Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wamenhaj Sambut Kepulangan Kloter Terakhir, Operasional Haji Debarkasi Aceh 2026 Resmi Tuntas

Kompas.com, 30 Juni 2026, 12:51 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenhaj

KOMPAS.com - Kementerian Haji menutup rangkaian operasional penyelenggaraan ibadah haji Debarkasi Aceh (BTJ) musim haji 1447 H/2026 M dengan kedatangan Kloter 14 di Banda Aceh, Selasa (30/6).

Kepulangan kelompok terbang terakhir ini menandai seluruh proses pemberangkatan dan pemulangan jemaah haji asal Aceh telah selesai dilaksanakan.

Wakil Menteri Haji (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak hadir langsung menyambut para jemaah di Asrama Haji Aceh setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

Baca juga: Wamenhaj Takziah ke Rumah Duka Istri Petugas Haji, Sampaikan Duka dan Penghormatan

Momentum tersebut sekaligus menjadi penutupan resmi operasional haji Debarkasi Aceh yang telah melayani lebih dari 5.000 jemaah selama musim haji 2026.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menyambut langsung kepulangan jemaah haji Kloter 14 Debarkasi Aceh (BTJ) di Asrama Haji Aceh, Banda Aceh.

Baca juga: Kemenhaj Salurkan Bantuan untuk Jemaah Haji Aceh Terdampak Bencana

Ia mengatakan Debarkasi Aceh secara resmi telah menyelesaikan seluruh rangkaian pelayanan haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan lebih dari 5.000 jemaah asal Aceh.

"Dengan membacakan Alhamdulillahirabbil'alamin, Embarkasi Aceh telah tuntas menunaikan tanggung jawab untuk menjaga, melepas, dan menerima jemaah haji Aceh sebanyak 5.000 orang lebih," kata Dahnil.

Wamenhaj Apresiasi Pelayanan Haji Debarkasi Aceh

Dalam kesempatan tersebut, Dahnil mengapresiasi seluruh petugas haji di Aceh yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas pelayanan kepada para tamu Allah.

"Di Aceh bagus ya. Aceh itu selain istimewa, jemaah hajinya juga istimewa. Karena ini Serambi Mekkah. Pelayanan teman-teman di asrama, di Kakanwil, juga jauh lebih baik. Banyak perubahan-perubahan mendasar juga ikut dilakukan di Aceh," ujarnya.

Menurut Dahnil, peningkatan kualitas pelayanan tersebut menjadi modal penting untuk terus menyempurnakan penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya 19 jemaah haji Aceh, baik saat berada di Tanah Suci maupun setelah kembali ke Indonesia.

"Dan tentu kami turut berdukacita terhadap jemaah haji yang wafat, baik di Tanah Suci maupun yang di Tanah Air, yang jumlahnya ada sekitar 19 orang. Mudah-mudahan beliau-beliau semuanya, almarhum dan almarhumah, husnulkhatimah," tuturnya.

Kloter 14 Jadi Penutup Operasional Haji 2026 di Aceh

Kloter 14 merupakan kelompok terbang terakhir Debarkasi Aceh pada musim haji 1447 H/2026 M.

Pesawat yang mengangkut para jemaah mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar, sekitar pukul 03.50 WIB.

Selanjutnya, seluruh jemaah mengikuti proses debarkasi di Asrama Haji Aceh.

Kloter 14 terdiri atas jemaah asal Kabupaten Bener Meriah, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Singkil, dan Kota Langsa.

Dengan tibanya Kloter 14, seluruh proses operasional haji Debarkasi Aceh tahun 2026 resmi berakhir setelah semua jemaah berhasil diberangkatkan dan dipulangkan melalui Embarkasi Aceh.

Wamenhaj Sempat Berdialog dengan Jemaah Haji

Dalam penyambutan tersebut, Wamenhaj berdialog langsung dengan para jemaah mengenai pengalaman mereka selama menjalankan ibadah haji.

Ia menanyakan proses keberangkatan, pelayanan selama berada di Madinah dan Makkah, hingga proses kepulangan ke Tanah Air.

Di hadapan para jemaah, Wamenhaj juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan layanan haji.

"Mungkin pelayanan kami di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, ada kurang-kurangnya, baik pelayanan maupun sikap petugas, kami mohon maaf," ujar Wamenhaj.

Suasana berlangsung hangat ketika Wamenhaj menanyakan kualitas konsumsi yang diterima jemaah selama berada di Arab Saudi.

"Gimana konsumsinya?"

"Mantap," jawab para jemaah serentak.

Jawaban tersebut disambut candaan Wamenhaj.

"Tentu tidak seenak makanan di Bener Meriah,"

Candaan itu langsung mengundang tawa para jemaah.

Dialog kemudian berlanjut dengan pembahasan mengenai pelayanan petugas haji.

"Kalau pelayanan petugas gimana?"

"Baik," jawab para jemaah.

Sejumlah jemaah juga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan berbagai masukan dan usulan sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji pada tahun-tahun mendatang.

Seluruh masukan tersebut diterima dengan baik oleh Wamenhaj.

Wamenhaj: Kemabruran Haji Jadi Oleh-oleh Terbaik

Menutup pertemuan, Wamenhaj mengingatkan bahwa oleh-oleh paling berharga dari Tanah Suci bukanlah air zamzam, kurma, sajadah, ataupun cendera mata, melainkan kemabruran yang tercermin melalui akhlak yang semakin baik, istiqamah dalam beribadah, serta meningkatnya kepedulian kepada sesama.

"Selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji Aceh. Semoga seluruh rangkaian ibadah diterima oleh Allah SWT, segala dosa diampuni, serta seluruh jemaah dianugerahi predikat haji mabrur dan hajjah mabrurah. Marilah kita bersama-sama menjaga kemabruran itu," pesannya.

Ia juga mendoakan seluruh jemaah senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kesempatan kembali beribadah ke Tanah Suci melalui umrah.

"Mudah-mudahan diberi kesempatan suatu saat untuk umrah. Kalau haji cukup sekali saja, sayang yang lain yang belum ada kesempatan karena antreannya sangat panjang," pungkasnya.

Turut mendampingi Wamenhaj dalam penyambutan tersebut antara lain Plt. Kepala Kanwil Haji dan Umrah Aceh Arijal, Kepala Asrama Haji Kelas I Aceh Irsyadi, Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Aceh Syakir, serta sejumlah pejabat lainnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar