal Ramadhan
  • Idul Fitri
  • Idul Adha
  • Penanda waktu shalat

Oleh karena itu, keberadaan cahaya hijau tersebut sangat identik dengan suasana religius di Kota Suci Makkah.

Teknologi Canggih di Balik Cahaya Hijau Makkah

Keindahan pencahayaan Makkah Clock Tower ternyata didukung teknologi modern berkapasitas besar.

Menara ini dilengkapi sekitar dua juta lampu LED berwarna hijau dan putih yang terintegrasi dengan sistem pencahayaan digital berdaya tinggi.

Sementara pancaran cahaya vertikal ke langit menggunakan teknologi laser khusus yang dapat terlihat hingga radius belasan kilometer dari kawasan Masjidil Haram.

Selain itu, simbol bulan sabit raksasa di puncak menara juga akan menyala bersamaan dengan seluruh sistem pencahayaan utama sehingga menciptakan efek visual dramatis di langit Makkah.

Baca juga: Jelang Puncak Haji, Musyrif Diny Imbau Jemaah Jangan “Aji Mumpung”

Penanda Waktu Shalat bagi Jamaah

Tak hanya saat musim haji, lampu di Menara Jam Makkah juga berfungsi sebagai penanda masuknya waktu shalat lima waktu.

Dalam beberapa momen tertentu, pencahayaan akan berubah warna atau berkedip sebagai pengingat visual bagi jamaah di sekitar Masjidil Haram.

Di bagian atas menara juga terdapat lafaz Allah berukuran besar yang diterangi cahaya kuat dan terlihat dari kejauhan, terutama pada malam hari.

Simbol Modernisasi dan Spiritualitas

Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan haji melalui program Vision 2030, mulai dari digitalisasi layanan jamaah, transportasi pintar, hingga pengaturan kerumunan berbasis AI.

Namun di tengah modernisasi tersebut, simbol-simbol spiritual seperti cahaya hijau di Clock Tower tetap dipertahankan karena telah menjadi bagian dari identitas religius Kota Makkah.

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah termasuk waktu paling utama untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh.

Oleh karena itu, bagi banyak umat Islam, pancaran cahaya hijau di langit Makkah bukan hanya pertanda pergantian bulan, tetapi juga simbol dimulainya perjalanan spiritual terbesar umat Islam setiap tahun.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar