Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dapur Muktamar NU Terus Mengepul, Ratusan Karung Beras hingga Bantuan Sapi Disiapkan

Kompas.com, 28 Agustus 2026, 07:08 WIB
Reni Susanti

Editor

JOMBANG, KOMPAS.com — Kesibukan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) tak hanya terlihat di ruang persidangan.

Sejak pagi, aktivitas juga berlangsung di dapur umum di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Para relawan mulai memasak sejak pukul 06.00 WIB untuk menyiapkan kebutuhan konsumsi selama muktamar berlangsung. Ratusan karung beras, sayuran, daging, hingga air minum memenuhi area dapur.

Dapur umum yang berada di Madrasah Mu'allimin Mu'allimat Bahrul Ulum tersebut menjadi salah satu titik penyiapan makanan bagi panitia lokal dan sejumlah delegasi Muktamar Ke-35 NU.

Baca juga: Wamenag: Pemerintah Tak Intervensi Muktamar NU, Kemenag Harus Netral

Penanggung Jawab Dapur Umum Muktamar Ke-35 NU, Ica Ula'ul Muhinah, mengatakan persediaan bahan makanan dipastikan mencukupi hingga berakhirnya operasional dapur.

"Untuk stok bahan makanan akan ada terus dan dipastikan cukup sampai akhir Muktamar. Bantuan bahan makanan juga terkadang datang dari berbagai pihak, salah satunya dari IKABU Malang," kata Ica dikutip dari Tribun Jatim, Jumat (28/8/2026).

Ratusan Karung Beras hingga Bantuan Sapi

Berbagai bahan pangan terlihat memenuhi area dapur umum.

Ratusan karung beras berukuran 10 kilogram dan 25 kilogram tersusun di lokasi. Selain itu, tersedia berbagai jenis sayuran, daging, air minum kemasan, hingga wadah makanan untuk keperluan distribusi.

Bantuan bahan pangan juga terus berdatangan dari sejumlah pihak. Salah satunya berupa sapi yang kemudian diolah menjadi menu makanan.

Pada Kamis, daging tersebut dimasak menjadi krengsengan dan rendang, dilengkapi tumis sayur serta perkedel.

"Menu setiap hari berbeda. Kebetulan kami juga mendapatkan bantuan sapi, sehingga hari ini kami memasak menu daging, ada krengsengan daging, rendang, tumis sayur dan perkedel," ujar Ica.

Baca juga: Tak Hanya Pilih Ketua, Muktamar NU Bahas Bitcoin, Neuralink, hingga DNA

Memasak Sejak Pukul 06.00 WIB

Aktivitas memasak dilakukan dalam dua waktu untuk memenuhi kebutuhan makan siang dan makan malam.

Persiapan makan siang dimulai sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah makanan selesai dimasak dan dikemas, distribusi dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara itu, proses memasak untuk makan malam sudah dimulai sekitar pukul 13.00 WIB.
Makanan kemudian dikemas dan mulai didistribusikan sekitar pukul 19.00 WIB.

Makanan yang telah siap dikirim oleh tim logistik menggunakan kendaraan menuju sejumlah pos yang ditempati panitia lokal.

Sebagian makanan juga disalurkan kepada sejumlah delegasi.

Sementara itu, konsumsi khusus peserta muktamar atau muktamirin tidak ditangani dapur umum tersebut karena menjadi tanggung jawab panitia pusat.

Ica mengatakan, proses distribusi sejauh ini berjalan tanpa kendala berarti karena dapur umum telah memiliki daftar penerima.

"Untuk mengirimkan makanan tidak kebingungan karena sudah ada list para panitia lokal yang kami pegang. Jadi tinggal mendistribusikan sesuai daftar," katanya.

Muslimat, Fatayat hingga Tagana Turun ke Dapur

Operasional dapur umum melibatkan relawan dari berbagai unsur.

Mereka antara lain berasal dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Muslimat NU, Fatayat NU, hingga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Fatayat.

Dapur umum mulai beroperasi sejak Rabu (26/8/2026) dan dijadwalkan terus melayani kebutuhan konsumsi hingga 30 Agustus 2026.

Dengan dukungan bahan pangan dari berbagai pihak, para relawan akan terus memasak dan mendistribusikan makanan selama rangkaian Muktamar Ke-35 NU berlangsung.

Muktamar Ke-35 NU digelar pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Dapur Umum Muktamar NU di Jombang Masak Ribuan Porsi, Menunya Berbeda Setiap Hari

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Sholat di Kendaraan Saat Perjalanan, Kapan Diperbolehkan?
Aktual
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Orang Tua Kesulitan Ekonomi, Zakat Anak Tak Bisa Sembarangan Diberikan
Aktual
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Sholat Berjamaah Dimulai, Bolehkah Menyelesaikan Sholat Sunnah?
Aktual
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Tak Harus Menunggu Orang Tua Tiada, Ini Cara Berbakti Lewat Sedekah
Aktual
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Mengapa Bunuh Diri Dilarang dalam Islam? Ini Dalil Larangannya dalam Al-Qur'an dan Hadis
Aktual
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Dana Haji Rp185,73 Triliun, BPKH Soroti Tantangan Pengelolaan Jangka Panjang
Aktual
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Perbedaan Fajar Shadiq dan Fajar Kadzib yang Terkait dengan Awal Waktu Subuh
Aktual
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Apakah Ahli Waris Wajib Membayar Utang Orang yang Meninggal? Ini Penjelasannya
Aktual
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Adzan Sebelum Masuk Waktu Subuh Disebut Apa? Ini Penjelasan Fungsi, Dalil, dan Hukumnya
Aktual
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Mengapa Memuliakan Kaum Duafa Bisa Menjadi Jalan Pertolongan Allah?
Aktual
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
3 Amalan Terpuji yang Justru Berujung Siksaan di Akhirat, Waspadai Riya
Aktual
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
PUI Kecam Serangan Houthi di Arab Saudi, Minta Pemerintah RI Lindungi Jemaah Umrah
Aktual
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Rajin Beribadah, tetapi Mengganggu Tetangga? Ini Pesan Majelis Tabligh Muhammadiyah
Aktual
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Lukman Hakim Bicara Dakwah Damai di Ngruki, Apa Maksudnya?
Aktual
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Menag Soroti Legalitas Ijazah Pesantren, Pastikan Pengakuan Lulusan
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar