KOMPAS.com - Abdullah bin Mas'ud merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedudukan penting dalam pembelajaran Al-Qur'an. Ia dikenal dekat dengan Rasulullah dan termasuk sahabat yang mendapat kepercayaan dalam mengajarkan bacaan Al-Qur'an.
Kedudukannya sebagai rujukan bacaan Al-Qur'an bukan sekadar kisah dalam biografi. Dalam Sahih al-Bukhari, Nabi Muhammad SAW secara khusus menyebut Abdullah bin Mas'ud sebagai salah satu dari empat sahabat yang dapat menjadi rujukan dalam mempelajari Al-Qur'an.
Ibn Sa'd dalam At-Thabaqat al-Kubra mencatat nama Abdullah bin Mas'ud bin Ghafil bin Habib al-Hudzali dengan kunyah Abu Abdurrahman. Ia berasal dari Bani Hudzail dan termasuk sahabat yang lebih dahulu memeluk Islam.
Baca juga: Apa Bedanya Sedekah, Infak, dan Hibah? Jangan Sampai Keliru
Riwayat dalam At-Thabaqat juga menyebut Abdullah bin Mas'ud pernah menggembalakan kambing milik Uqbah bin Abi Mu'ayth ketika bertemu Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut menjadi bagian dari riwayat awal kehidupannya sebelum kedekatannya dengan Nabi semakin kuat.
At-Thabaqat al-Kubra mencatat sejumlah riwayat mengenai masuk Islamnya Abdullah bin Mas'ud. Salah satunya menyebut ia telah memeluk Islam sebelum Rasulullah SAW memasuki Darul Arqam.
Ibn Sa'd juga mencatat riwayat bahwa Abdullah bin Mas'ud termasuk orang yang pertama kali menampakkan bacaan Al-Qur'an di Mekkah. Riwayat lain menyebut ia melakukan hijrah ke Habasyah dan kemudian hijrah ke Madinah.
Baca juga: Bolehkah Membaca Al-Quran dari HP Saat Shalat? Ini Penjelasannya
Kedudukan Abdullah bin Mas'ud dalam ilmu Al-Qur'an ditegaskan dalam Sahih al-Bukhari. Abdullah bin Amr meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
خُذُوا الْقُرْآنَ مِنْ أَرْبَعَةٍ مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ ـ فَبَدَأَ بِهِ ـ وَسَالِمٍ مَوْلَى أَبِي حُذَيْفَةَ، وَمُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، وَأُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ
Khudzul-Qur'ana min arba'atin: min 'Abdillahi bin Mas'udin, fabada'a bihi, wa Salimin maula Abi Hudzaifah, wa Mu'adz bin Jabal, wa Ubay bin Ka'b.
Artinya: “Ambillah Al-Qur'an dari empat orang: Abdullah bin Mas'ud, dan beliau memulainya, Salim maula Abu Hudzaifah, Mu'adz bin Jabal, dan Ubay bin Ka'b.” (Sahih al-Bukhari 3808).
Hadis tersebut menjadi dasar kuat mengenai kedudukan Abdullah bin Mas'ud dalam pengajaran bacaan Al-Qur'an. Penyebutan namanya pada urutan pertama juga menunjukkan perhatian Nabi terhadap kapasitasnya dalam bidang tersebut.
Baca juga: PBNU Umumkan Susunan Kepengurusan 2026-2031 Malam Ini
Kedekatan Abdullah bin Mas'ud dengan Rasulullah menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan keilmuannya. Ia tidak hanya hidup pada masa Nabi, tetapi juga menyaksikan dan mempelajari langsung ajaran yang disampaikan Rasulullah.
Karena itu, kedudukannya sebagai pengajar Al-Qur'an tidak berdiri sendiri. Ia berada dalam rangkaian transmisi ilmu dari generasi sahabat yang menerima bacaan dan ajaran langsung dari Nabi Muhammad SAW.
At-Thabaqat al-Kubra mencatat Abdullah bin Mas'ud mengikuti sejumlah peperangan bersama Rasulullah SAW, termasuk Perang Badar. Ia juga disebut hadir dalam Uhud, Khandaq, dan berbagai peperangan lainnya.
Baca juga: Bisakah Menikah Kembali Setelah Talak Tiga? Ini Penjelasan dan Syaratnya
Kehadirannya dalam berbagai peristiwa tersebut menunjukkan bahwa perannya di tengah kaum Muslimin tidak terbatas pada pengajaran Al-Qur'an. Ia juga menjadi bagian dari komunitas Muslim pada masa Nabi dan mengalami langsung berbagai peristiwa penting dalam sejarah Islam awal.
Al-Qur'an sendiri memerintahkan pembacaan yang dilakukan secara tartil. Allah berfirman:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
Wa rattilil-qur'āna tartīlā.
Artinya: “Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan.” (QS Al-Muzzammil: 4).
Ayat ini menjadi dasar pentingnya membaca Al-Qur'an dengan baik dan teratur. Dalam konteks Abdullah bin Mas'ud, hadis Nabi tentang empat sahabat menunjukkan bahwa pembelajaran bacaan Al-Qur'an pada masa awal Islam berlangsung melalui pengajaran dari orang-orang yang mendapatkannya langsung dari Rasulullah.
Baca juga: Apakah Tidur Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasannya
Kisah Abdullah bin Mas'ud menunjukkan bahwa kedekatan dengan ilmu membutuhkan proses belajar dan pengajaran yang bersambung. Kedudukannya sebagai rujukan Al-Qur'an disebut secara langsung dalam hadis Nabi, sehingga tidak perlu ditopang oleh kisah-kisah populer yang tidak jelas sumbernya.
Bagi Muslim masa kini, keteladanan Abdullah bin Mas'ud dapat diterapkan dengan mempelajari Al-Qur'an dari sumber dan guru yang memiliki kompetensi, memperhatikan ketepatan bacaan, serta tidak berhenti pada membaca tanpa berusaha memahami dan mengamalkannya.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.