Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pelajar Muhammadiyah Diminta Berani Kuliah ke Luar Negeri, Ini yang Perlu Disiapkan

Kompas.com, 2 September 2026, 10:07 WIB
Puji Sri Rahayu,
Reni Susanti

Tim Redaksi

KOMPAS.com — Pelajar Muhammadiyah didorong untuk berani memanfaatkan berbagai peluang pendidikan di luar negeri. Namun, keinginan untuk menempuh pendidikan di tingkat global perlu diikuti dengan persiapan sejak dini.

Persiapan tersebut dapat dilakukan dengan mencari informasi mengenai program studi dan beasiswa, meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, hingga mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan.

Pesan tersebut mengemuka dalam Inspiring Talk bertajuk “Beyond Borders: Membuka Peluang Studi dan Pengembangan Diri di Tingkat Global” yang digelar Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM).

Baca juga: Dari Congklak hingga Gim Digital, Muhammadiyah Kenalkan Budaya dan Sains di London

Salah satu pembicara, Zain Maulana dari Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) PP Muhammadiyah, membagikan pengalamannya sekaligus mendorong pelajar agar tidak membatasi diri dalam menentukan cita-cita dan masa depan.

Melalui kegiatan tersebut, pelajar dikenalkan dengan berbagai peluang studi, beasiswa, serta program pengembangan diri di tingkat internasional.

Jangan Berhenti pada Mimpi

Keinginan melanjutkan pendidikan ke luar negeri tidak cukup berhenti pada cita-cita. Pelajar perlu mulai mencari informasi dan mempersiapkan kemampuan yang dibutuhkan untuk memanfaatkan kesempatan tersebut.

Persiapan dapat dimulai dengan mencari informasi mengenai program studi, universitas tujuan, beasiswa, persyaratan pendaftaran, hingga kemampuan yang perlu dikuasai.

Pelajar juga didorong untuk tidak menjadikan keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti mencoba.

Dalam konteks tersebut, semangat beyond borders atau melampaui batas tidak selalu berarti harus segera pergi ke luar negeri. Semangat itu juga dapat diwujudkan melalui keberanian keluar dari keterbatasan diri dan mencoba kesempatan yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Pelajar berada pada fase penting untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menentukan arah masa depan. Karena itu, keberanian mencoba hal baru menjadi salah satu bagian dari proses tersebut.

Baca juga: 6 Prinsip dan Karakter Kepemimpinan Muhammadiyah Menurut Haedar Nashir

Belajar dari Penerima Beasiswa

Selain Zain, kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah penerima program beasiswa dan peserta program internasional.

Di antaranya adalah penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan peserta Summer University.

Pengalaman mereka memberikan gambaran kepada pelajar mengenai proses yang perlu ditempuh untuk memperoleh kesempatan pendidikan dan pengembangan diri di tingkat internasional.

Pengalaman penerima beasiswa juga menunjukkan bahwa kesempatan belajar di luar negeri membutuhkan proses dan persiapan.

Pelajar dapat mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kemampuan akademik, memperluas wawasan, mengembangkan keterampilan, serta aktif mencari informasi mengenai berbagai program yang tersedia.

Perkembangan teknologi saat ini membuat informasi mengenai pendidikan dan program internasional semakin mudah ditemukan.

Namun, banyaknya informasi juga menuntut pelajar untuk lebih aktif dan selektif. Informasi mengenai program perlu dipelajari lebih jauh dan disesuaikan dengan kemampuan serta tujuan pendidikan masing-masing.

Ilmu Diharapkan Memberi Manfaat

Kesempatan belajar dan mengembangkan diri di tingkat global juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian pribadi.

Pelajar Muhammadiyah didorong membawa pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh untuk memberikan manfaat kepada lingkungan sekitar.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai pendidikan dalam Islam yang mendorong umat untuk mencari ilmu sekaligus mengamalkannya bagi kemaslahatan.

Dengan demikian, pendidikan di luar negeri maupun pengalaman mengikuti program internasional tidak hanya menjadi sarana memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan.

Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh juga diharapkan menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, dan bangsa.

Melalui kegiatan “Beyond Borders”, PP IPM mendorong pelajar untuk mulai melihat berbagai kemungkinan pendidikan dan pengembangan diri yang tersedia di tingkat global.

Keinginan tersebut perlu disertai dengan kemauan belajar, persiapan, serta keberanian mencoba ketika kesempatan tersedia.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Shalat Tidak Khusyuk, Apakah Ibadahnya Sah dan Diterima?
Aktual
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Muhammadiyah: Islam Beri Ruang Perbedaan Pemikiran Selama Tak Langgar Dalil yang Pasti
Aktual
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Garuda Indonesia Alihkan Penerbangan Jamaah Umrah ke Aceh
Aktual
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Assalamualaikum: Tulisan Arab, Latin, Arti, Jawaban, dan Keutamaannya
Doa Harian
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
4 Adab Utama saat Berdoa, Apakah Mengusap Wajah Setelah Selesai Wajib Dilakukan?
Aktual
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Surat Al Kahfi Lengkap 110 Ayat: Arab, Latin, Arti, dan Tafsir
Doa Harian
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Kumpulan Doa Saat Gunung Meletus untuk Memohon Perlindungan dan Keselamatan
Doa dan Niat
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Bencana Ini Musibah atau Azab? Simak Pengertian dan Perbedaannya dalam Islam
Aktual
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
4 Sikap yang Diajarkan Rasulullah SAW Saat Menghadapi Musibah
Aktual
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Cemas dan Stres Mendengar Kabar Bencana, Amalkan Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW
Doa dan Niat
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Anak Krakatau Erupsi, Ini Doa yang Dianjurkan Rasulullah Saat Gunung Meletus
Doa dan Niat
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa Saat Menghadapi Bencana Alam, Ini Bacaan yang Bisa Diamalkan Hari Ini
Doa dan Niat
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Di Tengah Pesatnya AI, Dunia Diingatkan untuk Tetap Menjaga Nilai Kemanusiaan
Aktual
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
1.344 Calon Petugas Haji Ikuti Tes CAT Serentak di 35 Titik BKN
Aktual
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Haedar Nashir Ungkap Alasan Muhammadiyah Tidak Memiliki Dewan Syuro
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar