Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

MTQ Nasional 2026 Diikuti 2.242 Peserta, Digelar 11-20 September di Semarang

Kompas.com, 1 September 2026, 09:15 WIB
Reni Susanti

Editor

KOMPAS.com — Sebanyak 2.242 peserta akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional Ke-31 yang digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026.

Jumlah tersebut terdiri dari 1.751 peserta inti dan 491 peserta cadangan yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan, MTQ Nasional tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Quran.

Baca juga: Kaltim Masuk 5 Besar MTQ KORPRI Tingkat Nasional 2026, Raih 14 Medali

Menurut dia, ajang tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan talenta keagamaan yang berpotensi mendukung diplomasi Indonesia di tingkat internasional.

"Kita melihat bahwa MTQ dengan segala cabang lombanya dapat menjadi salah satu talenta yang perlu terus didorong, sehingga menjadi modal kapital sosial kita dalam konteks diplomasi keagamaan," ujar Abu dikutip dari laman Kemenag, Selasa (1/9/2026).

8 Cabang MTQ Nasional 2026

Pada MTQ Nasional Ke-31, terdapat delapan cabang musabaqah yang akan dipertandingkan.
Berikut delapan cabang tersebut beserta jumlah pesertanya:

1. Seni Baca Al-Qur'an: 329 peserta

2. Qira'at Al-Qur'an: 184 peserta

3. Hafalan Al-Qur'an: 331 peserta

4. Tafsir Al-Qur'an: 130 peserta

5. Fahmil Qur'an: 196 peserta

6. Syarhil Qur'an: 202 peserta

7. Seni Kaligrafi Al-Qur'an: 315 peserta

8. Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an (KTIQ): 64 peserta

Baca juga: MTQ Nasional 2026 Digelar September, Ini Daftar 162 Dewan Hakim dan Pengawas

Abu mengatakan, penyelenggaraan MTQ secara berjenjang selama bertahun-tahun telah melahirkan talenta dalam berbagai bidang keagamaan.

Potensi tersebut, menurut dia, perlu dikembangkan sehingga tidak berhenti pada prestasi dalam kompetisi.

"Kita bisa menjadikan hasil-hasil MTQ ini sebagai salah satu talenta yang dapat kita sebarluaskan dan diseminasikan kepada masyarakat di seluruh dunia," katanya.

Abu berharap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) terus melakukan inovasi agar talenta dan prestasi yang lahir melalui MTQ semakin dikenal di tingkat internasional.

Peserta Diverifikasi melalui e-MTQ

Sementara itu, Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama Muchlis Muhammad Hanafi mengatakan, pendaftaran dan verifikasi peserta MTQ Nasional dilakukan secara bertahap melalui sistem e-MTQ.

Pendaftaran berlangsung pada 10-31 Juli 2026 dan diikuti kafilah dari seluruh provinsi.

Proses verifikasi mencakup persyaratan administratif sesuai petunjuk teknis penyelenggaraan MTQ.

Data kependudukan peserta juga dipadankan secara elektronik dengan data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Pemadanan dilakukan untuk memastikan validitas data sekaligus mencegah pelanggaran terkait identitas dan domisili peserta.

Muchlis menambahkan, keberhasilan MTQ tidak hanya dapat dilihat dari penyelenggaraan perlombaan ataupun kemegahan acara pembukaan.

Lebih dari itu, MTQ diharapkan dapat memperluas kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus mendorong penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

"Keberhasilan MTQ ini tidak hanya diukur dari kemegahan pembukaan dan kelancaran perlombaannya, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kemampuan kita memperluas kecintaan masyarakat kepada Al-Qur'an, dan juga upaya kita menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan pribadi, sosial, dan kebangsaan," tutur Muchlis.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar