Editor
KOMPAS.com - Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati setiap 12 Rabiul Awal sebagai momentum mengenang kelahiran Rasulullah sekaligus meneladani akhlaknya.
Selain pengajian dan kegiatan keagamaan, sejumlah daerah di Indonesia memiliki kuliner khas yang disajikan saat perayaan Maulid Nabi.
Baca juga: 8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
Tradisi kuliner Maulid Nabi tidak hanya melengkapi rangkaian perayaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan warisan budaya Nusantara.
Setiap hidangan memiliki bentuk, bahan, cara penyajian, dan makna yang berbeda sesuai tradisi masyarakat setempat.
Baca juga: 50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Dilansir dari Antara, berikut sejumlah kuliner tradisional yang biasa disajikan dalam perayaan Maulid Nabi di berbagai daerah Indonesia.
Ketupat sumpil menjadi salah satu hidangan khas yang hadir dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kuliner dari Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, ini dibuat dari beras yang dibungkus menggunakan daun bambu berbentuk limas segitiga.
Ketupat sumpil biasanya disajikan bersama sambal kelapa. Bentuk segitiganya melambangkan hubungan antara manusia dengan Allah SWT.
Keunikan ketupat sumpil terletak pada bentuk segitiganya, penggunaan daun bambu sebagai pembungkus, serta makna yang melekat pada penyajiannya.
Nasi tumpeng merupakan hidangan yang familiar dalam berbagai tradisi masyarakat Indonesia, termasuk saat perayaan Maulid Nabi. Hidangan yang berasal dari Jawa ini memiliki aturan tertentu dalam penyajiannya.
Bentuk kerucut pada tumpeng melambangkan gunung dan tempat yang dianggap sakral. Bentuk tersebut juga diyakini memiliki makna hubungan antara langit dan bumi, sementara lauk yang menyertainya disesuaikan secara simbolis.
Keunikan nasi tumpeng terletak pada bentuk kerucut dan simbolisme setiap bagian hidangan yang menyertainya.
Gunungan Maulid merupakan kuliner khas dari Yogyakarta dan Solo yang hadir dalam perayaan Maulid Nabi. Hidangan ini berupa tumpukan berbagai jenis makanan yang disusun menyerupai gunungan.
Tradisi tersebut terus dijaga dan dirayakan masyarakat setempat setiap tahun sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Keunikan Gunungan Maulid terlihat dari susunan berbagai makanan yang dibentuk menyerupai gunungan sebagai bagian dari tradisi tahunan masyarakat.
Masyarakat Aceh memiliki hidangan khas berupa kuah beulangong yang kerap disajikan dalam perayaan Maulid Nabi. Proses memasak kuliner ini memiliki aturan tersendiri yang menjadi bagian dari tradisinya.
Dalam proses memasaknya, hanya laki-laki yang diperbolehkan memasak. Saat mengaduk kuah, mereka juga membaca shalawat yang dianjurkan sehingga proses memasak memiliki nilai spiritual.
Keunikan kuah beulangong terletak pada aturan memasak yang melibatkan laki-laki serta pembacaan shalawat selama proses pengadukan kuah.
Nasi suci ulam sari merupakan kuliner dari Pacitan, Jawa Timur, yang memiliki kemiripan dengan nasi tumpeng. Perbedaannya terletak pada penggunaan nasi uduk sebagai bahan utama.
Bagian atas hidangan dihias dengan seekor ayam yang disebut ayam ingkung. Penyajian tersebut menjadikan nasi suci ulam sari sebagai salah satu hidangan istimewa dalam perayaan Maulid Nabi.
Keunikan nasi suci ulam sari terdapat pada penggunaan nasi uduk dan hiasan ayam ingkung di bagian atasnya.
Kue karas-karas memiliki bentuk menyerupai jaring-jaring yang kemudian dilipat menjadi bentuk segitiga atau persegi. Kuliner ini berasal dari Melayu, khususnya suku Saluan di Luwuk Banggai, Sulawesi Tengah.
Kue tersebut mudah dibuat dan menjadi salah satu hidangan khas Nusantara yang kerap hadir dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kehadirannya turut memperkaya ragam kuliner dalam tradisi Maulid di Indonesia.
Keunikan kue karas-karas terletak pada bentuknya yang menyerupai jaring-jaring dan cara penyajiannya yang dilipat menjadi bentuk tertentu.
Beragam kuliner tradisional tersebut menunjukkan kekayaan tradisi masyarakat Indonesia dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Setiap hidangan memiliki ciri khas dan makna yang berkembang sesuai budaya daerah masing-masing.
Tradisi kuliner Maulid Nabi juga menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dikenalkan dan dilestarikan oleh masyarakat.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT