Editor
KOMPAS.com - Setelah menunaikan shalatfardhu, seorang Muslim dianjurkan mengikuti sejumlah amalan sunnah sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW.
Amalan setelah shalat wajib tersebut mencakup sikap dan aktivitas yang dapat dilakukan sebelum meninggalkan tempat shalat atau melanjutkan ibadah berikutnya.
Baca juga: 5 Ibadah dan Aktivitas Selain Shalat yang Berkaitan dengan Arah Kiblat
Setelah salat wajib, ada sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan Nabi SAW. Dilansir dari laman Muhammadiyah, berikut lima tuntunan yang dapat dilakukan seorang Muslim.
Setelah shalat fardhu selesai, seorang Muslim dianjurkan untuk duduk sejenak dan tidak langsung meninggalkan tempat shalat.
Baca juga: Dzikir dan Doa Pagi Pembuka Pintu Rezeki, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Anjuran ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA:
“Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Apabila seseorang di antara kamu salat, kemudian ia tetap duduk sebagaimana semula, maka malaikat senantiasa mendoakannya: ya Allah ampunilah dia, ya Allah sayangilah dia, selama ia belum berhadats atau berdiri”. (H.R. Al-Bukhari dan Ibnu Khuzaimah).
Amalan sunnah setelah shalat wajib berikutnya adalah bergeser ke sebelah kanan atau kiri setelah selesai menunaikan shalat fardhu. Hal ini sebagaimana hadis Nabi SAW yang diriwayatkan dari ‘Aisyah RA:
“Aku melihat Rasulullah SAW. minum dengan berdiri dan duduk, shalat dengan bersandal dan tanpa sandal, dan dia juga bergeser (setelah salat) ke sebelah kanan dan kiri”. (H.R. al-Nasa’i dan al-Thabrani).
Terdapat pula hadis lain yang menjelaskan praktik tersebut:
“Ketika Rasulullah SAW. mengimami kami, maka ia selalu bergeser ke kedua sampingnya, ke sebelah kanan dan ke sebelah kiri”. (H.R. At-Tirmidzi).
Seorang imam setelah menyelesaikan shalat hendaknya menghadap kepada makmum. Praktik tersebut dicontohkan Nabi SAW sebagaimana riwayat Samurah bin Jundub RA:
“Apabila kami shalat di belakang Rasulullah SAW kami paling senang berada di sebelah kanannya di mana ia menghadapkan wajahnya. Ia berkata: aku mendengar beliau berdo’a: ya Allah jagalah aku dari azabmu pada hari dibangkitkan dan dikumpulkan semua hamba-Mu”. (H.R. Muslim dan Abu dawud).
Berdzikir setelah shalat merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan Nabi SAW. Tuntunan tersebut di antaranya diriwayatkan dari Tsauban RA:
“Apabila Rasulullah SAW selesai dari shalatnya ia beristighfar tiga kali, dan berdo’a: ya Allah Engkau adalah kedamaian, dan dariMu jua kedamaian, Engkau maha memberkahi, pemilik keagungan dan kemuliaan”. (H.R. Muslim, Abu Dawud dan Ibnu Majah).
Sementara Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan al-Nasa’i menambah lafadz ‘ya’, sehingga (berarti) wahai pemilik keagungan dan kemuliaan).
Seorang yang telah selesai menunaikan shalat fardhu hendaknya tidak langsung meneruskan dengan shalat sunnah dalam posisi yang sama. Ia dianjurkan bergeser ke depan, ke belakang, ke kanan, atau ke kiri, maupun keluar atau berbicara terlebih dahulu.
Hal tersebut berdasarkan perintah Nabi SAW yang diriwayatkan Abdurrahman bin Tsabit RA:
“Rasulullah SAW bersabda: Apabila salah seorang di antara kalian selesai shalatwajib, lalu ia hendak shalat sunnah, maka hendaklah dia maju sedikit atau mundur sedikit, atau bergeser ke kanan atau ke kiri”.
Rangkaian amalan sunnah setelah shalat wajib menunjukkan adanya tuntutan dalam mengatur aktivitas setelah ibadah fardhu selesai.
Praktik tersebut juga mencakup hubungan seseorang dengan malaikat, jamaah, serta ibadah lanjutan yang akan dikerjakan.
Dengan mengikuti tuntunan Nabi SAW, seorang Muslim dapat menjaga kesinambungan ibadah setelah menyelesaikan shalat wajib.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT