Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Amalan Sunnah Setelah Shalat Wajib Sesuai Tuntunan Nabi SAW

Kompas.com, 7 September 2026, 15:17 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Setelah menunaikan shalatfardhu, seorang Muslim dianjurkan mengikuti sejumlah amalan sunnah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Amalan setelah shalat wajib tersebut mencakup sikap dan aktivitas yang dapat dilakukan sebelum meninggalkan tempat shalat atau melanjutkan ibadah berikutnya.

Baca juga: 5 Ibadah dan Aktivitas Selain Shalat yang Berkaitan dengan Arah Kiblat

5 Amalan Sunnah Setelah Shalat Wajib

Setelah salat wajib, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan Nabi SAW. Dilansir dari laman Muhammadiyah, berikut lima tuntunan yang dapat dilakukan seorang Muslim.

1. Duduk Sejenak Setelah Shalat Fardhu

Setelah shalat fardhu selesai, seorang Muslim dianjurkan untuk duduk sejenak dan tidak langsung meninggalkan tempat shalat.

Baca juga: Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Anjuran ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:

“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang di antara kamu salat, kemudian ia tetap duduk sebagaimana semula, maka malaikat senantiasa mendoakannya: ya Allah ampunilah dia, ya Allah sayangilah dia, selama ia belum berhadats atau berdiri”. (H.R. Al-Bukhari dan Ibnu Khuzaimah).

2. Bergeser ke Kanan atau Kiri

Amalan sunnah setelah shalat wajib berikutnya adalah bergeser ke sebelah kanan atau kiri setelah selesai menunaikan shalat fardhu. Hal ini sebagaimana hadis Nabi SAW yang diriwayatkan dari ‘Aisyah RA:

“Aku melihat Rasulullah SAW. minum dengan berdiri dan duduk, shalat dengan bersandal dan tanpa sandal, dan dia juga bergeser (setelah salat) ke sebelah kanan dan kiri”. (H.R. al-Nasa’i dan al-Thabrani).

Terdapat pula hadis lain yang menjelaskan praktik tersebut:

“Ketika Rasulullah SAW. mengimami kami, maka ia selalu bergeser ke kedua sampingnya, ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri”. (H.R. At-Tirmidzi).

3. Imam Menghadap Makmum Setelah Shalat

Seorang imam setelah menyelesaikan shalat hendaknya menghadap kepada makmum. Praktik tersebut dicontohkan Nabi SAW sebagaimana riwayat Samurah bin Jundub RA:

“Apabila kami shalat di belakang Rasulullah SAW kami paling senang berada di sebelah kanannya di mana ia menghadapkan wajahnya. Ia berkata: aku mendengar beliau berdo’a: ya Allah jagalah aku dari azabmu pada hari dibangkitkan dan dikumpulkan semua hamba-Mu”. (H.R. Muslim dan Abu dawud).

4. Berdzikir Setelah Shalat

Berdzikir setelah shalat merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan Nabi SAW. Tuntunan tersebut di antaranya diriwayatkan dari Tsauban RA:

“Apabila Rasulullah SAW selesai dari shalatnya ia beristighfar tiga kali, dan berdo’a: ya Allah Engkau adalah kedamaian, dan dariMu jua kedamaian, Engkau maha memberkahi, pemilik keagungan dan kemuliaan”. (H.R. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Sementara Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan al-Nasa’i menambah lafadz ‘ya’, sehingga (berarti) wahai pemilik keagungan dan kemuliaan).

5. Mengubah Posisi Sebelum Shalat Sunnah

Seorang yang telah selesai menunaikan shalat fardhu hendaknya tidak langsung meneruskan dengan shalat sunnah dalam posisi yang sama. Ia dianjurkan bergeser ke depan, ke belakang, ke kanan, atau ke kiri, maupun keluar atau berbicara terlebih dahulu.

Hal tersebut berdasarkan perintah Nabi SAW yang diriwayatkan Abdurrahman bin Tsabit RA:

“Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian selesai shalatwajib, lalu ia hendak shalat sunnah, maka hendaklah dia maju sedikit atau mundur sedikit, atau bergeser ke kanan atau ke kiri”.

Rangkaian amalan sunnah setelah shalat wajib menunjukkan adanya tuntutan dalam mengatur aktivitas setelah ibadah fardhu selesai.

Praktik tersebut juga mencakup hubungan seseorang dengan malaikat, jamaah, serta ibadah lanjutan yang akan dikerjakan.

Dengan mengikuti tuntunan Nabi SAW, seorang Muslim dapat menjaga kesinambungan ibadah setelah menyelesaikan shalat wajib.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Sumpah Pemuda 1928: Sosok Johan Machmoed Tjaja dan Peran Jong Islamieten Bond
Aktual
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Jadwal TKA Pesantren dan Madrasah Aliyah 2026 untuk Mapel Wajib, Pilihan, serta Ujian Susulan
Aktual
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Legislator Minta Ditjen Pesantren Perkuat 5 Aspek, dari Anggaran hingga Keamanan Santri
Aktual
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Jejak Santri dalam Sejarah Persatuan Indonesia
Aktual
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Hari Santri 2026, Menag Ajak ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
Aktual
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Zakat Akhir Tahun: Cara Menghitung, Nisab, dan Golongan Penerimanya
Aktual
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Alasan Shalat Istisqa Tetap Disunahkan Meski Hujan Telah Turun
Aktual
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan Turun dan Setelah Hujan Reda, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa Saat Hujan yang Diajarkan Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Niat
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Wisata Ramah Muslim di Jepang, dari Menikmati Ramen Halal hingga Berendam di Onsen
Aktual
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Menag Ajak Tradisikan Bersarung dan Berpeci sebagai Identitas Kebangsaan
Aktual
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Kemenag Gandeng Gus, Ning, dan Influencer dalam 5 Program Quick Win Pesantren
Aktual
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Ka'b bin Malik Sahabat yang Kisah Tobatnya Diabadikan dalam Al-Qur'an
Aktual
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Hukum Memelihara Anjing dalam Islam, Ini Dalil dan Pengecualiannya
Aktual
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Insentif Dosen Ma’had Aly 2026 Naik Lebih dari 200 Persen, Cair Akhir November
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar