Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dibuka dengan Salam Lintas Agama

Kompas.com, 30 September 2026, 20:09 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober dan pada 2026 jatuh pada Kamis, 1 Oktober.

Peringatan tersebut menjadi salah satu momentum untuk menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca juga: Teks Ikrar, Doa, dan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Kementerian Kebudayaan juga menerbitkan pedoman penyelenggaraan upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 yang dapat menjadi acuan pelaksanaan di lingkungan instansi maupun satuan kerja.

Tema yang diusung pada peringatan tahun ini adalah “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”

Baca juga: Teks Ikrar dan Doa Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 Resmi Kemenbud

Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026

Bagi pembina upacara yang membutuhkan referensi, berikut contoh teks amanat yang dapat disesuaikan dengan lingkungan pelaksanaan upacara.

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kantor

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Marilah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena pada hari ini kita dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 dalam keadaan sehat dan tertib. Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali menghayati nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Di lingkungan kerja, nilai-nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap saling menghormati, bekerja sama, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. Setiap tugas yang kita jalankan hendaknya dilakukan dengan mengedepankan kepentingan masyarakat dan negara.

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, mengingatkan kita bahwa persatuan merupakan bagian penting dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Karena itu, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang dalam melaksanakan tugas dan membangun kerja sama. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mencapai tujuan bersama.

Mari kita jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dengan integritas, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Semoga nilai-nilai Pancasila senantiasa tercermin dalam setiap pekerjaan dan pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat. Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Sekolah

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Anak-anak yang saya banggakan, hari ini kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai salah satu momentum untuk mengingat pentingnya Pancasila dalam kehidupan bangsa Indonesia. Kita patut bersyukur karena dapat mengikuti upacara ini dengan tertib dan penuh penghormatan.

Sebagai pelajar, kalian memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Hal tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menghormati guru dan teman, tidak membeda-bedakan orang lain, menaati aturan sekolah, serta menjaga kerukunan. Sikap tersebut merupakan bagian dari upaya menerapkan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut mengajak kita untuk memahami bahwa persatuan harus terus dijaga oleh seluruh masyarakat, termasuk generasi muda. Karena itu, jangan mudah terpecah oleh perbedaan suku, agama, budaya, maupun pendapat.

Anak-anak yang saya banggakan, mari kita jadikan peringatan ini sebagai pengingat untuk terus belajar, berprestasi, dan memiliki karakter yang baik. Jadilah generasi yang mampu menghargai perbedaan sekaligus menjaga persatuan Indonesia. Semoga semangat Pancasila selalu menjadi pedoman dalam setiap langkah kita. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Sekolah yang Singkat

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Anak-anak yang saya banggakan, pada hari ini kita memperingati Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk mengingat kembali pentingnya Pancasila bagi kehidupan bangsa Indonesia. Peringatan ini juga menjadi pengingat agar kita terus menjaga persatuan.

Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan mulai dari lingkungan sekolah. Menghormati guru, menghargai teman, menaati peraturan, menjaga kebersihan, serta tidak melakukan perundungan merupakan contoh sederhana pengamalan Pancasila. Sikap tersebut perlu dilakukan secara konsisten, bukan hanya ketika mengikuti upacara.

Tahun ini, Hari Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Sebagai pelajar, mari kita ikut menjaga persatuan dengan menghargai perbedaan dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memecah belah. Gunakan perbedaan sebagai kesempatan untuk belajar dan saling menghargai.

Mari kita isi masa belajar dengan kegiatan yang positif dan terus berusaha menjadi pelajar yang berprestasi serta berkarakter. Jadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bersikap kepada guru, teman, keluarga, dan masyarakat. Demikian amanat yang dapat saya sampaikan. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Contoh Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Kantor Kelurahan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, salam sejahtera bagi kita semua, Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Bapak, Ibu, serta seluruh peserta upacara yang saya hormati, pada hari ini kita bersama-sama memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2026. Momentum ini hendaknya kita gunakan untuk memperkuat semangat persatuan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Di tengah kehidupan masyarakat yang beragam, Pancasila menjadi landasan untuk membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai. Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui gotong royong, kepedulian terhadap sesama, musyawarah, serta sikap adil dalam kehidupan bermasyarakat. Pemerintah dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kerukunan di lingkungan masing-masing.

Tema Hari Kesaktian Pancasila 2026, “Pancasila Pemersatu Bangsa menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, menjadi pengingat bahwa persatuan harus terus dirawat. Dari lingkungan kelurahan, semangat tersebut dapat diwujudkan dengan memperkuat kebersamaan dan menyelesaikan berbagai persoalan melalui komunikasi serta musyawarah. Dengan demikian, kehidupan masyarakat dapat berjalan secara tertib, aman, dan harmonis.

Mari kita jadikan peringatan Hari Kesaktian Pancasila sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian, gotong royong, dan semangat kebersamaan. Bagi aparatur, mari kita terus memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan mengedepankan kepentingan bersama. Semoga nilai-nilai Pancasila senantiasa menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Susunan Kepengurusan Diresmikan, PBNU Targetkan Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari Kerja
Susunan Kepengurusan Diresmikan, PBNU Targetkan Rekonsiliasi ke Daerah dalam 100 Hari Kerja
Aktual
Gus Kikin Tegaskan Khidmah PBNU 2026-2031 Berlandaskan Qanun Asasi
Gus Kikin Tegaskan Khidmah PBNU 2026-2031 Berlandaskan Qanun Asasi
Aktual
Daftar Lengkap Susunan Kepengurusan PBNU 2026–2031
Daftar Lengkap Susunan Kepengurusan PBNU 2026–2031
Aktual
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Contoh Teks Amanat Pembina Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Dibuka dengan Salam Lintas Agama
Aktual
PBNU Gelar Istighosah dan Doa Bersama Jelang Pengumuman Pengurus 2026-2031
PBNU Gelar Istighosah dan Doa Bersama Jelang Pengumuman Pengurus 2026-2031
Aktual
Hubungan Al-Qur'an dan Pancasila Menurut Penjelasan Muhammadiyah, dari Sila Pertama sampai Kelima
Hubungan Al-Qur'an dan Pancasila Menurut Penjelasan Muhammadiyah, dari Sila Pertama sampai Kelima
Aktual
Teks Ikrar, Doa, dan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Teks Ikrar, Doa, dan Susunan Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Aktual
Kisah Abdullah bin Mas'ud, Sahabat yang Menjadi Rujukan Ilmu Al-Qur'an
Kisah Abdullah bin Mas'ud, Sahabat yang Menjadi Rujukan Ilmu Al-Qur'an
Aktual
Contoh Doa Resmi dan Singkat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Contoh Doa Resmi dan Singkat Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026
Aktual
Apa Bedanya Sedekah, Infak, dan Hibah? Jangan Sampai Keliru
Apa Bedanya Sedekah, Infak, dan Hibah? Jangan Sampai Keliru
Aktual
Bolehkah Membaca Al-Qur'an dari HP Saat Shalat? Ini Penjelasannya
Bolehkah Membaca Al-Qur'an dari HP Saat Shalat? Ini Penjelasannya
Aktual
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026-2031 Malam Ini
PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026-2031 Malam Ini
Aktual
Bisakah Menikah Kembali Setelah Talak Tiga? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Bisakah Menikah Kembali Setelah Talak Tiga? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Aktual
Kemenag Salurkan Rp 65,2 Miliar untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh
Kemenag Salurkan Rp 65,2 Miliar untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh
Aktual
Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasannya
Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar