Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Keutamaan Menjadi Muadzin dalam Islam Berdasarkan Hadits Shahih

Kompas.com, 23 Juli 2026, 15:18 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara, Baznas

KOMPAS.com - Muadzin memiliki peran penting dalam syiar Islam sebagai orang yang mengumandangkan adzan dan mengajak umat menunaikan shalat berjamaah.

Tugas tersebut tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga memiliki nilai ibadah dan keutamaan yang besar di sisi Allah SWT.

Sejumlah hadits shahih menjelaskan berbagai keistimewaan yang dijanjikan bagi orang yang menjadi muadzin.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah: Dari Budak Sahaya Hingga Menjadi Muadzin Pertama

8 Keutamaan Muadzin dalam Islam

Dilansir dari Antara, berikut delapan keutamaan muadzin dalam Islam berdasarkan hadits shahih.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah: Sang Muadzin Rasulullah SAW

1. Disaksikan Seluruh Makhluk

Setiap makhluk yang mendengar suara adzan, baik manusia, jin, maupun benda-benda di sekitarnya, akan menjadi saksi bagi muadzin pada Hari Kiamat. Hal ini menunjukkan luasnya pengaruh adzan sebagai syiar Islam sekaligus besarnya pahala yang diterima muadzin.

2. Mendapat Ampunan dari Allah

Muadzin memperoleh ampunan dari Allah SWT sejauh suara adzannya terdengar. Selain itu, seluruh makhluk yang mendengar adzan turut memohonkan ampunan untuknya.

3. Memperoleh Pahala Seperti Orang yang Shalat

Muadzin juga mendapatkan pahala yang setara dengan pahala orang-orang yang datang memenuhi panggilan adzan dan melaksanakan shalat. Keutamaan ini menunjukkan besarnya ganjaran bagi mereka yang mengajak umat menunaikan ibadah.

4. Mendapat Doa dari Rasulullah SAW

Rasulullah SAW mendoakan agar para muadzin memperoleh petunjuk dari Allah SWT. Doa tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan atas peran penting muadzin dalam menjaga syiar Islam.

5. Memiliki Leher yang Panjang pada Hari Kiamat

Dalam hadits disebutkan bahwa muadzin akan memiliki leher yang panjang pada Hari Kiamat. Hal itu dipahami sebagai simbol kemuliaan dan kedudukan yang tinggi di hadapan Allah SWT.

6. Dibanggakan Allah di Hadapan Malaikat

Allah SWT membanggakan para muadzin di hadapan para malaikat karena keikhlasan mereka dalam menyerukan adzan dan mengajak manusia menunaikan shalat.

7. Dijanjikan Masuk Surga

Muadzin yang mengumandangkan adzan dengan penuh keikhlasan serta mendirikan shalat karena takut kepada Allah SWT dijanjikan surga sebagai balasan atas amal ibadahnya.

8. Doanya Tidak Ditolak

Muadzin juga memiliki keutamaan berupa doa yang tidak ditolak oleh Allah SWT. Keistimewaan ini menjadi salah satu bentuk kemuliaan yang diberikan kepada orang yang menghidupkan syiar adzan.

Bilal bin Rabah, Muadzin Pertama dalam Islam

Dalam sejarah Islam, Bilal bin Rabah dikenal sebagai muadzin pertama yang ditunjuk langsung oleh Rasulullah SAW.

Ia dikenang karena suara adzannya yang menggugah hati serta keteguhannya mempertahankan keimanan saat mengalami penyiksaan ketika masih menjadi budak di Makkah.

Bilal bin Rabah dipercaya Rasulullah SAW untuk mengumandangkan adzan pertama dalam Islam.

Karena itu, di sejumlah daerah, istilah bilal juga digunakan untuk menyebut orang yang bertugas mengumandangkan adzan.

Dilansir dari laman Baznas, salah satu kisah yang paling dikenang adalah saat Bilal kembali ke Madinah setelah lama menetap di Syam. Atas permintaan cucu Rasulullah SAW, ia kembali mengumandangkan adzan.

Ketika Bilal sampai pada lafaz "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah", seluruh penduduk Madinah menangis karena teringat kepada Rasulullah SAW.

Momen tersebut dikenang sebagai salah satu peristiwa paling mengharukan dalam sejarah Islam dan sering dikaitkan dengan azan terakhir Bilal bin Rabah sebelum wafat.

Azan tersebut menjadi simbol kerinduan mendalam kepada Rasulullah SAW sekaligus menjadi kenangan yang terus hidup dalam sejarah perjalanan Islam.

Muadzin Bukan Sekadar Mengumandangkan Adzan

Berbagai keutamaan tersebut menunjukkan bahwa tugas muadzin bukan hanya mengumandangkan adzan sebagai penanda waktu shalat.

Muadzin juga menjalankan peran dakwah dengan mengingatkan umat Islam agar menunaikan kewajiban shalat tepat waktu.

Karena itu, ganjaran yang besar dijanjikan bagi mereka yang menjalankan tugas tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar