Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surah Asy-Syura Ayat 40: Antara Keadilan Qishash dan Indahnya Pintu Maaf

Kompas.com, 27 Juni 2026, 11:28 WIB
Fitri Anggiawati,
Farid Assifa

Tim Redaksi

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Pernahkah Anda berada di titik di mana rasa sakit akibat dizalimi begitu menghunjam dada?

Rasa ingin membalas ego, menuntut keadilan, atau melihat orang yang menyakiti kita merasakan kepedihan yang sama, seringkali menjadi riak pertama yang muncul di hati manusiawi kita.

Dalam Islam, keinginan untuk menuntut keadilan itu bukanlah sebuah dosa.

Allah Maha Tahu batas rapuh perasaan hamba-Nya.

Melalui Al-Qur'an Surah Asy-Syura ayat 40, Allah ﷻ berfirman:

وَجَزٰۤؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَاۚ فَمَنْ عَفَا وَاَصْلَحَ فَاَجْرُهٗ عَلَى اللّٰهِۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ

“Dan balasan suatu kejahatan adalah balasan yang setimpal. Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya dijamin oleh Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang zalim.”

Ayat yang mulia ini meletakkan sebuah fondasi yang begitu indah tentang keadilan, sekaligus membuka tirai emas menuju sebuah kemuliaan yang lebih tinggi.

Baca juga: Surah Al Anam Ayat 29, Ingatkan Tentang Kehidupan Setelah Kematian

Keadilan yang Presisi: Hak Membalas yang Setimpal

“Ayat yang agung ini mengandung makna tentang keadilan dan qishash. Orang yang dizalimi sebenarnya memiliki hak untuk membalas orang yang menzaliminya setimpal dengan kezaliman yang ia terima, tanpa menambah atau melampaui batas,” ungkap Dai Lajnah Dakwah PC Al Irsyad Al Islamiyyah Banyuwangi, Ustadz Ahsanul Falihin.

Melalui potongan ayat “Dan balasan suatu kejahatan adalah balasan yang setimpal”, Islam menegakkan hukum yang adil.

Tidak boleh ada tirani, dan tidak boleh ada pembalasan yang membabi buta.

Jika terluka, hak asasi manusia untuk menuntut keadilan dijamin dalam koridor syariat.

Namun, Islam tidak berhenti pada hukum hitam di atas putih.

Di balik ketegasan hukum, ada tawaran indah yang langsung datang dari Pemilik Semesta.

Saat Maaf Mengambil Alih: Jaminan Pahala Tanpa Batas

Di sinilah letak keindahan teologi Islam.

Setelah memberikan hak keadilan, Allah menawarkan opsi lain yang jauh lebih tinggi derajatnya: pintu pemaafan.

Ustadz Ahsanul Falihin menjelaskan, “Selain qishash, Allah juga menawarkan opsi lain yang mendatangkan keutamaan dan kemuliaan, yaitu dengan memaafkan kesalahan orang yang menzaliminya.

Allah berfirman: 'Maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas Allah'. Maksudnya, maafnya itu tidak sia-sia.

Justru dibalas dengan pahala besar nan berlimpah atau dengan penebusan dosa dan peningkatan derajat (kemuliaan).”

Janji Allah ini dipertegas dalam Surah Al-Maidah ayat 45, bahwa melapangkan dada untuk memaafkan luka (bahkan luka fisik) bernilai layaknya sedekah yang menggugurkan dosa-dosa kita: “Maka barangsiapa yang bersedekah (dengan memaafkan), maka itu menjadi penebus dosa baginya.”

Memaafkan mungkin terasa seperti mengalah, tetapi di hadapan Allah, ia adalah lambang kekuatan.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Dan tidaklah Allah menambah seorang hamba dengan sebab pemaafan kecuali kemuliaan.” (HR.

Muslim).

Maaf yang Cerdas: Harus Ada Ishlāh (Perbaikan)

Namun, perlu digarisbawahi bahwa memaafkan dalam Islam bukan berarti bersikap lemah atau membiarkan kejahatan merajalela.

Ada syarat esensial yang harus dipenuhi agar maaf itu bernilai tinggi di sisi Allah.

“Allah mensyaratkan dalam pemaafan itu adanya ishlāh, yaitu adanya perbaikan terhadap pihak lain. Maksudnya, memberi dampak perubahan yang baik bagi orang yang memaafkan dan yang dimaafkan. Bukan sebagai restu pembenaran terhadap kebatilan atau kezaliman pelakunya,” tegas Ustadz Ahsanul Falihin.

Artinya, pemberian maaf itu baru terpuji dan dianjurkan jika memang membawa maslahat dan menolak mudarat.

Jika memaafkan justru membuat pelaku kejahatan semakin tuman dan merugikan orang banyak, maka menegakkan hukum hukum qishash atau keadilan legal menjadi pilihan yang lebih maslahat.

Menjauh dari Garis Batas Kezaliman

Pada akhir ayat, Allah menutupnya dengan sebuah peringatan keras: “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim.”

Ustadz Ahsanul Falihin mengingatkan siapa saja yang termasuk dalam golongan yang dibenci Allah tersebut. “Siapa mereka? Yaitu: orang-orang yang melampaui batas. Maksudnya, baik pihak yang memulai kejahatan maupun yang membalas kejahatan secara berlebihan.”

Ketika seseorang membalas kezaliman melebihi takaran rasa sakit yang ia terima, saat itulah ia telah bergeser dari posisi 'korban yang dizalimi' menjadi 'pelaku kezaliman yang baru'. Dan Allah sama sekali tidak menyukai kezaliman.

Baca juga: Surah Al Mulk, Amalan Malam yang Disebut Menyelamatkan dari Azab Kubur

Kesimpulannya, hidup di dunia seringkali menghadapkan kita pada gesekan ego dan luka hati.

Surah Asy-Syura ayat 40 ini memberikan kita peta navigasi spiritual yang jelas.

Kita diberikan hak untuk menuntut keadilan yang setimpal.

Namun, jika kita mampu melapangkan dada, melihat masa depan yang lebih baik, dan memaafkan demi mengharap rida-Nya seraya memastikan adanya perbaikan (ishlāh), maka Allah sendiri yang menggaransi pahala kita.

Sebuah investasi akhirat yang tak akan pernah merugi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Surat Ad-Duha: Bacaan, Tulisan Arab, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Duha: Bacaan, Tulisan Arab, Makna, dan Keutamaannya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar