Editor
KOMPAS.com - Menjelang puncak ibadah haji 2026, mobilitas jemaah haji Indonesia di Makkah akan mengalami penyesuaian.
Salah satu layanan yang dihentikan sementara adalah operasional bus shalawat yang selama ini melayani perjalanan jemaah menuju Masjidil Haram.
Bus shalawat merupakan layanan transportasi yang disiapkan untuk membantu mobilitas jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah.
Baca juga: Panduan Lokasi Terminal Bus Shalawat di Masjidil Haram, Jemaah Haji Indonesia Wajib Tahu
Armada ini melayani perjalanan jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram maupun sebaliknya selama 24 jam penuh.
Penghentian sementara operasional bus shalawat dilakukan untuk mendukung persiapan puncak ibadah haji atau fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Baca juga: 21 Rute Bus Shalawat dari Hotel ke Masjidil Haram Lengkap dengan Warnanya, Beroperasi Gratis 24 Jam
Meski demikian, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memastikan kebutuhan transportasi jemaah, terutama untuk umrah wajib dan thawaf, tetap difasilitasi.
Selain itu, Syarif mengimbau jemaah tetap beribadah di musala atau masjid sekitar hotel saat layanan bus shalawat dihentikan sementara.
Penghentian operasional tersebut juga bertepatan dengan hari Jumat. Karena itu, jemaah diminta tidak memaksakan diri untuk tetap melaksanakan salat di Masjidil Haram.
Layanan bus shalawat akan berhenti beroperasi sementara mulai Jumat, 22 Mei 2026 pukul 18.00 waktu Arab Saudi.
"Sebelum wukuf, layanan bus shalawat berakhir pada 22 Mei 2026 pada pukul 18.00 waktu Arab Saudi," kata Kepala Bidang Transportasi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Syarif Rahman kepada tim Media Center Haji (MCH) di kantor daker Makkah, Rabu (20/5/2026).
PPIH memastikan layanan bus shalawat akan kembali beroperasi setelah fase puncak ibadah haji selesai.
Bus dijadwalkan kembali melayani jemaah pada Minggu, 31 Mei 2026 pukul 01.00 waktu Arab Saudi.
PPIH juga memastikan jemaah yang belum melaksanakan umrah wajib, termasuk kloter terakhir yang tiba mendekati masa penghentian layanan, tetap mendapatkan fasilitas transportasi.
Syarif mengatakan jemaah tidak perlu khawatir karena PPIH telah menyiapkan armada khusus untuk mendukung pelaksanaan umrah wajib.
PPIH telah mengantongi izin dari Naqabah atau otoritas transportasi Arab Saudi untuk mengoperasikan bus khusus bagi jemaah kloter akhir yang tiba pada 22 Mei 2026.
Sekitar 30 armada bus disiapkan untuk melayani sekitar 6 hingga 10 kloter terakhir.
Armada tersebut terdiri atas bus reguler dan bus khusus lansia yang ramah bagi pengguna kursi roda.
"Jemaah tidak perlu risau karena kami telah menyiapkan bus untuk umrah wajib mereka," ujar Syarif.
Selain untuk umrah wajib, layanan bus shalawat juga akan digunakan untuk mendukung jemaah gelombang pertama setelah fase Armuzna selesai.
Khususnya bagi kloter-kloter awal yang akan kembali ke Tanah Air, bus shalawat akan membantu mobilitas jemaah dalam melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Thawaf Wada'.
Dengan layanan tersebut, jemaah tidak perlu berjalan kaki dalam jarak jauh maupun mengeluarkan biaya tambahan untuk menggunakan taksi.
"Sekali lagi, kami akan berikan (layanan bus) kepada jemaah yang akan melaksanakan Thawaf Ifadhah dan Wada'," tegas Syarif.
Untuk mendukung kelancaran mobilisasi dan pemulangan jemaah, petugas juga menyiapkan sejumlah terminal operasional di Makkah.
Jika kondisi lalu lintas memungkinkan, terdapat tiga terminal yang akan disiagakan, yakni Terminal Syib Amir, Terminal Jiad (Ajyad), dan Terminal Jabal Ka'bah.
Namun apabila terjadi kepadatan lalu lintas di lapangan, petugas telah mengajukan izin khusus agar Terminal Syib Amir difungsikan secara khusus untuk melayani kepulangan kloter-kloter terakhir.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul “Jelang Puncak Haji, Layanan Bus Shalawat Berhenti Sementara per 22 Mei 2026”.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang