Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Matahari Tepat di Atas Ka'bah pada Hari Arafah 2026, Fenomena Langka 33 Tahunan

Kompas.com, 25 Mei 2026, 18:47 WIB
Khairina

Editor

Sumber Gulf News

KOMPAS.com - Fenomena astronomi langka akan terjadi di Mekkah, Arab Saudi, bertepatan dengan Hari Arafah 2026.

Matahari diperkirakan berada tepat di atas Ka'bah pada Rabu (27/5/2026), yang bertepatan dengan 9 Dzulhijjah 1447 H.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi pada salah satu hari paling suci dalam kalender Islam, saat jemaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

Meski bertepatan dengan musim haji dan cuaca panas di Arab Saudi, otoritas meteorologi Saudi menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak otomatis menyebabkan suhu ekstrem.

Baca juga: Kisah Haru Marsiyah, Penjual Bubur yang Akhirnya Menatap Kabah di Usia 105 Tahun

Matahari tepat di atas Ka'bah

Dilansir dari Gulf News, menurut para astronom, matahari akan berada tepat di atas Ka'bah pada siang hari waktu setempat.

Pada momen tersebut, bayangan benda di Mekkah dapat menghilang sepenuhnya karena posisi matahari berada tepat di atas kepala.

Fenomena ini dikenal sebagai peristiwa istiwa a'zham atau rashdul kiblat, yakni saat matahari tepat berada di atas Ka'bah.

Pada kondisi tersebut, umat Islam di berbagai wilayah dapat memanfaatkan arah bayangan untuk mengecek atau meluruskan arah kiblat.

Fenomena matahari tepat di atas Ka'bah sebenarnya dapat terjadi dua kali dalam setahun karena posisi geografis Mekkah berada di sekitar lintang 21,4 derajat utara.

Namun, peristiwa tahun ini menjadi lebih istimewa karena bertepatan dengan Hari Arafah.

Baca juga: Kiswah Penutup Kabah: Sejarah, Makna, Proses Penggantian dan Pembuatannya

Bertepatan dengan Hari Arafah

Hari Arafah jatuh pada 9 Dzulhijjah dan menjadi bagian penting dalam rangkaian ibadah haji.

Pada hari itu, jemaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan wukuf, memperbanyak doa, berzikir, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Fenomena matahari tepat di atas Ka'bah yang bertepatan dengan Hari Arafah disebut sebagai peristiwa langka.

Peristiwa serupa terakhir kali tercatat pada 1993.

Para astronom menyebut, keterulangan ini berkaitan dengan perbedaan perhitungan kalender Hijriah yang berbasis bulan dan kalender Gregorian yang berbasis matahari.

Siklus kalender bulan membutuhkan sekitar 33 tahun untuk kembali sejajar dengan tanggal matahari yang sama.

Saudi: Tidak otomatis sebabkan panas ekstrem

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menegaskan bahwa posisi matahari tepat di atas Ka'bah merupakan fenomena astronomi alami dan berulang.

Fenomena tersebut tidak serta-merta menyebabkan peningkatan suhu secara ekstrem.

Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi, Hussein Al Qahtani, mengatakan klaim yang mengaitkan fenomena ini dengan panas yang belum pernah terjadi sebelumnya perlu diluruskan secara ilmiah.

Menurut otoritas cuaca Saudi, kondisi suhu tidak hanya dipengaruhi sudut datang sinar matahari.

Cuaca juga dipengaruhi banyak faktor, seperti tingkat kelembapan, tutupan awan, kecepatan angin, dan pergerakan massa udara.

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menyatakan, pemantauan cuaca dilakukan melalui stasiun pengamatan, teknologi modern, dan model prakiraan numerik untuk memastikan akurasi data suhu.

Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi terkait prakiraan cuaca dan tidak mudah mempercayai klaim yang tidak memiliki dasar ilmiah.

Baca juga: Mengapa Pesawat Dilarang Terbang di Atas Kabah? Ini Alasannya

Makna fenomena bagi umat Islam

Fenomena matahari tepat di atas Ka'bah memiliki nilai penting bagi umat Islam karena berkaitan dengan penentuan arah kiblat.

Saat matahari berada tepat di atas Ka'bah, arah bayangan benda tegak di berbagai tempat dapat digunakan sebagai panduan untuk mengecek arah kiblat.

Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat tentang keteraturan alam ciptaan Allah SWT.

Bertepatan dengan Hari Arafah, fenomena tersebut juga menambah nuansa spiritual bagi umat Islam, terutama jemaah yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji.

Hari Arafah sendiri dikenal sebagai hari penuh keutamaan, ketika umat Islam dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar