Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Diimbau Jangan Sia-siakan Waktu Saat Wukuf di Arafah

Kompas.com, 20 Mei 2026, 18:58 WIB
Pythag Kurniati,
Puspasari Setyaningrum

Tim Redaksi

JEDDAH, KOMPAS.com - Padang Arafah merupakan lokasi puncak pelaksanaan ibadah haji sekaligus tempat mustajab untuk berdoa.

Oleh karena itu, jemaah haji Indonesia diimbau untuk benar-benar memanfaatkan waktu berharga tersebut dengan fokus beribadah dan memanjatkan doa.

Pesan ini disampaikan Petugas Tusi Bimbingan Ibadah Daker Bandara sekaligus Dosen UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Dendi Yuda Safrullah.

Baca juga: Makanan Siap Santap Bercita Rasa Nusantara Disiapkan untuk Jamaah Haji saat Fase Armuzna

Mengingat besarnya nilai ibadah di Arafah, Dendi menekankan agar jemaah senantiasa menjaga niat dan saling mengingatkan satu sama lain.

"Karena kita untuk ke Arafah itu tentu tidak gampang. Semua orang ingin hadir di Arafah, maka jangan menyia-nyiakannya dengan misalkan hanya berfoto-foto, bermain HP, ataupun untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang di luar berzikir," tegas Dendi, Rabu (20/5/2026).

Baca juga: Fase Armuzna Jadi Tantangan Utama Haji 2026, Gus Irfan Minta Petugas Pertahankan Layanan Prima

Selain itu, Dendi mengingatkan bahwa jemaah sudah melewati perjalanan panjang sejak manasik hingga tiba di Tanah Suci saat ini.

Sebelum berangkat pun biasanya jemaah sudah membersihkan hati dengan saling bermaafan.

"Biasanya para jemaah sudah mengadakan kegiatan semacam istihlal, saling bermaaf-maafan. Itu salah satu upaya untuk membersihkan diri sebelum berangkat berhaji pergi ke Arafah," ungkapnya.

Jemaah bisa isi waktu dengan amalan setibanya di Arafah

Setelah tiba di Arafah, jemaah dianjurkan untuk segera mengisi waktu dengan berbagai amalan. Dendi memaparkan bahwa amalan utama yang ditekankan adalah memperbanyak mengingat Allah.

"Sampai di Arafah itu tentu banyak kegiatan-kegiatan terutama memperbanyak zikir, membaca istighfar, membaca Al-Quran, kemudian juga bersolawat," paparnya.

Mengenai kelengkapan panduan doa, jemaah tidak perlu khawatir karena panduan tersebut umumnya sudah tersedia lengkap di buku manasik yang dibawa dari Tanah Air.

"Biasanya ada beberapa KBIHU atau jemaah-jemaah yang sudah mempersiapkan dari tanah air. Tapi secara umum di dalam buku manasik untuk jemaah itu sudah ada bacaan-bacaan yang harus dibaca oleh jemaah. Dan itu sangat banyak," tambah Dendi.

Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, Selasa (27/6/2023).  ANTARA FOTO/Wahyu Putro A Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan wukuf di Jabal Rahmah, Arafah, Arab Saudi, Selasa (27/6/2023).

Terkait pelaksanaan wukuf, jemaah akan mengikuti prosesi khutbah wukuf dan salat berjemaah yang pelaksanaannya sudah diatur di dalam tenda masing-masing maktab.

"Nanti beberapa rombongan itu gabung ditentukan siapa di kloter yang menjadi imam sholat dzuhur, yang biasanya di jamak dan qasar. Kemudian untuk khotibnya ada petugasnya," jelas Dendi.

Setelah rangkaian khutbah dan salat selesai, ia mengingatkan agar sisa waktu wukuf benar-benar dimaksimalkan untuk memohon ampunan dan memanjatkan hajat kepada Allah SWT.

"Karena Arafah salah satu yang disebut maqom ijabah atau tempat dikabulkannya doa atau permohonan kita kepada Allah. Dan ini merupakan puncak dari kegiatan haji. Karena Rasul mengatakan haji itu intinya adalah di Arafah. Barang siapa yang hadir di Arafah, maka dia sudah mendapatkan haji," pungkasnya.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Maulid Nabi, Kemenimipas Galang Rp 1,8 Miliar untuk NTT dan Santuni Anak Yatim
Maulid Nabi, Kemenimipas Galang Rp 1,8 Miliar untuk NTT dan Santuni Anak Yatim
Aktual
Benarkah Tidur Setelah Subuh Tidak Baik dalam Islam? Ini Penjelasannya
Benarkah Tidur Setelah Subuh Tidak Baik dalam Islam? Ini Penjelasannya
Aktual
Gus Ipang Bocorkan Kesiapan Kiai Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU
Gus Ipang Bocorkan Kesiapan Kiai Imam Jazuli Masuk Bursa Ketum PBNU
Aktual
Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama
Mars Fatayat NU: Lirik, Makna, dan Sejarah Singkat Fatayat Nahdlatul Ulama
Aktual
Voting Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Ini Mekanismenya
Voting Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih AHWA, Ini Mekanismenya
Aktual
Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Muktamar NU Putuskan Ketum PBNU Dipilih Lewat AHWA, 401 Suara Setuju
Aktual
Bandung Menuju Kota Kuliner, AKAR Soroti Restoran Nonhalal dan Fasilitas Ibadah
Bandung Menuju Kota Kuliner, AKAR Soroti Restoran Nonhalal dan Fasilitas Ibadah
Aktual
Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Muktamar NU Usul UKT PTN Tak Hanya Berdasarkan Pekerjaan Orangtua
Aktual
Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Badan Usaha Milik Ansor Rambah Bisnis Kendaraan Listrik dan Panel Surya
Aktual
Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Fatayat NU Bawa Isu Perempuan dan Anak ke Muktamar Ke-35 NU
Aktual
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Doa dan Niat
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Aktual
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Doa dan Niat
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar