Editor
JOMBANG, KOMPAS.com — Kesibukan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya terlihat di ruang persidangan.
Sejak pagi, aktivitas juga berlangsung di dapur umum di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Para relawan mulai memasak sejak pukul 06.00 WIB untuk menyiapkan kebutuhan konsumsi selama muktamar berlangsung. Ratusan karung beras, sayuran, daging, hingga air minum memenuhi area dapur.
Dapur umum yang berada di Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Bahrul Ulum tersebut menjadi salah satu titik penyiapan makanan bagi panitia lokal dan sejumlah delegasi Muktamar Ke-35 NU.
Baca juga: Wamenag: Pemerintah Tak Intervensi Muktamar NU, Kemenag Harus Netral
Penanggung Jawab Dapur Umum Muktamar Ke-35 NU, Ica Ula'ul Muhinah, mengatakan persediaan bahan makanan dipastikan mencukupi hingga berakhirnya operasional dapur.
"Untuk stok bahan makanan akan ada terus dan dipastikan cukup sampai akhir Muktamar. Bantuan bahan makanan juga terkadang datang dari berbagai pihak, salah satunya dari IKABU Malang," kata Ica dikutip dari Tribun Jatim, Jumat (28/8/2026).
Berbagai bahan pangan terlihat memenuhi area dapur umum.
Ratusan karung beras berukuran 10 kilogram dan 25 kilogram tersusun di lokasi. Selain itu, tersedia berbagai jenis sayuran, daging, air minum kemasan, hingga wadah makanan untuk keperluan distribusi.
Bantuan bahan pangan juga terus berdatangan dari sejumlah pihak. Salah satunya berupa sapi yang kemudian diolah menjadi menu makanan.
Pada Kamis, daging tersebut dimasak menjadi krengsengan dan rendang, dilengkapi tumis sayur serta perkedel.
"Menu setiap hari berbeda. Kebetulan kami juga mendapatkan bantuan sapi, sehingga hari ini kami memasak menu daging, ada krengsengan daging, rendang, tumis sayur dan perkedel," ujar Ica.
Baca juga: Tak Hanya Pilih Ketua, Muktamar NU Bahas Bitcoin, Neuralink, hingga DNA
Aktivitas memasak dilakukan dalam dua waktu untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan makan malam.
Persiapan makan siang dimulai sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah makanan selesai dimasak dan dikemas, distribusi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB.
Sementara itu, proses memasak untuk makan malam sudah dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.
Makanan kemudian dikemas dan mulai didistribusikan sekitar pukul 19.00 WIB.
Makanan yang telah siap dikirim oleh tim logistik menggunakan kendaraan menuju sejumlah pos yang ditempati panitia lokal.
Sebagian makanan juga disalurkan kepada sejumlah delegasi.
Sementara itu, konsumsi khusus peserta muktamar atau muktamirin tidak ditangani dapur umum tersebut karena menjadi tanggung jawab panitia pusat.
Ica mengatakan, proses distribusi sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti karena dapur umum telah memiliki daftar penerima.
"Untuk mengirimkan makanan tidak kebingungan karena sudah ada list para panitia lokal yang kami pegang. Jadi tinggal mendistribusikan sesuai daftar," katanya.
Operasional dapur umum melibatkan relawan dari berbagai unsur.
Mereka antara lain berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Muslimat NU, Fatayat NU, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Fatayat.
Dapur umum mulai beroperasi sejak Rabu (26/8/2026) dan dijadwalkan terus melayani kebutuhan konsumsi hingga 30 Agustus 2026.
Dengan dukungan bahan pangan dari berbagai pihak, para relawan akan terus memasak dan mendistribusikan makanan selama rangkaian Muktamar Ke-35 NU berlangsung.
Muktamar Ke-35 NU digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Dapur Umum Muktamar NU di Jombang Masak Ribuan Porsi, Menunya Berbeda Setiap Hari
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT