Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Jemaah Haji Asal Tegal yang Tetap Bersyukur Meski Harus Jalani Amputasi di Makkah

Kompas.com, 21 Mei 2026, 14:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber MUI

KOMPAS.com - Perjalanan ibadah haji tidak selalu berjalan mudah bagi setiap jamaah. Kondisi kesehatan kerap menjadi tantangan, terutama bagi jemaah lanjut usia dengan penyakit bawaan.

Hal itu dialami Damiri (66), Jemaah haji asal Tegal, yang harus menjalani amputasi jempol kaki kiri saat berada di Tanah Suci.

Meski menghadapi operasi di tengah persiapan puncak ibadah haji, Damiri tetap menunjukkan sikap tenang dan penuh syukur.

Baca juga: Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat

Petani asal Tegal tersebut mengaku tidak larut dalam kesedihan setelah tindakan medis dilakukan.

Alih-alih merasa sedih, ia justru merasa bersyukur karena masih dapat melanjutkan rangkaian ibadah bersama istrinya.

Operasi yang dijalani di Makkah dilakukan demi mencegah infeksi yang lebih parah akibat komplikasi penyakit diabetes.

Baca juga: Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh

Kini Damiri menjalani masa pemulihan di hotel khusus Jemaah lansia dengan fasilitas pendukung mobilitas.

“Sedih ya enggak. Malah senang,” ujar Jemaah haji asal Tegal, Damiri (66) sambil tersenyum saat ditemui di hotel Jemaah lansia sektor 2 Makkah.

Di tengah persiapan puncak haji, Damiri tetap terlihat tegar meski harus kehilangan jempol kaki kiri akibat amputasi yang dilakukan di Tanah Suci.

Kondisi Kesehatan Damiri Memburuk Setelah Tiba di Madinah

Damiri yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengaku awalnya tidak menyangka gangguan pada kakinya akan berujung operasi.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah dirinya tiba di Madinah. Saat itu, kaki kirinya mengalami pembengkakan.

Karena memiliki riwayat diabetes dan asam urat, Damiri sempat mengira kondisi tersebut hanya disebabkan kelelahan selama menjalani aktivitas ibadah.

Namun setelah menuntaskan umrah wajib di Makkah, rasa sakit yang dialami semakin parah.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darah Damiri mencapai sekitar 500 mg/dL.

Kondisi luka di kaki kirinya kemudian menghitam sehingga dokter memutuskan melakukan amputasi jempol kaki untuk mencegah infeksi meluas.

“Kalau sudah hitam begitu ya harus dibersihkan,” katanya.

Biaya Operasi Damiri Ditanggung Pemerintah Arab Saudi

Damiri menjalani operasi di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah. Seluruh biaya pengobatan selama proses operasi hingga perawatan ditanggung pemerintah Arab Saudi.

Meski harus menjalani amputasi, Damiri tetap bersyukur karena tindakan medis dilakukan setelah dirinya menyelesaikan umrah wajib.

“Untungnya sesudah umrah wajib,” ujarnya.

Damiri Jalani Pemulihan di Hotel Jemaah Lansia

Selama masa pemulihan, Damiri menempati kamar khusus lansia yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi Jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Di area kamar mandi hingga sisi tempat tidur tersedia pegangan besi untuk membantu mobilitas Jemaah selama menjalani perawatan.

“Terbantu ya,” katanya.

Kisah Damiri menjadi gambaran keteguhan Jemaah haji lanjut usia dalam menjalani ibadah di tengah keterbatasan fisik dan tantangan kesehatan.

Di balik ujian yang dialaminya, Damiri tetap memilih bersyukur karena masih diberi kesempatan melanjutkan rangkaian ibadah haji bersama sang istri di Tanah Suci.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar