Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Di Darul Amanah, Taj Yasin Ajak Santri Pramuka Jadi Pemimpin yang Berempati

Kompas.com, 29 September 2026, 07:15 WIB
Reni Susanti

Editor


KENDAL, KOMPAS.com — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengajak santri yang aktif dalam Gerakan Pramuka menyiapkan diri menjadi pemimpin yang jujur, berempati, dan menghormati guru.

Menurut Taj Yasin, pendidikan pesantren dan kegiatan Pramuka dapat saling menguatkan. Kedisiplinan yang dilatih melalui Pramuka perlu berjalan bersama adab, kepedulian, dan nilai-nilai spiritual yang ditanamkan di pesantren.

Pesan itu disampaikan Taj Yasin dalam sesi Jumpa Tokoh Perkemahan Wirakarya Daerah (PWD) XI Kwartir Daerah Jawa Tengah di Pondok Pesantren Darul Amanah, Sukorejo, Kendal, Senin malam (28/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri anggota Pramuka Penegak dan Pandega serta para santri.

“Pramuka ini bukan hanya di sekolah umum, tetapi sekarang sudah masuk dan berkembang pesat di pondok-pondok pesantren. Organisasi ini paling diminati oleh siswa dan santri. Potensi raksasa di Jawa Tengah ini harus kita siapkan betul untuk melahirkan pemimpin masa depan,” kata Taj Yasin dalam rilisnya. 

Baca juga: Ribuan Pramuka se-Jateng Ikuti Wira Karya XI di Darul Amanah, Belajar Kepemimpinan hingga Pengabdian

Taj Yasin, yang juga Wakil Ketua Majelis Pembimbing Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah, mengatakan para santri Pramuka saat ini akan berada pada usia produktif ketika Indonesia memasuki tahun 2045.

Karena itu, pembentukan karakter kepemimpinan perlu dimulai sejak sekarang.

“Tahun 2045, pada momen Indonesia Emas, kalian para santri dan Pramuka inilah yang nanti akan menjadi pemimpin-pemimpin di negara Republik Indonesia. Kita menyiapkan pemimpin mulai dari tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota, hingga ke tingkat desa,” ujarnya.

Adab dalam Menuntut Ilmu

Salah satu bekal yang ia tekankan adalah adab dalam menuntut ilmu. Taj Yasin mengajak para peserta meneladani penghormatan ulama kepada guru dan membiasakan diri mendengar arahan pembina tanpa mengedepankan ego.

“Di dunia pesantren, pondasi utamanya adalah ketaatan dan takzim kepada guru. Imam Syafi'i dan Imam Bukhari bisa menjadi tokoh besar karena taat dan patuh pada arahan gurunya. Ini yang harus diterapkan dalam kepemimpinan Pramuka pesantren: jangan menonjolkan ego, tetapi dengarkan arahan pembina, senior, dan guru-guru kita,” tutur dia.

Baca juga: Mengapa Amanah Jadi Syarat Utama Seorang Pemimpin? Ini Dalilnya

Selain adab, Taj Yasin menyebut integritas, empati, dan keteladanan sebagai bekal penting seorang pemimpin. Ia mengajak santri Pramuka menumbuhkan kepedulian dengan mendengar persoalan orang lain dan membiasakan diri bertanggung jawab, termasuk dalam hal-hal kecil.

“Indonesia harus dibangun dengan hati melalui karakter pemimpinnya. Pemimpin tidak boleh otoriter, harus jujur, memiliki empati, dan berani mengambil keputusan berisiko demi kemaslahatan umat. Sebagai santri Pramuka, mari kita mulai dari perkara-perkara kecil. Biasakan hal kecil itu dengan disiplin, sehingga pekerjaan besar nantinya akan terukur,” tutur Taj Yasin.

Kader Pramuka Pembela Umat

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah KH Muhammad Fatwa berharap perkemahan tersebut menjadi ruang silaturahmi, pembinaan kepemimpinan, sekaligus sarana dakwah.

Ia berharap para peserta dapat membawa nilai yang mereka pelajari selama perkemahan ke tengah masyarakat.

“Terus insya Allah hasil dari perkemahan ini mencetak kader-kader terbaik Pramuka se-Jawa Tengah untuk membela negara dan membela umat,” kata Muhammad Fatwa.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Taj Yasin di Pondok Pesantren Darul Amanah.

Menurutnya, perhatian tersebut menjadi penyemangat bagi para peserta untuk terus berkegiatan dan kelak berkontribusi kepada masyarakat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
 Sedekah atas Nama Orangtua yang Sudah Meninggal, Apakah Sampai Pahalanya?
Sedekah atas Nama Orangtua yang Sudah Meninggal, Apakah Sampai Pahalanya?
Aktual
Jumat Pertama Oktober, Amalan Apa yang Dianjurkan dalam Islam?
Jumat Pertama Oktober, Amalan Apa yang Dianjurkan dalam Islam?
Aktual
Tips Menguatkan Hafalan dalam Islam, Belajar Bertahap dan Jaga Adab
Tips Menguatkan Hafalan dalam Islam, Belajar Bertahap dan Jaga Adab
Aktual
Kemenag: Cinta Tanah Air Bukan Sekadar Simbol, Santri Harus Peduli Lingkungan
Kemenag: Cinta Tanah Air Bukan Sekadar Simbol, Santri Harus Peduli Lingkungan
Aktual
Khutbah Jumat Rabiul Akhir: Teladan Rasulullah dalam Mencegah Konflik
Khutbah Jumat Rabiul Akhir: Teladan Rasulullah dalam Mencegah Konflik
Aktual
Mengapa Orang Baik Tetap Diuji? Simak Penjelasan Hadis Nabi
Mengapa Orang Baik Tetap Diuji? Simak Penjelasan Hadis Nabi
Aktual
MUI: Menunda Wajib Halal Berarti Menunda Hak Masyarakat
MUI: Menunda Wajib Halal Berarti Menunda Hak Masyarakat
Aktual
Isu Rumah Rais Aam PBNU Punya Lift, Kiai Imam Jazuli Ungkap Hasil Tabayun Langsung
Isu Rumah Rais Aam PBNU Punya Lift, Kiai Imam Jazuli Ungkap Hasil Tabayun Langsung
Aktual
Foto Teman Sekolah Diubah AI Jadi Konten Seksual, MUI Ingatkan Adab
Foto Teman Sekolah Diubah AI Jadi Konten Seksual, MUI Ingatkan Adab
Aktual
UIN Sunan Kalijaga Peringkat Kedua Nasional di THE WUR 2027, Tepat di Bawah UI
UIN Sunan Kalijaga Peringkat Kedua Nasional di THE WUR 2027, Tepat di Bawah UI
Aktual
Kiai Musthofa Aqil Ingatkan Pengurus PBNU: Jangan Lupakan Palestina
Kiai Musthofa Aqil Ingatkan Pengurus PBNU: Jangan Lupakan Palestina
Aktual
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
PBNU 2026–2031 Berisi 210 Pengurus, Pelantikan Ditargetkan Sekitar Hari Santri
PBNU 2026–2031 Berisi 210 Pengurus, Pelantikan Ditargetkan Sekitar Hari Santri
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober 2026
Aktual
Susunan Kepengurusan Diresmikan, PBNU Targetkan Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari Kerja
Susunan Kepengurusan Diresmikan, PBNU Targetkan Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari Kerja
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar