Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kisah Abdullah bin Mas'ud, Sahabat yang Menjadi Rujukan Ilmu Al-Qur'an

Kompas.com, 30 September 2026, 15:56 WIB
Puji Sri Rahayu,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Abdullah bin Mas'ud merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedudukan penting dalam pembelajaran Al-Qur'an. Ia dikenal dekat dengan Rasulullah dan termasuk sahabat yang mendapat kepercayaan dalam mengajarkan bacaan Al-Qur'an.

Kedudukannya sebagai rujukan bacaan Al-Qur'an bukan sekadar kisah dalam biografi. Dalam Sahih al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW secara khusus menyebut Abdullah bin Mas'ud sebagai salah satu dari empat sahabat yang dapat menjadi rujukan dalam mempelajari Al-Qur'an.

Siapa Abdullah bin Mas'ud?

Ibn Sa'd dalam At-Thabaqat al-Kubra mencatat nama Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib al-Hudzali dengan kunyah Abu Abdurrahman. Ia berasal dari Bani Hudzail dan termasuk sahabat yang lebih dahulu memeluk Islam.

Baca juga: Apa Bedanya Sedekah, Infak, dan Hibah? Jangan Sampai Keliru

Riwayat dalam At-Thabaqat juga menyebut Abdullah bin Mas'ud pernah menggembalakan kambing milik Uqbah bin Abi Mu'ayth ketika bertemu Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari riwayat awal kehidupannya sebelum kedekatannya dengan Nabi semakin kuat.

Termasuk Sahabat yang Awal Memeluk Islam

At-Thabaqat al-Kubra mencatat sejumlah riwayat mengenai masuk Islamnya Abdullah bin Mas'ud. Salah satunya menyebut ia telah memeluk Islam sebelum Rasulullah SAW memasuki Darul Arqam.

Ibn Sa'd juga mencatat riwayat bahwa Abdullah bin Mas'ud termasuk orang yang pertama kali menampakkan bacaan Al-Qur'an di Mekkah. Riwayat lain menyebut ia melakukan hijrah ke Habasyah dan kemudian hijrah ke Madinah.

Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Quran dari HP Saat Shalat? Ini Penjelasannya

Nabi Menjadikannya Rujukan Al-Qur'an

Kedudukan Abdullah bin Mas'ud dalam ilmu Al-Qur'an ditegaskan dalam Sahih al-Bukhari. Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ ـ فَبَدَأَ بِهِ ـ وَسَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ، وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ

Khudzul-Qur'ana min arba'atin: min 'Abdillahi bin Mas'udin, fabada'a bihi, wa Salimin maula Abi Hudzaifah, wa Mu'adz bin Jabal, wa Ubay bin Ka'b.

Artinya: “Ambillah Al-Qur'an dari empat orang: Abdullah bin Mas'ud, dan beliau memulainya, Salim maula Abu Hudzaifah, Mu'adz bin Jabal, dan Ubay bin Ka'b.” (Sahih al-Bukhari 3808).

Hadis tersebut menjadi dasar kuat mengenai kedudukan Abdullah bin Mas'ud dalam pengajaran bacaan Al-Qur'an. Penyebutan namanya pada urutan pertama juga menunjukkan perhatian Nabi terhadap kapasitasnya dalam bidang tersebut.

Baca juga: PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026-2031 Malam Ini

Belajar Al-Qur'an dari Nabi

Kedekatan Abdullah bin Mas'ud dengan Rasulullah menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan keilmuannya. Ia tidak hanya hidup pada masa Nabi, tetapi juga menyaksikan dan mempelajari langsung ajaran yang disampaikan Rasulullah.

Karena itu, kedudukannya sebagai pengajar Al-Qur'an tidak berdiri sendiri. Ia berada dalam rangkaian transmisi ilmu dari generasi sahabat yang menerima bacaan dan ajaran langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Mengikuti Berbagai Peristiwa Bersama Nabi

At-Thabaqat al-Kubra mencatat Abdullah bin Mas'ud mengikuti sejumlah peperangan bersama Rasulullah SAW, termasuk Perang Badar. Ia juga disebut hadir dalam Uhud, Khandaq, dan berbagai peperangan lainnya.

Baca juga: Bisakah Menikah Kembali Setelah Talak Tiga? Ini Penjelasan dan Syaratnya

Kehadirannya dalam berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perannya di tengah kaum Muslimin tidak terbatas pada pengajaran Al-Qur'an. Ia juga menjadi bagian dari komunitas Muslim pada masa Nabi dan mengalami langsung berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam awal.

Ilmu Al-Qur'an Menjadi Warisannya

Al-Qur'an sendiri memerintahkan pembacaan yang dilakukan secara tartil. Allah berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Wa rattilil-qur'āna tartīlā.

Artinya: “Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” (QS Al-Muzzammil: 4).

Ayat ini menjadi dasar pentingnya membaca Al-Qur'an dengan baik dan teratur. Dalam konteks Abdullah bin Mas'ud, hadis Nabi tentang empat sahabat menunjukkan bahwa pembelajaran bacaan Al-Qur'an pada masa awal Islam berlangsung melalui pengajaran dari orang-orang yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah.

Baca juga: Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasannya

Pelajaran dari Abdullah bin Mas'ud

Kisah Abdullah bin Mas'ud menunjukkan bahwa kedekatan dengan ilmu membutuhkan proses belajar dan pengajaran yang bersambung. Kedudukannya sebagai rujukan Al-Qur'an disebut secara langsung dalam hadis Nabi, sehingga tidak perlu ditopang oleh kisah-kisah populer yang tidak jelas sumbernya.

Bagi Muslim masa kini, keteladanan Abdullah bin Mas'ud dapat diterapkan dengan mempelajari Al-Qur'an dari sumber dan guru yang memiliki kompetensi, memperhatikan ketepatan bacaan, serta tidak berhenti pada membaca tanpa berusaha memahami dan mengamalkannya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar