Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Syamsuri Firdaus dan Makna “Tijarotan Lan Tabur” di MTQ Nasional 2026

Kompas.com, 20 September 2026, 21:29 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Kemenag

KOMPAS.com - Malam penutupan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah, diwarnai lantunan ayat Al-Qur’an dari Syamsuri Firdaus, qari terbaik putra.

Surah Fāṭir ayat 29 hingga 32 yang dibacakannya membawa pesan tentang membaca, mengamalkan Al-Qur’an, dan “perniagaan” yang tidak akan pernah merugi.

Baca juga: Jakarta Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional XXXII 2027

Syamsuri Firdaus Juara 1 Tilawah Dewasa Putra

Syamsuri Firdaus merupakan qari asal DKI Jakarta yang meraih Terbaik 1 atau Juara 1 cabang Tilawah Dewasa Putra pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang.

Ia membacakan Surah Fāṭir ayat 29 hingga 32 pada malam penutupan MTQ Nasional 2026. Prestasi tersebut menempatkan Syamsuri di posisi teratas, mengungguli M.

Reza Maulana Nurdin dari Jawa Barat sebagai Terbaik 2 dan Ari Wicaksono dari Sumatera Selatan sebagai Terbaik 3.

Baca juga: Kalimantan Timur Jadi Juara Umum, Cek Daftar Lengkap 10 Besar MTQ Nasional XXXI 2026

Capaian tersebut menambah deretan prestasi Syamsuri Firdaus di panggung tilawatil Qur'an, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Makna “Tijarotan Lan Tabur”, Perniagaan yang Tak Pernah Merugi

Salah satu bagian ayat yang dilantunkan Syamsuri adalah “Tijārotan lan tabūr”, yang berarti perniagaan yang tidak akan pernah merugi.

Pesan tersebut terdapat dalam Surah Fāṭir ayat 29 yang berbunyi:

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS Fāṭir: 29)

Ayat selanjutnya menyebutkan bahwa Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambahkan karunia-Nya.

Pesan tersebut memiliki kaitan dengan perjalanan para peserta MTQ Nasional 2026. Selama pelaksanaan MTQ, para qari, qariah, hafiz, hafizah, mufasir, dan peserta dari berbagai daerah di Indonesia datang membawa kemampuan serta ikhtiar terbaik mereka.

Sebagian peserta pulang dengan gelar juara, sementara sebagian lainnya belum berhasil mencapai posisi teratas.

Ada nama yang diumumkan di atas panggung, tetapi ada pula peserta yang perjuangannya berakhir sebelum babak final.

Namun, pesan Surah Fāṭir mengingatkan bahwa keberhasilan bersama Al-Qur’an tidak semata-mata diukur dari hasil perlombaan. Membaca, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur’an menjadi bagian dari “tijārotan lan tabūr”, sebuah perniagaan yang tidak mengenal kerugian.

Al-Qur’an dan Amanah sebagai Pewaris Kitab Suci

Pesan tersebut berlanjut ketika Syamsuri membaca Surah Fāṭir ayat 31. Dalam ayat itu, Al-Qur’an ditegaskan sebagai kebenaran yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya.

Kemudian, Surah Fāṭir ayat 32 mengingatkan manusia mengenai amanah sebagai pewaris Kitab Suci.

“Kemudian, Kitab Suci itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami...”

Ayat tersebut kemudian menyebutkan tiga keadaan manusia dalam menjalankan amanah itu.

Ada yang menzalimi dirinya sendiri, ada yang berada di pertengahan, dan ada pula yang berlomba lebih dahulu dalam kebaikan dengan izin Allah.

Lantunan Syamsuri pada malam penutupan MTQ Nasional 2026 pun membawa kembali perhatian pada makna utama Al-Qur’an di tengah sebuah ajang perlombaan.

MTQ memang menghadirkan juara, nilai, peringkat, dan penghargaan. Namun, setelah panggung ditutup dan para kafilah kembali ke daerah masing-masing, perjalanan bersama Al-Qur’an masih terus berlangsung.

Pertanyaannya bukan hanya siapa yang menjadi juara, tetapi bagaimana ayat-ayat yang dibaca di atas panggung kemudian hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Pada titik itu, kemenangan tidak berhenti pada pengumuman juara. Nilai Al-Qur’an juga tercermin ketika ayat yang dilantunkan dengan indah diwujudkan menjadi kebaikan setelah lampu-lampu MTQ dipadamkan.

Pesan tersebut kembali pada satu penggalan ayat yang dilantunkan Syamsuri:

“Tijārotan lan tabūr.” Perniagaan yang tidak akan pernah merugi.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Menko Airlangga: Ekonomi Syariah Perlu Diperkuat untuk Dorong Pertumbuhan Inklusif
Aktual
Konsumsi Rumah Tangga Muslim Capai Rp5.974 Triliun, Jadi Penopang Industri Halal RI
Konsumsi Rumah Tangga Muslim Capai Rp5.974 Triliun, Jadi Penopang Industri Halal RI
Aktual
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Kemenag Kaji Pembentukan Satgas Penanggulangan Bencana Berjenjang hingga Tingkat KUA
Aktual
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Wamenag Soroti Pembebasan Bersyarat Bechi, Singgung Perlindungan Korban dan Keamanan Santri
Aktual
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Kafilah Jateng Dapat Bonus Uang Pembinaan hingga Umrah Setelah Raih 36 Gelar di MTQ Nasional XXXI
Aktual
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Kemenag: 43,7 Juta Mustahik Terjangkau Zakat Sepanjang 2025
Aktual
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Khutbah Jumat: Jangan Biarkan Korban Bencana Berjuang Sendiri
Aktual
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Apa Makna Keramat dalam Islam? Ini Penjelasan Al-Hikam
Aktual
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Sejarah Arab Saudi: Dari Rute Rahasia di Gurun hingga Merebut Riyadh
Aktual
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al-Madani Wafat, Pernah Menangis Saat Azan di Depan Ka'bah
Aktual
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Empati Jadi Bekal Pemimpin, Gita Wirjawan: Jangan Remehkan Kekuatannya
Aktual
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Jadwal Sholat Kota Denpasar September 2026, Lengkap dari Kemenag
Aktual
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Zakat Jangkau 43,7 Juta Mustahik, Bagaimana Bantuan Bisa Membuka Peluang Usaha?
Aktual
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
GP Ansor Bentuk Satgas Aksi Kemanusiaan 2026, Bersih-bersih Sungai hingga Tangani Bencana
Aktual
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Pernah Zina, Haruskah Jujur kepada Calon Suami atau Istri?
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar