Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bus Shalawat Disetop Sementara Mulai 22 Mei, Kemenhaj Siapkan Layanan Armuzna

Kompas.com, 21 Mei 2026, 18:24 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mematangkan persiapan layanan menjelang fase puncak haji 2026 di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.

Persiapan dilakukan bersama PPIH Arab Saudi untuk memastikan layanan jemaah haji Indonesia berjalan tertib, aman, dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Penguatan layanan mencakup penempatan jemaah, transportasi, konsumsi, kesehatan, perlindungan jemaah, serta kesiapan petugas di titik-titik layanan.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI Ichsan Marsha mengatakan, fase Armuzna menjadi tahapan paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji sehingga seluruh skema layanan disiapkan secara bertahap dan terukur.

Baca juga: Panduan Lokasi Terminal Bus Shalawat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Indonesia Wajib Tahu

Layanan Armuzna diperkuat

Ichsan mengatakan, Kemenhaj bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat koordinasi untuk memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat terlayani menjelang puncak haji.

Menurut dia, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama dalam penyusunan skema layanan Armuzna.

“Menjelang fase puncak haji, Kementerian Haji dan Umrah bersama PPIH Arab Saudi terus memperkuat kesiapan layanan di Armuzna. Seluruh unsur layanan kami koordinasikan, baik terkait tenda, konsumsi, transportasi, layanan kesehatan, perlindungan jemaah, maupun penempatan petugas di titik-titik layanan,” ujar Ichsan di Makkah, Kamis (21/5/2026), dalam rilis yang diterima KOMPAS.com.

Berdasarkan data operasional per 20 Mei 2026, sebanyak 513 kloter dengan 197.876 jemaah dan 2.044 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Sebanyak 237 kloter dengan 90.691 jemaah dan 945 petugas telah tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah.

Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Makkah tercatat sebanyak 502 kloter dengan 193.593 jemaah dan 2.008 petugas.

Selain jemaah reguler, sebanyak 15.418 jemaah haji khusus juga telah tiba di Arab Saudi dan mulai menjalani rangkaian ibadah sesuai jadwal.

Baca juga: Gus Kafa Ajak Jemaah Haji 2026 Perkuat Zikir & Shalawat Jelang Armuzna

Bus Shalawat disetop sementara mulai 22 Mei

Ichsan menjelaskan, layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara untuk mendukung persiapan pergerakan jemaah menuju Armuzna.

Penghentian sementara itu berlaku mulai Jumat (22/5/2026) pukul 18.00 waktu Arab Saudi.

“Layanan Bus Shalawat akan dihentikan sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi. Kebijakan ini dilakukan untuk mendukung pengaturan lalu lintas, kesiapan armada, serta penataan transportasi jemaah menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” jelasnya.

Layanan Bus Shalawat dijadwalkan kembali beroperasi pada Minggu (31/5/2026) pukul 01.00 waktu Arab Saudi.

Meski demikian, Kemenhaj memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib tetap akan difasilitasi PPIH menuju Masjidil Haram dan kembali ke hotel.

“Bagi jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, tetap akan difasilitasi keberangkatannya menuju Masjidil Haram dan kepulangan ke hotel oleh PPIH. Kami mengimbau jemaah memperhatikan jadwal ini dan menyesuaikan aktivitas ibadah maupun mobilitas masing-masing,” tutur Ichsan.

Jemaah diminta hemat tenaga

Menjelang puncak haji, Ichsan mengimbau jemaah tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

Ia meminta jemaah mulai memperbanyak istirahat, menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan cairan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

“Menjelang Armuzna, kami kembali mengingatkan seluruh jemaah agar mulai menghemat tenaga. Kurangi aktivitas yang tidak mendesak, perbanyak istirahat, jaga pola makan, minum air yang cukup, serta ikuti arahan petugas kloter, pembimbing ibadah, dan petugas sektor,” katanya.

Ichsan juga mengajak jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan, terutama terhadap jemaah lansia, disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Menurut dia, kepedulian bersama dapat membantu mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.

“Kami mengimbau jemaah dan petugas untuk saling memperhatikan. Sapa dan tanya jemaah yang berjalan atau keluar sendirian. Jika tujuannya tidak jelas, antarkan dan laporkan kepada petugas terdekat. Kepedulian Bapak dan Ibu sekalian dapat mengurangi kemungkinan jemaah hilang atau terpisah dari rombongannya,” ujar Ichsan.

Baca juga: Cara Naik Bus Shalawat ke Masjidil Haram, Panduan Jemaah Haji untuk Bepergian hingga Pulang ke Hotel

KBIHU dilarang pasang identitas di tenda

Terkait kesiapan Armuzna, Kemenhaj telah membagi penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina.

Ichsan mengimbau seluruh Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah atau KBIHU tidak memasang identitas dalam bentuk apa pun di tenda-tenda Arafah dan Mina.

“Kami sudah melakukan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Kami mengimbau seluruh KBIHU untuk tidak menempelkan identitas KBIHU dalam bentuk apa pun di seluruh tenda di Arafah dan Mina. Petugas akan mencabut identitas KBIHU yang terpasang dan akan memberikan sanksi bagi yang melakukannya,” tegasnya.

Kemenhaj memastikan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, PPIH Arab Saudi, petugas kloter, sektor, dan seluruh unsur layanan terus dilakukan agar persiapan Armuzna berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan jemaah mendapatkan layanan yang tertib, aman, dan nyaman, serta dapat menjalankan rangkaian ibadah puncak haji dengan khusyuk,” pungkas Ichsan.

Kemenhaj juga mengajak masyarakat Indonesia mendoakan kelancaran pelaksanaan ibadah haji 2026, khususnya menjelang fase puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Doa tersebut diharapkan mengiringi seluruh jemaah haji Indonesia agar diberi kesehatan, kekuatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan ibadah hingga kembali ke Tanah Air dengan predikat haji mabrur dan mabruroh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar