Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jemaah Haji Jember yang Pulang Sebanyak 2.949 Orang, 4 Wafat di Tanah Suci

Kompas.com, 26 Juni 2026, 13:30 WIB
Mega Silvia,
Farid Assifa

Tim Redaksi

JEMBER, KOMPAS.com – Satu per satu jemaah haji asal Kabupaten Jember akan kembali berkumpul dengan keluarganya setelah menuntaskan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Hingga akhir musim haji tahun ini, tercatat 2.949 jemaah asal Jember dijadwalkan pulang ke Tanah Air, sementara 4 lainnya meninggal dunia di Arab Saudi.

Pelaksana Harian (Plh) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jember Samhadi mengatakan, pemulangan jemaah haji asal Jember dimulai secara bertahap melalui sejumlah kelompok terbang (kloter).

Pada tahap awal, jemaah yang dipulangkan berasal dari kloter 90 dan kloter 91 yang sampai di Jember pada Kamis (25/6/2026) dini hari.

Berlanjut kloter 92 sampai 97 serta jemaah di kloter gabungan kabupaten lain hingga Senin (29/6/2026).

"Insya Allah pada Senin, 29 Juni 2026, seluruh jemaah haji asal Jember sudah berada di Jember," ujar Samhadi, Kamis.

Baca juga: 5 Hari Sebelum Kloter Terakhir Pulang, Petugas Haji Diminta Tetap Kencangkan Ikat Pinggang

4 Jemaah Wafat

Selama musim haji 2026, 4 jemaah asal Kabupaten Jember meninggal dunia dan dimakamkan di Mekkah.

Dua jemaah berasal dari kloter 90, dan yang lain dari kloter 91 serta 96.

Mayoritas meninggal karena faktor kelelahan secara fisik.

Dengan adanya empat jemaah yang wafat tersebut, jumlah jemaah asal Jember yang dijadwalkan kembali ke tanah air menjadi 2.949.

"Total jemaah berangkat 2.953 jemaah, pulang 2.949 jemaah," terang Samhadi.

Satu Jemaah Sempat Dirawat di Arab Saudi

Ia menjelaskan, secara umum kondisi kesehatan jemaah haji asal Jember yang akan dipulangkan dalam keadaan baik.

Namun, terdapat satu jemaah lansia yang menjalani perawatan di Arab Saudi, yakni Asmani asal Desa Bedadung Kecamatan Pakusari, yang tergabung dalam Kloter 97.

"Sakit di rawat di RS Mekkah dan sudah berpindah ke Madinah. Saat ini sudah dinyatakan layak terbang," ungkapnya.

Kloter 97 dijadwalkan bertolak dari Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah ke Bandara Djuanda Surabaya pada Jumat (26/6/2026) waktu setempat dan tiba di Jember pada Sabtu (27/6/2026) subuh.

Disiapkan Armada Khusus untuk Penjemputan Jemaah

Samhadi menambahkan, hingga saat ini belum ada laporan jemaah yang kepulangannya tertunda akibat persoalan kesehatan maupun administrasi.

Jadwal penerbangan dan pemulangan juga berlangsung sesuai rencana tanpa adanya perubahan.

Untuk mendukung proses pemulangan, Kemenhaj bersama Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan armada transportasi yang terdiri atas 95 bus besar, 5 unit elf, dan 1 bus kecil.

Seluruh jemaah akan dijemput oleh petugas dari Asrama Haji Surabaya menuju titik-titik penjemputan yang telah ditentukan di wilayah Jember.

Keluarga jemaah diimbau tidak melakukan penjemputan secara mandiri ke Surabaya.

Baca juga: Haji Mabrur: Sebuah Prestasi Spiritual, Bukan Prestise Sosial

Selain demi kelancaran proses pemulangan, langkah tersebut juga dilakukan untuk menjaga ketertiban dan keselamatan perjalanan jemaah.

Samhadi juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggelar arak-arakan saat menyambut kedatangan jemaah haji.

"Jaga keselamatan dan ketertiban di jalan, hormati hak pengguna jalan yang lain dengan tidak melakukan arak-arakan," pesannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar