Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PPIH Arab Saudi Gelar Safari Wukuf untuk Jamaah Haji Lansia dan Sakit

Kompas.com, 25 Mei 2026, 19:23 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 kembali menggelar program safari wukuf bagi jamaah haji lanjut usia (lansia) dan jamaah dengan kondisi kesehatan tertentu.

Program ini menjadi solusi agar jamaah yang mengalami keterbatasan fisik tetap dapat menjalankan wukuf di Arafah sebagai rukun utama ibadah haji.

Dalam pelaksanaannya, jamaah akan diantar menggunakan ambulans dan bus menuju Padang Arafah selama waktu wukuf berlangsung.

Baca juga: Matahari Tepat di Atas Kabah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan

PPIH juga menyiapkan layanan kesehatan, pendampingan ibadah, hingga hotel transit khusus untuk mendukung kenyamanan jamaah safari wukuf.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Maria Assegaf, mengatakan program safari wukuf tahun ini diikuti 267 jamaah dan didampingi 150 petugas.

"Jemaah safari wukuf akan diberangkatkan menuju ke Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 13.00 Waktu Arab Saudi," kata Maria dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Tips Membuang Panas Tubuh Saat Armuzna ketika Puncak Haji

Jamaah Diantar ke Arafah Menggunakan Ambulans dan Bus

Safari wukuf merupakan bentuk keringanan bagi jamaah haji yang mengalami udzur tertentu sehingga tetap dapat melaksanakan wukuf meski dalam kondisi terbatas.

Dalam program tersebut, jamaah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit akan diantar menuju Padang Arafah menggunakan ambulans selama waktu wukuf berlangsung.

Setelah menjalani wukuf, jamaah akan dibawa kembali ke hotel transit di Makkah sebelum kembali bergabung dengan kloter masing-masing pada 13 Zulhijah 1447 Hijriah atau Sabtu, 30 Mei 2026.

Jamaah Transit di Hotel Sebelum Wukuf

Kepala Bidang Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, menjelaskan jamaah safari wukuf mulai dijemput dari hotel masing-masing oleh petugas sejak Sabtu (23/5/2026).

Para jamaah kemudian dikumpulkan di hotel transit, yakni Hotel Durat Al Mashaeir 2.

"Di hotel transit, para jemaah beristirahat selama dua malam sebelum akhirnya diberangkatkan ke Arafah," kata Suviyanto kepada tim Media Center Haji (MCH), Minggu (24/5/2026).

Selama berada di hotel transit, jamaah mendapatkan layanan biologis, psikologis, sosial, kesehatan, hingga bimbingan ibadah.

Petugas Siapkan Badal Lontar Jumrah

Pada Selasa, 26 Mei 2026, jamaah safari wukuf akan diberangkatkan menuju Arafah menggunakan 18 bus.

"Jemaah diberikan kesempatan untuk beribadah, berdoa, shalat, dan segala macam. Setelah beberapa saat, jemaah haji dan petugas yang mendampingi akan kembali ke hotel transit," ujarnya.

Selesai menjalani safari wukuf, petugas haji juga akan membantu pelaksanaan badal lontar jumrah bagi jamaah yang membutuhkan.

Suviyanto menjelaskan program safari wukuf diperuntukkan bagi jamaah kategori lansia, lansia tanpa pendamping, serta jamaah lansia yang membutuhkan layanan tambahan.

"Ada lansia yang bisa menjalankan ibadah wukuf biasa. Namun, ada pula yang kondisinya harus mengikuti safari wukuf," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Puncak Ibadah Haji, 267 Jemaah Lansia Ikuti Safari Wukuf”.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar