Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Haru Marsiyah, Penjual Bubur yang Akhirnya Menatap Kabah di Usia 105 Tahun

Kompas.com, 25 Mei 2026, 08:37 WIB
Pythag Kurniati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MAKKAH, KOMPAS.com - Penantian panjang Marsiyah Salim (105) untuk melihat Ka’bah secara langsung akhirnya terwujud. Jemaah haji berusia 105 tahun asal Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini tiba di kawasan Masjidil Haram pada Sabtu (23/5/2026) dini hari, sekitar pukul 01.30 Waktu Arab Saudi (WAS).

Dia menunaikan tawaf menggunakan kursi roda yang didorong oleh putri keduanya, Maidah (63). Mereka diarahkan naik ke lantai dua Masjidil Haram, area khusus bagi jemaah berkursi roda yang berhadapan langsung dengan mataf dan Ka'bah.

Saat kursi roda bergerak perlahan mendekati jendela, Maidah segera mengarahkan pandangan ibunya. “Mak, iku (itu) lho, Ka’bah,” ucap Maidah sembari menunjuk ke arah kiri.

Marsiyah tertegun. Ia terdiam sesaat ketika menyadari bangunan persegi terbungkus kiswah hitam yang selama ini mewarnai doa malamnya benar-benar ada di hadapannya. Ia baru tersadar saat dipersilakan untuk mulai berdoa, dan senyumnya pun langsung merekah.

Baca juga: Haji 2026 Tetap Dipadati Jemaah meski Timur Tengah Memanas, Lebih dari 1,5 Juta Orang Tiba di Saudi

Perlahan, Marsiyah melantunkan doa yang telah ia hafal mati bertahun-tahun. Sesekali tangannya melambai dan mengecup telapak tangan saat melintasi sudut Hajar Aswad.

“Bismillahi Allahu Akbar, Bismillahi Allahu Akbar, Bismillahi Allahu Akbar,” ucapnya.

Satu setengah jam tawaf menempuh lintasan sepanjang 6,5 kilometer, nenek kelahiran 1 Juli 1921 ini tampak sangat tenang menikmati pengalaman spiritualnya. Usai menyelesaikan tawaf dan bersiap melaksanakan shalat sunah, rasa syukur yang mendalam terpancar dari wajahnya.

“Alhamdulillah, iso ndeleng (bisa melihat) Ka’bah,” ucapnya seraya tertawa bahagia.

Keteguhan Hati dari Kaleng Tabungan

Perjalanan suci jemaah tertua se-Indonesia ini bermula dari sebuah kaleng sederhana. Bertahun-tahun silam, warga Kabupaten Kediri ini rutin menyisihkan uang hasil berjualan bubur di depan rumahnya. Niatnya hanya satu: bisa melihat Kabah secara langsung.

"Menabung, saya jualan jenang (bubur). Nabung dikit-dikit di kaleng. Kadang Rp 5 ribu, Rp 2 ribu. Setelah terkumpul saya hitung, lalu ditambahi anak saya," kenang Marsiyah saat diwawancarai di bandara Jeddah.

Kondisi fisik Marsiyah memang terbilang sangat baik untuk ukuran manusia yang usianya sudah lebih dari satu abad. Untuk menjaga staminanya sebelum berangkat, ia punya rutinitas olahraga ringan, meski tak lagi bisa memaksakan diri. "Jalan-jalan saja di rumah, sebentar-sebentar saja, enggak kuat lama,” ungkapnya.

Baca juga: Kisah Jemaah Haji Asal Tegal yang Tetap Bersyukur Meski Harus Jalani Amputasi di Makkah

Sehari-hari, saat masih di Tanah Air, Marsiyah lebih banyak menghabiskan waktu beristirahat. "Sekarang tua enggak ada kegiatan. Enggak pernah ke rumah tetangga, di rumah saja," ucap nenek yang gemar minum susu ini.

Tahun ini, Marsiyah menunaikan ibadah haji dengan pendampingan anak keduanya, Muidah (62). Mereka mendaftar haji pada tahun 2021 dan langsung mendapat prioritas keberangkatan karena faktor usia lansia.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar