Editor
KOMPAS.com - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober untuk mengenang perjuangan bangsa dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara.
Peringatan pada Kamis (1/10/2026) ini juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa 30 September 1965.
Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyediakan pedoman penyelenggaraan upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 sebagai acuan pelaksanaan peringatan.
Baca juga: Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Tahun ini, tema yang diusung adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Selain pembacaan ikrar dan doa, amanat pembina upacara menjadi bagian penting untuk menyampaikan pesan tentang sejarah, ideologi Pancasila, dan semangat persatuan.
Baca juga: Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud
Berikut contoh teks amanat yang dapat digunakan dalam upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di kantor, sekolah, dan kantor kelurahan.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita dapat mengikuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dalam keadaan sehat. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para Pahlawan Revolusi dalam mempertahankan ideologi Pancasila.
Pada 1 Oktober, kita kembali diingatkan bahwa Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peristiwa sejarah yang melatarbelakangi Hari Kesaktian Pancasila mengajarkan bahwa ideologi negara harus dijaga dari berbagai ancaman yang dapat merusak persatuan bangsa. Pengorbanan para Pahlawan Revolusi hendaknya menjadi pengingat bagi kita untuk terus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, mengandung pesan bahwa persatuan merupakan kekuatan dalam mencapai cita-cita nasional. Nilai-nilai Pancasila harus tercermin dalam sikap saling menghormati, mengutamakan musyawarah, dan menjunjung keadilan. Perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kepentingan bersama.
Sebagai aparatur dan bagian dari lingkungan kerja, kita memiliki tanggung jawab untuk mengamalkan Pancasila melalui disiplin, integritas, dan pelayanan yang adil. Setiap pekerjaan hendaknya dilaksanakan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat serta menjunjung tinggi tanggung jawab. Dengan demikian, pengamalan Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi hadir dalam tindakan nyata.
Mari kita jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga ideologi negara dan persatuan Indonesia. Semoga semangat para Pahlawan Revolusi menginspirasi kita untuk bekerja dengan tulus, profesional, dan bertanggung jawab. Demikian amanat yang dapat saya sampaikan, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Siswa dan siswi yang saya banggakan, hari ini kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum mengenang sejarah perjuangan bangsa. Kita juga mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang gugur dalam mempertahankan Pancasila sebagai ideologi negara.
Pancasila bukan sekadar lima sila yang harus dihafalkan, melainkan pedoman yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai pelajar, kalian dapat mengamalkannya dengan menghormati guru, menghargai teman, menaati aturan, dan tidak membeda-bedakan orang lain. Sikap saling menghormati merupakan salah satu bentuk nyata menjaga persatuan Indonesia.
Perjuangan para Pahlawan Revolusi mengajarkan bahwa mempertahankan bangsa dan negara membutuhkan keberanian serta pengorbanan. Sebagai generasi penerus, tugas kalian adalah menjaga nilai-nilai Pancasila melalui pendidikan, prestasi, dan perilaku yang baik. Jangan sampai perbedaan suku, agama, maupun pendapat membuat kita saling bermusuhan.
Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026 adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema ini mengingatkan kita bahwa persatuan harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk sekolah. Hindari perundungan, bangun kebersamaan, dan jadilah teman yang saling mendukung.
Siswa dan siswi harapan bangsa, mari kita isi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh dan mengembangkan kemampuan diri. Jadilah generasi yang mencintai tanah air, memahami sejarah bangsa, serta menjadikan Pancasila sebagai pedoman hidup. Semoga semangat Hari Kesaktian Pancasila terus tumbuh dalam diri kita, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Marilah kita bersyukur karena dapat mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 dengan tertib. Pada kesempatan ini, kita mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam mempertahankan Pancasila.
Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita akan pentingnya menjaga Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Lima sila Pancasila bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diterapkan dalam tindakan sehari-hari. Menghargai perbedaan, bersikap adil, dan menjaga persatuan merupakan bagian dari pengamalannya.
Para Pahlawan Revolusi telah memberikan teladan tentang pengorbanan untuk bangsa dan negara. Sebagai pelajar, kita dapat meneruskan semangat tersebut dengan belajar tekun, menaati aturan, dan menjaga nama baik sekolah. Jangan mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat memecah belah persaudaraan.
Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”. Tema tersebut mengajak kita untuk menjadikan persatuan sebagai kekuatan dalam membangun masa depan Indonesia. Mari kita mulai dengan saling menghormati dan membantu sesama teman.
Mari jadikan Hari Kesaktian Pancasila sebagai pengingat untuk terus mencintai bangsa dan negara. Jadilah generasi yang berkarakter, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila. Demikian amanat yang dapat saya sampaikan, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.
Bapak, Ibu, serta seluruh peserta upacara yang saya hormati, marilah kita bersyukur karena dapat memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang telah berkorban demi mempertahankan ideologi Pancasila.
Sejarah Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa Pancasila merupakan fondasi penting bagi keutuhan bangsa Indonesia. Nilai-nilainya menjadi pedoman dalam menjaga kerukunan di tengah masyarakat yang memiliki beragam latar belakang. Karena itu, semangat persatuan harus terus dirawat mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat.
Tema peringatan tahun ini, “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam mencapai cita-cita bangsa. Semangat tersebut dapat diwujudkan melalui gotong royong, musyawarah, kepedulian sosial, dan sikap saling menghormati. Kita perlu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Di lingkungan kelurahan, pengamalan Pancasila dapat dilakukan melalui kerja sama antara aparatur dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta kerukunan. Pelayanan publik juga harus dilaksanakan secara adil tanpa membedakan latar belakang warga. Dengan semangat kebersamaan, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.
Mari kita terus menjaga warisan perjuangan para Pahlawan Revolusi dengan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum memperkuat gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap sesama. Demikian amanat yang dapat saya sampaikan, Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.