Editor
BANDUNG, KOMPAS.com — Sebuah gerobak berisi buku akan berkeliling dari satu RT ke RT lain di Kampung Talun, Desa Jelegong, Kabupaten Bandung, setiap Minggu.
Gerobak literasi tersebut dihadirkan Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) bekerjasama dengan karang taruna setempat untuk mendekatkan bahan bacaan kepada anak-anak dan remaja di lingkungan tempat tinggal mereka.
Berbeda dengan pojok baca yang menetap di satu lokasi, gerobak tersebut dirancang bergerak mendatangi warga sehingga anak-anak tidak harus pergi ke tempat tertentu untuk mendapatkan bahan bacaan.
Pengoperasiannya melibatkan anggota Karang Taruna yang nantinya bertugas membawa gerobak berkeliling ke sejumlah RT sekaligus menggerakkan aktivitas literasi bersama anak-anak dan remaja.
Baca juga: Gempa NTT, Mahasiswa KKN Muhammadiyah: Korban Luka Kebanyakan Ibu-ibu yang Terjatuh
Kehadiran gerobak literasi melengkapi pojok baca yang kini memiliki 245 buku untuk anak-anak dan remaja.
Jumlah itu melampaui target awal program dan diharapkan terus bertambah melalui keterlibatan masyarakat maupun donasi buku.
Dosen UMB Hernawati mengatakan, pengelolaan fasilitas literasi sengaja diserahkan secara bertahap kepada anggota Karang Taruna.
Langkah tersebut dilakukan agar kegiatan membaca tetap berjalan meski program pengabdian telah berakhir.
"Kami tidak ingin pojok baca ini hanya ramai selama program berjalan lalu terbengkalai setelah kegiatan selesai. Karena itu remaja dilatih langsung mengelola koleksi, mencatat peminjaman, dan menyusun jadwal kegiatan, supaya mereka benar-benar memiliki dan merawat pojok baca ini sebagai milik mereka sendiri," kata Hernawati dalam rilisnya, Selasa (18/8/2026).
Baca juga: Muhammadiyah Layani 3.466 Korban Gempa NTT, Air Bersih hingga Tenda Mendesak
Pojok baca dan gerobak literasi juga tidak sekadar diarahkan menjadi tempat mendapatkan buku. Keduanya diharapkan berkembang menjadi ruang bagi anak-anak dan remaja untuk belajar, berinteraksi, serta berbagi pengetahuan.
Program literasi ini melibatkan sekitar 40 anggota karang taruna. Mereka tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga dipersiapkan sebagai pengelola pojok baca dan gerobak literasi.
Ketua Karang Taruna Kampung Talun Adi Surya mengatakan, program tersebut memberikan keterampilan baru bagi para anggotanya.
"Kegiatan ini menambah wawasan juga keterampilan baru, mulai dari cara memimpin kegiatan, mengelola pojok baca, sampai memanfaatkan AI untuk keperluan organisasi. Ini pengalaman yang jarang kami dapatkan sebelumnya," ujar Adi.
Ia berharap kegiatan tersebut tetap berjalan setelah program pengabdian selesai dan dapat dikembangkan secara mandiri oleh Karang Taruna.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT