Editor
KOMPAS.com - Perjalanan ibadah haji tidak selalu berjalan mudah bagi setiap jamaah. Kondisi kesehatan kerap menjadi tantangan, terutama bagi jemaah lanjut usia dengan penyakit bawaan.
Hal itu dialami Damiri (66), Jemaah haji asal Tegal, yang harus menjalani amputasi jempol kaki kiri saat berada di Tanah Suci.
Meski menghadapi operasi di tengah persiapan puncak ibadah haji, Damiri tetap menunjukkan sikap tenang dan penuh syukur.
Baca juga: Jelang Haji 2026, Arab Saudi Atur Jeda Adzan dan Iqamah Lebih Singkat
Petani asal Tegal tersebut mengaku tidak larut dalam kesedihan setelah tindakan medis dilakukan.
Alih-alih merasa sedih, ia justru merasa bersyukur karena masih dapat melanjutkan rangkaian ibadah bersama istrinya.
Operasi yang dijalani di Makkah dilakukan demi mencegah infeksi yang lebih parah akibat komplikasi penyakit diabetes.
Baca juga: Haji 2026: Masjidil Haram, Arafah, Mina, dan Muzdalifah Kini Tercover 5G Penuh
Kini Damiri menjalani masa pemulihan di hotel khusus Jemaah lansia dengan fasilitas pendukung mobilitas.
“Sedih ya enggak. Malah senang,” ujar Jemaah haji asal Tegal, Damiri (66) sambil tersenyum saat ditemui di hotel Jemaah lansia sektor 2 Makkah.
Di tengah persiapan puncak haji, Damiri tetap terlihat tegar meski harus kehilangan jempol kaki kiri akibat amputasi yang dilakukan di Tanah Suci.
Damiri yang sehari-hari bekerja sebagai petani mengaku awalnya tidak menyangka gangguan pada kakinya akan berujung operasi.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan setelah dirinya tiba di Madinah. Saat itu, kaki kirinya mengalami pembengkakan.
Karena memiliki riwayat diabetes dan asam urat, Damiri sempat mengira kondisi tersebut hanya disebabkan kelelahan selama menjalani aktivitas ibadah.
Namun setelah menuntaskan umrah wajib di Makkah, rasa sakit yang dialami semakin parah.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan kadar gula darah Damiri mencapai sekitar 500 mg/dL.
Kondisi luka di kaki kirinya kemudian menghitam sehingga dokter memutuskan melakukan amputasi jempol kaki untuk mencegah infeksi meluas.
“Kalau sudah hitam begitu ya harus dibersihkan,” katanya.
Damiri menjalani operasi di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Makkah. Seluruh biaya pengobatan selama proses operasi hingga perawatan ditanggung pemerintah Arab Saudi.
Meski harus menjalani amputasi, Damiri tetap bersyukur karena tindakan medis dilakukan setelah dirinya menyelesaikan umrah wajib.
“Untungnya sesudah umrah wajib,” ujarnya.
Selama masa pemulihan, Damiri menempati kamar khusus lansia yang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung bagi Jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.
Di area kamar mandi hingga sisi tempat tidur tersedia pegangan besi untuk membantu mobilitas Jemaah selama menjalani perawatan.
“Terbantu ya,” katanya.
Kisah Damiri menjadi gambaran keteguhan Jemaah haji lanjut usia dalam menjalani ibadah di tengah keterbatasan fisik dan tantangan kesehatan.
Di balik ujian yang dialaminya, Damiri tetap memilih bersyukur karena masih diberi kesempatan melanjutkan rangkaian ibadah haji bersama sang istri di Tanah Suci.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang