Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem

Kompas.com, 20 Mei 2026, 19:38 WIB
Add on Google
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Kali ini, Kementerian Haji dan Umrah Saudi meluncurkan panduan khusus bagi jemaah domestik atau jemaah lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kenyamanan, keselamatan, dan keteraturan selama musim haji.

Dilansir dari Saudi Gazette, panduan tersebut disusun untuk membantu jemaah memahami seluruh tahapan ibadah haji, mulai dari persiapan sebelum keberangkatan hingga pelaksanaan manasik di tempat-tempat suci.

Pemerintah Saudi menilai meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun membuat edukasi menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kelancaran operasional haji.

Oleh karena itu, panduan ini tidak hanya memuat tata cara ibadah, tetapi juga petunjuk teknis perjalanan, penggunaan layanan digital, hingga langkah menghadapi cuaca ekstrem.

Baca juga: Saudi Luncurkan Haji Tanpa Bagasi 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam

Panduan Haji Dibuat Lebih Praktis dan Mudah Dipahami

Berbeda dengan buku panduan haji konvensional yang cenderung fokus pada aspek fikih, panduan terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi dirancang lebih praktis dan terintegrasi.

Materi di dalamnya mencakup berbagai kebutuhan jemaah selama perjalanan haji. Mulai dari daftar persiapan pribadi sebelum berangkat, syarat perjalanan, titik kumpul keberangkatan, hingga sistem transportasi menuju lokasi-lokasi ibadah di Makkah dan tempat suci lainnya.

Panduan itu juga dilengkapi ilustrasi peta kawasan haji, jadwal perjalanan, sistem pengelompokan jemaah, hingga mekanisme perpindahan antar lokasi ibadah.

Tujuannya agar jemaah lebih mudah memahami alur perjalanan haji yang sangat padat dan kompleks.

Selain itu, pemerintah Saudi juga memasukkan edukasi tentang perilaku positif selama ibadah haji, seperti menjaga kebersihan, menghindari kepanikan saat terjadi kepadatan, hingga pentingnya bekerja sama dengan petugas lapangan.

Nusuk Jadi Bagian Penting Panduan Haji

Salah satu fokus utama dalam panduan baru ini adalah penggunaan kartu dan aplikasi Nusuk.

Sebagaimana diketahui, Nusuk kini menjadi bagian penting dalam sistem penyelenggaraan haji modern di Arab Saudi.

Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke kawasan suci, termasuk Masjidil Haram.

Dalam panduan itu dijelaskan cara penggunaan kartu fisik maupun versi digital Nusuk, termasuk prosedur aktivasi dan pemanfaatannya selama perjalanan haji.

Pemerintah Saudi juga menyediakan informasi kontak penting, nomor bantuan darurat, layanan kesehatan, hingga pusat layanan jemaah yang bisa dihubungi sewaktu-waktu.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan kebingungan jemaah, terutama di tengah padatnya aktivitas selama musim haji.

Baca juga: Arab Saudi Tangkap 7 Penyelundup 13 Jemaah Haji Ilegal ke Makkah

Edukasi Cuaca Panas Jadi Sorotan

Selain urusan teknis dan ibadah, panduan haji Saudi tahun ini juga memberi perhatian besar terhadap risiko cuaca panas ekstrem.

Dalam beberapa tahun terakhir, suhu di kawasan haji kerap mencapai lebih dari 45 derajat Celsius saat musim panas. Kondisi itu menjadi tantangan serius, terutama bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit bawaan.

Dengan demikian, pemerintah Saudi memasukkan panduan khusus mengenai pencegahan heat stress atau stres akibat panas.

Jemaah diimbau memperbanyak minum air, menggunakan payung, menghindari aktivitas berat di siang hari, serta mematuhi arahan petugas kesehatan.

Dalam buku Fiqh al-Hajj wa al-Umrah karya Wahbah az-Zuhaili dijelaskan bahwa menjaga kesehatan selama haji merupakan bagian penting dari menjaga kemampuan menjalankan ibadah secara sempurna.

Islam, menurut Wahbah az-Zuhaili, juga memberi kemudahan bagi umat agar tidak membahayakan diri sendiri selama menjalankan ibadah.

Prinsip itulah yang kini semakin terlihat dalam pendekatan pelayanan haji modern di Arab Saudi.

Haji Kini Tak Hanya Soal Ibadah, Tapi Juga Manajemen Massa

Pelaksanaan ibadah haji saat ini tidak lagi sekadar persoalan ritual keagamaan. Di baliknya, terdapat sistem manajemen massa yang sangat kompleks karena melibatkan jutaan manusia dari berbagai negara dalam waktu bersamaan.

Dalam buku The Hajj: Pilgrimage in Islam karya Eric Tagliacozzo disebutkan bahwa tantangan terbesar haji modern adalah bagaimana mengelola mobilitas jutaan jemaah secara aman tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah.

Karena itu, Arab Saudi terus melakukan modernisasi layanan melalui digitalisasi, sistem transportasi pintar, hingga integrasi data jemaah.

Panduan haji terbaru ini menjadi bagian dari transformasi tersebut.

Dengan edukasi yang lebih rinci, pemerintah berharap jemaah bisa memahami prosedur perjalanan sejak awal sehingga potensi kepadatan, keterlambatan, atau kebingungan di lapangan dapat dikurangi.

Baca juga: Saudi Hadirkan Terjemahan 10 Bahasa untuk Jamaah Haji 2026 di Dua Masjid Suci

Melibatkan Banyak Lembaga Strategis

Penyusunan panduan haji ini melibatkan berbagai lembaga penting di Arab Saudi.

Selain Kementerian Haji dan Umrah, program tersebut juga dikerjakan bersama Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, Kementerian Transportasi dan Logistik Arab Saudi, serta Kementerian Media Arab Saudi melalui Pusat Operasi Media Haji Terpadu.

Tak hanya itu, turut terlibat pula Komisi Kerajaan untuk Kota Makkah dan Tempat-Tempat Suci, Otoritas Umum Pengelola Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, serta Dewan Koordinasi Institusi dan Perusahaan Pelayanan Jamaah Haji Domestik atau Mutahed.

Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan haji kini menjadi sistem terpadu yang melibatkan berbagai sektor, mulai dari ibadah, transportasi, teknologi, kesehatan, hingga keamanan.

Pengalaman Haji yang Lebih Aman dan Nyaman

Melalui panduan terbaru ini, pemerintah Saudi ingin memastikan jemaah tidak hanya dapat menjalankan ibadah dengan benar, tetapi juga merasa aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci.

Di tengah perkembangan teknologi dan meningkatnya jumlah jemaah setiap tahun, pendekatan pelayanan haji pun ikut berubah. Edukasi kini menjadi bagian penting dari pengalaman ibadah itu sendiri.

Bagi jutaan Muslim, haji memang tetap tentang perjalanan spiritual menuju Allah SWT. Namun di era modern, perjalanan itu juga membutuhkan kesiapan fisik, pemahaman teknologi, dan kemampuan mengikuti sistem yang semakin terintegrasi.

Karena itulah, panduan haji terbaru dari Arab Saudi bukan sekadar buku petunjuk perjalanan, melainkan bagian dari wajah baru pelayanan ibadah haji di era digital.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Fatayat NU Blitar Soroti Kekerasan Seksual Mahasiswa, Kampus Diminta Ambil Langkah Tegas
Aktual
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Bukan Cuma Ngaji, Pesantren Kini Jadi Pemasok Utama Program Makan Gratis 2026
Aktual
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Bolehkah Berkurban Tanpa Melihat Hewannya Disembelih? Jangan Sampai Keliru!
Aktual
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Saat Rasulullah Geleng Kepala Lihat Nu’aiman Sembelih Unta Milik Tamu
Aktual
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Resmi! Saudi Rilis Panduan Haji 2026, Fokus Keselamatan Jemaah dan Cuaca Ekstrem
Aktual
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Krapyak, Rahim Intelektual NU: Dari Gus Dur hingga Gus Yahya
Aktual
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Menhaj Pimpin Kedatangan Amirul Hajj Gelombang Kedua di Jeddah, Fokus Pastikan Kesiapan Armuzna 2026
Aktual
Saudi Luncurkan 'Haji Tanpa Bagasi' 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Saudi Luncurkan "Haji Tanpa Bagasi" 2026, Koper Sampai Hotel dalam 24 Jam
Aktual
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Update Haji 2026: 100.268 Jemaah RI Sudah Bayar Dam, Mayoritas via Adahi
Aktual
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Pemkab Natuna Kawal Ketat Distribusi Sapi Kurban Presiden ke Pulau Terluar
Aktual
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah
Aktual
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Musyrif Diny Jelaskan 3 Skema Mabit di Muzdalifah bagi Jamaah Haji
Aktual
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna
Aktual
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima
Aktual
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Produk Pesantren Didorong Go Global, dari Batik hingga Sarung
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com