Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Imigrasi Soekarno-Hatta Percepat Kepulangan Jamaah Haji dengan Teknologi SCG

Kompas.com, 3 Juni 2026, 15:55 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Kepulangan puluhan ribu jemaah haji Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta dipercepat dengan dukungan teknologi pemeriksaan imigrasi otomatis berbasis kecerdasan buatan.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengoptimalkan penggunaan Seamless Corridor Gate (SCG) untuk memperlancar proses kedatangan jemaah dari Arab Saudi.

Teknologi ini memungkinkan pemeriksaan keimigrasian berlangsung lebih cepat tanpa perlu antre di konter pemeriksaan.

Baca juga: Doa Menyambut Kepulangan Jemaah Haji agar Meraih Haji Mabrur

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang modern sekaligus mendukung kelancaran fase pemulangan haji 2026.

Imigrasi Gunakan SCG untuk Percepat Pemeriksaan Jemaah Haji

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, mempercepat layanan kepulangan 34.853 jemaah haji melalui pemanfaatan teknologi Seamless Corridor Gate (SCG).

Baca juga: Aturan bagi Jemaah Haji yang Bawa Kursi Roda Sendiri di Bandara

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, mengatakan penggunaan teknologi tersebut merupakan bagian dari komitmen menghadirkan layanan keimigrasian yang semakin modern dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

"Pemanfaatan SCG terbukti mampu mempercepat proses pemeriksaan sehingga jemaah dapat segera melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan panjang," ujarnya di Tangerang, Rabu.

Cara Kerja Seamless Corridor Gate Berbasis AI dan Biometrik

Seamless Corridor Gate (SCG) merupakan inovasi teknologi pemeriksaan imigrasi tanpa henti atau contactless dan walk-through yang memanfaatkan pemindai wajah (biometrik) serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Melalui teknologi tersebut, identitas penumpang dapat diverifikasi secara otomatis hanya dalam hitungan detik ketika mereka berjalan melewati gerbang pemeriksaan.

Galih menjelaskan, jemaah yang keluar melalui Gate F7 dapat langsung melintasi koridor pemeriksaan keimigrasian secara otomatis tanpa harus mengantre di konter pemeriksaan.

"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan keimigrasian yang profesional, humanis, dan responsif, termasuk dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini," katanya.

Meski demikian, petugas tetap menyiagakan konter keimigrasian bagi jemaah yang membutuhkan asistensi atau belum dapat diproses melalui sistem otomatis.

Menurut Galih, optimalisasi SCG diharapkan semakin mendukung kelancaran mobilitas masyarakat yang melalui Tempat Pemeriksaan Imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.

Bandara Soekarno-Hatta Layani 84 Kloter Pemulangan Haji

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi, mengungkapkan pihaknya akan melayani kepulangan 34.853 jemaah haji ke Tanah Air pada periode 1 hingga 30 Juni 2026.

Ia mengatakan fase pemulangan diawali oleh dua debarkasi, yakni Pondok Gede dan Bekasi, dengan total 836 jemaah.

"Jumlah tersebut terdiri atas 391 jemaah debarkasi Pondok Gede dan 445 Jemaah Bekasi, yang dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia Airlines," katanya.

Pada fase pemulangan haji tahun ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan melayani kedatangan sebanyak 84 kelompok terbang (kloter).

Jumlah tersebut terdiri atas 8.701 jemaah debarkasi Pondok Gede, 12.092 jemaah debarkasi Bekasi, 9.096 jemaah debarkasi Banten, dan 4.964 jemaah debarkasi Lampung.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar