Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya

Kompas.com, 24 Agustus 2026, 14:56 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW di berbagai daerah Indonesia digelar dengan beragam bentuk yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat setempat.

Selain menjadi momentum spiritual untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, perayaan tersebut juga menghadirkan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: 50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna

Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah Indonesia

Dilansir dari Antara, berikut sejumlah tradisi Maulid Nabi di berbagai daerah Indonesia yang memiliki ciri khas dan makna tersendiri.

Baca juga: Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW

1. Grebeg Maulud

Grebeg Maulud merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan pada 12 Rabiul Awal dan menjadi salah satu ciri khas masyarakat Pulau Jawa, khususnya Yogyakarta. Tradisi ini diisi dengan doa bersama dan upacara persembahan kepada Allah SWT.

Dalam pelaksanaannya, nasi gunungan diarak bersama Sultan dan para tokoh agama dari keraton menuju Masjid Agung dan sekaten atau pasar malam. Setelah itu, gunungan tersebut diperebutkan oleh masyarakat.

Keunikan Grebeg Maulud terletak pada tradisi gunungan yang diarak dari keraton dan kemudian diperebutkan oleh masyarakat.

2. Baayun Maulid

Masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan memiliki tradisi Baayun Maulid untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini dilakukan dengan mengayun bayi atau anak sebagai bentuk ungkapan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Saat prosesi berlangsung, masyarakat membaca syair maulid sambil mengayun anak. Tradisi tersebut juga menjadi bentuk kasih sayang dan doa bagi anak-anak.

Keunikan Baayun Maulid terlihat dari prosesi mengayun bayi atau anak yang disertai pembacaan syair maulid.

3. Gerantung

Tradisi Gerantung berasal dari Dasan Beleq, Lombok Utara. Dalam tradisi ini, alat musik tradisional suku Dayak yang termasuk idiofon dan terbuat dari campuran logam seperti besi, kuningan, serta perunggu dibunyikan.

Pada perayaan Maulid Nabi, suara gerantung biasanya terdengar selama lebih dari 24 jam tanpa henti hingga pergantian 12 Rabiul Awal.

Keunikan tradisi Gerantung terletak pada bunyi alat musik tradisional yang dimainkan selama lebih dari 24 jam dalam rangkaian perayaan Maulid Nabi.

4. Molodhan atau Muluduan

Masyarakat Madura memiliki tradisi Molodhan atau Muluduan dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Salah satu cirinya adalah penyajian buah-buahan yang ditusuk menggunakan lidi atau bambu dan dibentuk menyerupai tumpeng.

Tradisi tersebut menjadi simbol rasa syukur dan kebahagiaan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Keunikan Molodhan atau Muluduan terlihat dari sajian buah-buahan yang ditusuk dan dibentuk menyerupai tumpeng sebagai bagian dari perayaan Maulid.

5. Kirab Ampyang

Tradisi Kirab Ampyang digelar masyarakat Desa Loram Kulon, Jawa Tengah, sebagai bagian dari perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Makanan yang dihias dengan ampyang, nasi, dan kerupuk diarak berkeliling desa.

Setelah prosesi kirab selesai, makanan tersebut dibagikan kepada warga sebagai bagian dari rangkaian peringatan Maulid Nabi.

Keunikan Kirab Ampyang terletak pada prosesi mengarak makanan berhias ampyang, nasi, dan kerupuk sebelum dibagikan kepada warga.

6. Maudu

Masyarakat Desa Rappolemba, Kabupaten Gowa, memiliki tradisi Maudu untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Dalam tradisi ini, telur ditempatkan pada pohon pisang yang dihias menggunakan kertas berbentuk bunga.

Anak-anak kemudian berlomba mengambil telur sambil membacakan syair Barazanji. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perayaan Maulid Nabi di masyarakat setempat.

Keunikan Maudu tampak pada telur yang ditempatkan di pohon pisang berhias bunga dan diambil anak-anak sambil membacakan syair Barazanji.

7. Membuat Ketupat

Masyarakat Sampang, Madura, memiliki tradisi membuat ketupat dari daun kelapa saat memperingati Maulid Nabi. Pembuatan ketupat biasanya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Setelah selesai, ketupat dibagikan ke pondok pesantren setelah masyarakat mengadakan upacara Maulid, mengumandangkan shalawat, dan berdoa.

Keunikan tradisi ini terletak pada kegiatan membuat ketupat secara gotong royong yang kemudian dibagikan ke pondok pesantren.

8. Rolasan

Desa Pejengkolan, Kabupaten Kebumen, memiliki tradisi Rolasan yang digelar setiap 12 Rabiul Awal. Dalam tradisi ini, warga berkumpul sambil membawa berbagai makanan tradisional, seperti nasi gilig, ayam panggang, opak, dan pisang.

Rolasan menjadi tradisi yang menekankan semangat gotong royong, kekompakan, dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat pedesaan.

Keunikan Rolasan terlihat dari kebersamaan warga yang membawa beragam makanan tradisional dalam peringatan Maulid Nabi.

Beragam tradisi Maulid Nabi tersebut menunjukkan cara masyarakat di berbagai daerah Indonesia memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan ciri khas masing-masing.

Tradisi yang berkembang juga menjadi bagian dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
6 Kuliner Tradisional saat Maulid Nabi di Indonesia dan Keistimewaannya
6 Kuliner Tradisional saat Maulid Nabi di Indonesia dan Keistimewaannya
Aktual
8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
8 Tradisi Maulid Nabi di Berbagai Daerah di Indonesia dan Ciri Khasnya
Aktual
Fenomena Artis Hijrah di Instagram, Bagaimana Kesalehan Dibentuk di Media Sosial?
Fenomena Artis Hijrah di Instagram, Bagaimana Kesalehan Dibentuk di Media Sosial?
Aktual
Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Dewan Muslim Inggris Puji Muhammadiyah: Tak Hanya Bangun Sekolah, tapi Juga Manusia
Aktual
Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Maulid Nabi: Hubungan Selawat, Syafaat, dan Keteladanan Rasulullah SAW
Aktual
Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap: Niat, Rukun, hingga Shalat Gaib
Tata Cara Shalat Jenazah Lengkap: Niat, Rukun, hingga Shalat Gaib
Doa Harian
Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Kemenag Ajak 1,7 Juta Umat Berselawat, Ini Anjurannya dalam Islam
Aktual
Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Menag Minta Studi Antaragama Diperkuat: Penting untuk Bangun Perdamaian
Aktual
Petugas Haji 2027: Syarat, Jadwal, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Petugas Haji 2027: Syarat, Jadwal, dan Dokumen yang Wajib Disiapkan
Aktual
Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Saat Rasulullah Menerima Rombongan Kristen Najran di Masjid Nabawi
Aktual
50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
50 Ucapan Maulid Nabi 2026 Singkat untuk Media Sosial, Singkat dan Penuh Makna
Aktual
Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?
Seperti Apa Nabi Muhammad ketika Marah?
Aktual
Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Jam Biologis dalam Sains dan Islam, Menjaga Ritme Tubuh untuk Cegah Penyakit Kronis
Aktual
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka 25 Agustus, Simak Formasi dan Syaratnya
Pendaftaran Petugas Haji 2027 Dibuka 25 Agustus, Simak Formasi dan Syaratnya
Aktual
Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Khatamkan Al-Quran di 3.500 Titik
Jelang Muktamar NU, Ribuan Nahdliyin Khatamkan Al-Quran di 3.500 Titik
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar