KOMPAS.com — Pelajar Muhammadiyah didorong untuk berani memanfaatkan berbagai peluang pendidikan di luar negeri. Namun, keinginan untuk menempuh pendidikan di tingkat global perlu diikuti dengan persiapan sejak dini.
Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan mencari informasi mengenai program studi dan beasiswa, meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, hingga mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan.
Pesan tersebut mengemuka dalam Inspiring Talk bertajuk “Beyond Borders: Membuka Peluang Studi dan Pengembangan Diri di Tingkat Global” yang digelar Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM).
Baca juga: Dari Congklak hingga Gim Digital, Muhammadiyah Kenalkan Budaya dan Sains di London
Salah satu pembicara, Zain Maulana dari Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, membagikan pengalamannya sekaligus mendorong pelajar agar tidak membatasi diri dalam menentukan cita-cita dan masa depan.
Melalui kegiatan tersebut, pelajar dikenalkan dengan berbagai peluang studi, beasiswa, serta program pengembangan diri di tingkat internasional.
Keinginan melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak cukup berhenti pada cita-cita. Pelajar perlu mulai mencari informasi dan mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.
Persiapan dapat dimulai dengan mencari informasi mengenai program studi, universitas tujuan, beasiswa, persyaratan pendaftaran, hingga kemampuan yang perlu dikuasai.
Pelajar juga didorong untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti mencoba.
Dalam konteks tersebut, semangat beyond borders atau melampaui batas tidak selalu berarti harus segera pergi ke luar negeri. Semangat itu juga dapat diwujudkan melalui keberanian keluar dari keterbatasan diri dan mencoba kesempatan yang sebelumnya belum pernah dilakukan.
Pelajar berada pada fase penting untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menentukan arah masa depan. Karena itu, keberanian mencoba hal baru menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.
Baca juga: 6 Prinsip dan Karakter Kepemimpinan Muhammadiyah Menurut Haedar Nashir
Selain Zain, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah penerima program beasiswa dan peserta program internasional.
Di antaranya adalah penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan peserta Summer University.
Pengalaman mereka memberikan gambaran kepada pelajar mengenai proses yang perlu ditempuh untuk memperoleh kesempatan pendidikan dan pengembangan diri di tingkat internasional.
Pengalaman penerima beasiswa juga menunjukkan bahwa kesempatan belajar di luar negeri membutuhkan proses dan persiapan.
Pelajar dapat mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan, serta aktif mencari informasi mengenai berbagai program yang tersedia.
Perkembangan teknologi saat ini membuat informasi mengenai pendidikan dan program internasional semakin mudah ditemukan.
Namun, banyaknya informasi juga menuntut pelajar untuk lebih aktif dan selektif. Informasi mengenai program perlu dipelajari lebih jauh dan disesuaikan dengan kemampuan serta tujuan pendidikan masing-masing.
Kesempatan belajar dan mengembangkan diri di tingkat global juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi.
Pelajar Muhammadiyah didorong membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai pendidikan dalam Islam yang mendorong umat untuk mencari ilmu sekaligus mengamalkannya bagi kemaslahatan.
Dengan demikian, pendidikan di luar negeri maupun pengalaman mengikuti program internasional tidak hanya menjadi sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan.
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh juga diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, dan bangsa.
Melalui kegiatan “Beyond Borders”, PP IPM mendorong pelajar untuk mulai melihat berbagai kemungkinan pendidikan dan pengembangan diri yang tersedia di tingkat global.
Keinginan tersebut perlu disertai dengan kemauan belajar, persiapan, serta keberanian mencoba ketika kesempatan tersedia.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT