Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholawat Nariyah: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya

Kompas.com, 28 September 2026, 21:31 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Shalawat Nariyah merupakan salah satu bacaan shalawat yang banyak diamalkan umat Islam sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus bagian dari doa dan dzikir.

Lantunan Shalawat Nariyah juga kerap terdengar dari masjid jelang waktu shalat berjamaah, seperti di waktu Subuh ataupun Maghrib.

Baca juga: 5 Amalan Maulid Nabi, dari Sholawat hingga Sedekah

Bacaan ini berisi shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, disertai permohonan kepada Allah SWT agar berbagai kesulitan, kebutuhan, dan hajat diberikan jalan keluar.

Karena itu, Sholawat Nariyah kerap dibaca dalam rangkaian ibadah maupun ketika seseorang sedang memanjatkan doa.

Dilansir dari NU Online dan berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap terkait Sholawat Nariyah.

Baca juga: Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan

Bacaan Sholawat Nariyah Arab, Latin, dan Artinya

Bacaan Sholawat Nariyah dapat ditemukan dalam tulisan Arab dan Latin untuk memudahkan umat Islam mengamalkannya. Berikut bacaan lengkap Sholawat Nariyah beserta arti atau terjemahannya.

Sholawat Nariyah dalam tulisan Arab

اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ

Sholawat Nariyah dalam tulisan Latin

Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin biadadi kulli ma'lûmilak(a).

Arti dan terjemahan Sholawat Nariyah

Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau,".

Apa Itu Sholawat Nariyah?

Untuk memahami Sholawat Nariyah, penting melihat pengertian bacaan ini sekaligus nama lain yang digunakan di sejumlah tradisi keislaman.  

Pengertian Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah adalah salah satu bacaan shalawat yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya juga terdapat doa kepada Allah SWT yang memohon kemudahan dalam menghadapi kesulitan, terpenuhinya kebutuhan, serta kebaikan dalam kehidupan dan akhirat.

Dengan demikian, Sholawat Nariyah tidak hanya dikenal sebagai bacaan shalawat, tetapi juga diamalkan sebagai bagian dari doa dan dzikir oleh umat Islam.

Nama lain Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah juga dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah. Shalawat tersebut disebut orang Maroko dengan shalawat Nariyah.

Sholawat Nariyah dan Sholawat Tafrijiyah

Sholawat Nariyah dan Sholawat Tafrijiyah merujuk pada bacaan yang dikenal dengan nama tersebut dalam tradisi umat Islam. Karena itu, kedua penyebutan tersebut kerap digunakan ketika membahas bacaan yang sama.

Sejarah Sholawat Nariyah

Dilansir dari laman NU Online, Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin menjelaskan bahwa anggapan pengarang Shalawat Nariyah tidak diketahui sebenarnya masih dapat dipertanyakan.

Ia menyebut Mufti Mesir Syaikh Ali Jumah memiliki sanad yang bersambung kepada gurunya, Syaikh Abdullah al-Ghummar.

Menurut Ma’ruf, Syaikh Abdullah al-Ghummar merupakan ahli hadits asal Maroko yang memiliki sanad hingga kepada pengarang Shalawat Nariyah, yakni Syaikh Ahmad At-Tazi al-Maghribi yang juga berasal dari Maroko.

Asal-usul penyebutan Sholawat Nariyah

Menurut Syaikh Abdullah al-Ghummari, nama Nariyah muncul karena adanya tashif atau perubahan penulisan dari nama yang sebenarnya, yaitu Taziyah.

Kedua kata tersebut memiliki bentuk tulisan Arab yang mirip, yakni النارية dan التازية, dan perbedaannya terletak pada titik huruf.

Kenapa disebut Sholawat Tafrijiyah?

Sholawat ini juga disebut Sholawat Tafrijiyah karena berkaitan dengan sejarahnya. Di Maroko, shalawat ini dikenal sebagai Shalawat Taziyah, sesuai dengan nama kota tempat pengarangnya berasal.

Sementara itu, dalam kitab Khazinatul Asrar karya Syaikh Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili, disebutkan bahwa Syaikh Al-Qurthubi menyebutnya sebagai Shalawat Tafrijiyah. Nama tersebut diambil dari salah satu kata dalam bacaan shalawat, yaitu (تنفرج).

Nama Tafrijiyah juga digunakan Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dalam kitab Afdlal ash-Shalawat ala Sayidi as-Sadat. Dalam kitab tersebut, shalawat ini disebut sebagai shalawat At-Tafrijiyah dan tercantum pada urutan ke-63.

Tradisi membaca Sholawat Nariyah di kalangan umat Islam

Sholawat Nariyah menjadi salah satu amalan yang dibaca secara rutin oleh sebagian umat Islam. Pembacaannya dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama dalam kegiatan keagamaan, sebagai bentuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus berdoa kepada Allah SWT.

Makna dan Kandungan Sholawat Nariyah

Selain mengamalkannya, perlu memahami makna dan kandungan dalam bacaan Sholawat Nariyah, antara lain:

Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW

Bagian awal Sholawat Nariyah berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan shalawat dan salam yang sempurna kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat tersebut juga ditujukan kepada keluarga dan para sahabat Nabi.

Makna memohon pertolongan kepada Allah

Sholawat Nariyah menggambarkan permohonan seorang Muslim kepada Allah SWT ketika menghadapi berbagai persoalan. Kesulitan, kesusahan, dan kebutuhan yang disebutkan dalam bacaan menjadi bagian dari doa agar Allah SWT memberikan jalan keluar dan kemudahan.

Makna doa untuk kebaikan dan kemudahan

Di dalam bacaan Sholawat Nariyah terdapat permohonan agar berbagai kebutuhan dapat terpenuhi dan hal-hal yang diharapkan dapat diraih. Doa tersebut juga mencakup harapan memperoleh husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik.

Makna keberkahan dalam Sholawat Nariyah

Sholawat Nariyah juga memuat doa yang berkaitan dengan keberkahan dan kebaikan. Pengamalannya dapat menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk mengingat Allah SWT, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menyampaikan harapan melalui doa.

Keutamaan Membaca Sholawat Nariyah

Membaca Sholawat Nariyah dapat ditempatkan sebagai salah satu bentuk amalan dan bagian dari kebiasaan berdoa dan berdzikir, dengan tetap menempatkan permohonan hanya kepada Allah SWT. Berikut sederet keutamaannya:

Menjadi salah satu bentuk bersholawat kepada Nabi

Membaca Sholawat Nariyah merupakan salah satu cara umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan tersebut berisi shalawat dan salam yang ditujukan kepada Rasulullah SAW, keluarga, serta para sahabatnya.

Menguatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW

Kebiasaan membaca shalawat dapat mengingatkan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan membaca Sholawat Nariyah, seorang Muslim dapat menjadikan shalawat sebagai bagian dari amalan yang dilakukan secara rutin.

Menjadi sarana berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah

Sholawat Nariyah juga dapat diamalkan bersamaan dengan doa kepada Allah SWT. Kandungan bacaannya mengarahkan seseorang untuk memohon pertolongan, kemudahan, dan terpenuhinya kebutuhan kepada Allah SWT.

Menumbuhkan ketenangan dan harapan dalam berdoa

Membaca shalawat dan berdoa dapat menjadi bentuk ikhtiar batin ketika seseorang menghadapi persoalan atau memiliki keinginan tertentu. Pengamalan tersebut dapat membantu seseorang menjaga harapan kepada Allah SWT dalam menjalani berbagai keadaan.

Sholawat Nariyah Dibaca untuk Apa?

Sholawat Nariyah dapat dibaca dengan berbagai tujuan, berikut di antaranya:

Membaca sholawat sebagai bagian dari doa

Sholawat Nariyah dapat menjadi bagian dari rangkaian doa seorang Muslim. Setelah membaca shalawat, seseorang dapat menyampaikan permohonan kepada Allah SWT sesuai dengan kebutuhan dan hajatnya.

Membaca Sholawat Nariyah ketika menghadapi kesulitan

Kandungan Sholawat Nariyah memuat doa mengenai kesulitan dan kesusahan yang diharapkan dapat diberikan jalan keluar. Karena itu, bacaan ini dapat diamalkan ketika seseorang sedang menghadapi persoalan sambil tetap memohon pertolongan kepada Allah SWT.

Membaca Sholawat Nariyah ketika memiliki hajat

Sholawat Nariyah juga dapat dibaca ketika seorang Muslim memiliki hajat atau kebutuhan tertentu. Permohonan tersebut tetap ditujukan kepada Allah SWT, sedangkan membaca shalawat menjadi bagian dari amalan dan doa yang dilakukan.

Membaca sholawat sebagai amalan sehari-hari

Tidak harus menunggu menghadapi masalah, Sholawat Nariyah dapat diamalkan sebagai bagian dari dzikir harian. Pembacaan secara rutin dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kebiasaan masing-masing.

Berapa Kali Sholawat Nariyah Dibaca?

Jumlah bacaan Sholawat Nariyah yang diamalkan masyarakat dapat berbeda-beda sesuai tradisi dan kemampuan. Karena itu, penting membedakan antara jumlah yang digunakan dalam amalan tertentu dengan kewajiban yang harus dipenuhi setiap kali membaca shalawat.

Apakah Sholawat Nariyah harus dibaca dalam jumlah tertentu?

Sholawat Nariyah ini isa dibaca sebanyak 4444 kali yang bertujuan agar tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bidznillah).

Namun, bisa juga dibaca setiap selesai sholat fardhu sebanyak 11 kali secara rutin atau 41 atau 100 kali sesuai kemampuan.

Dari keterangan tersebut, terdapat beberapa jumlah bacaan yang dikenal dalam pengamalan Sholawat Nariyah, yakni 11 kali setelah sholat fardhu, 41 kali, 100 kali, hingga 4444 kali.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari praktik atau tradisi pengamalan, bukan berarti setiap Muslim wajib membaca Sholawat Nariyah dengan jumlah tertentu.

Asal-usul bacaan Sholawat Nariyah 4444 kali

Jumlah 4444 kali merupakan salah satu hitungan yang dikenal dalam tradisi pengamalan Sholawat Nariyah. Angka tersebut digunakan dalam amalan tertentu yang diyakini oleh pengamalnya sebagai bagian dari ikhtiar ketika memiliki hajat.

Bolehkah Sholawat Nariyah dibaca tanpa hitungan khusus?

Sholawat Nariyah dapat dibaca tanpa harus menggunakan hitungan khusus. Seseorang dapat mengamalkannya sesuai kemampuan dan kesempatan, termasuk menjadikannya bagian dari dzikir atau doa sehari-hari.

Kapan Waktu Membaca Sholawat Nariyah?

Sholawat Nariyah tidak hanya dibaca pada satu waktu tertentu dalam sehari. Pengamalannya dapat disesuaikan dengan rangkaian ibadah, waktu berdoa, maupun kebiasaan berdzikir yang dilakukan seorang Muslim.

Setelah sholat fardhu

Sholawat Nariyah dapat dibaca setelah melaksanakan sholat fardhu. Salah satu praktik yang disebutkan adalah membaca sebanyak 11 kali secara rutin setelah sholat.

Pada hari dan malam Jumat

Hari dan malam Jumat juga dapat digunakan untuk memperbanyak bacaan shalawat. Sholawat Nariyah dapat menjadi salah satu bacaan yang diamalkan pada waktu tersebut.

Ketika berdoa atau memiliki hajat

Ketika memiliki hajat atau sedang berdoa, Sholawat Nariyah dapat dibaca sebagai bagian dari amalan sebelum menyampaikan permohonan kepada Allah SWT. Isi bacaannya memang memuat doa tentang kesulitan, kebutuhan, dan harapan memperoleh kebaikan.

Sebagai dzikir dan amalan harian

Sholawat Nariyah dapat dijadikan salah satu bacaan dalam dzikir harian. Waktu dan jumlah pembacaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan agar amalan tersebut dapat dilakukan secara rutin.

Cara Mengamalkan Sholawat Nariyah

Pengamalan Sholawat Nariyah dapat dilakukan dengan memahami bahwa bacaan tersebut merupakan shalawat sekaligus doa. Selain memperhatikan bacaan, pengamalannya dapat disertai niat, pemahaman terhadap makna, dan pengharapan kepada Allah SWT.

Membaca dengan niat bersholawat kepada Nabi

Saat membaca Sholawat Nariyah, seorang Muslim dapat meniatkannya sebagai bentuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan tersebut juga mencakup shalawat dan salam untuk keluarga serta para sahabat Nabi.

Memahami makna bacaan

Memahami arti Sholawat Nariyah membantu pembaca mengetahui isi doa yang dilafalkan. Dengan demikian, pembacaan tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga dapat dihayati sebagai bentuk doa dan pengharapan kepada Allah SWT.

Membaca dengan khusyuk dan penuh pengharapan kepada Allah

Sholawat Nariyah dapat dibaca dengan tenang dan penuh penghayatan. Ketika mengharapkan kemudahan atas suatu persoalan, seorang Muslim tetap menempatkan Allah SWT sebagai tempat memohon pertolongan.

Tidak meyakini jumlah bacaan tertentu sebagai jaminan terkabulnya hajat

Jumlah bacaan yang digunakan dalam tradisi tertentu tidak perlu dipahami sebagai jaminan bahwa suatu hajat pasti terkabul. Pengabulan doa merupakan kehendak Allah SWT, sehingga jumlah bacaan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari ikhtiar dan amalan, bukan sebagai kepastian hasil.

Dalil dan Anjuran Membaca Sholawat

Anjuran bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi dasar penting dalam memahami amalan shalawat. Pembahasan berikut dapat digunakan untuk melihat posisi shalawat dalam ajaran Islam dan kaitannya dengan doa seorang Muslim.

Perintah bersholawat kepada Nabi dalam Al-Quran

Al-Quran memuat perintah kepada orang-orang beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Anjuran membaca shalawat pertama sekali dapat ditemukan pada Surat Al-Ahzab ayat 56:

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Artinya: Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad saw. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Surat Al-Ahzab ayat 56). 

Perintah tersebut menunjukkan bahwa bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari amalan yang dikenal dalam ajaran Islam.

Hadis tentang keutamaan membaca sholawat

Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW juga memuat keterangan mengenai keutamaan bershalawat. Nabi SAW bersabda,

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم.

“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).

Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Sholawat sebagai bagian dari doa seorang Muslim

Shalawat dapat menjadi bagian dari doa yang dipanjatkan seorang Muslim. Dalam konteks Sholawat Nariyah, pembacaan shalawat disertai permohonan agar Allah SWT memberikan kemudahan, memenuhi kebutuhan, dan memberikan kebaikan.

FAQ Seputar Sholawat Nariyah

Beberapa pertanyaan tentang Sholawat Nariyah berkaitan dengan bacaan, arti, tujuan, jumlah, dan waktu pengamalannya. Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul mengenai Sholawat Nariyah.

Apa bacaan Sholawat Nariyah?

Bacaan Sholawat Nariyah diawali dengan “Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman” dan berisi shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan lengkap dalam tulisan Arab dan Latin dapat dilihat pada bagian awal artikel ini.

Apa arti Sholawat Nariyah?

Secara umum, Sholawat Nariyah berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta memberikan jalan keluar atas kesulitan, memenuhi kebutuhan, dan memberikan kebaikan.

Sholawat Nariyah dibaca untuk apa?

Sholawat Nariyah dapat dibaca sebagai bentuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus bagian dari doa dan dzikir. Bacaan ini juga dapat diamalkan ketika seseorang menghadapi kesulitan, memiliki hajat, atau ingin menjadikannya amalan harian.

Apakah Sholawat Nariyah harus dibaca 4444 kali?

Tidak ada keharusan bagi setiap orang untuk membaca Sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali. Jumlah 4444 kali dikenal dalam tradisi pengamalan tertentu, sedangkan bacaan juga dapat diamalkan dengan jumlah lain sesuai kemampuan.

Kapan waktu terbaik membaca Sholawat Nariyah?

Sholawat Nariyah dapat dibaca setelah sholat, pada hari dan malam Jumat, ketika berdoa atau memiliki hajat, serta sebagai dzikir harian. Pengamalannya dapat disesuaikan dengan waktu dan kebiasaan masing-masing.

Apa beda Sholawat Nariyah dan Sholawat Tafrijiyah?

Sholawat Nariyah juga dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah. Karena itu, kedua nama tersebut digunakan untuk merujuk pada bacaan shalawat yang sama dalam tradisi pengamalannya.

Kesimpulan

Sholawat Nariyah merupakan salah satu bacaan sholawat yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta dapat diamalkan sebagai bagian dari doa dan dzikir

Sholawat Nariyah merupakan salah satu bacaan shalawat yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta doa untuk memohon kemudahan dan kebaikan kepada Allah SWT.

Bacaan ini dapat diamalkan setelah sholat, ketika berdoa atau memiliki hajat, maupun sebagai dzikir sehari-hari sesuai kemampuan.

Jumlah bacaan seperti 11, 41, 100, atau 4444 kali merupakan bagian dari tradisi pengamalan tertentu dan tidak perlu dipahami sebagai jaminan atas terkabulnya suatu hajat.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Niat Sholat Witir 1 dan 3 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Niat Sholat Witir 1 dan 3 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Doa Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Amalannya
Doa Tidur dan Bangun Tidur: Arab, Latin, Arti, dan Amalannya
Doa dan Niat
Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Kandungannya
Doa Kamilin Setelah Sholat Tarawih: Arab, Latin, Arti, dan Kandungannya
Doa dan Niat
Sholawat Nariyah: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Sholawat Nariyah: Arab, Latin, Arti, Keutamaan, dan Cara Mengamalkannya
Doa dan Niat
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 Hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Ramadhan 2027 Hingga Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
Kemenhaj Bersihkan Ratusan Ribu Data Invalid, Antrean Faktual Haji Kini Hanya 14 Tahun
Kemenhaj Bersihkan Ratusan Ribu Data Invalid, Antrean Faktual Haji Kini Hanya 14 Tahun
Aktual
Jusuf Kalla Sambut Grand Imam Al-Aqsa, Perkuat Solidaritas Palestina
Jusuf Kalla Sambut Grand Imam Al-Aqsa, Perkuat Solidaritas Palestina
Aktual
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2027 Lengkap Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Perkiraan Awal Puasa Ramadhan 2027 Lengkap Jadwal Libur dan Cuti Bersama Lebaran
Aktual
Gus Ipul Bantah Isu Aliran Dana Korupsi ke Muktamar NU: Saya Pastikan Hoaks
Gus Ipul Bantah Isu Aliran Dana Korupsi ke Muktamar NU: Saya Pastikan Hoaks
Aktual
Prabowo Usulkan Komposisi Biaya Haji 2027 Jadi 52:48 Agar Tak Bebani Jamaah
Prabowo Usulkan Komposisi Biaya Haji 2027 Jadi 52:48 Agar Tak Bebani Jamaah
Aktual
Terminal 4 Bandara Jeddah Beroperasi, Ini Dampaknya bagi Haji dan Umrah
Terminal 4 Bandara Jeddah Beroperasi, Ini Dampaknya bagi Haji dan Umrah
Aktual
MUI Ingatkan BPJPH: Jangan Kejar Cepat Terbitkan Sertifikat Halal, Ketepatan Harus Utama
MUI Ingatkan BPJPH: Jangan Kejar Cepat Terbitkan Sertifikat Halal, Ketepatan Harus Utama
Aktual
Kisah Abu Ayyub Al-Anshari, Tuan Rumah Rasulullah yang Tak Pernah Melupakan Adab
Kisah Abu Ayyub Al-Anshari, Tuan Rumah Rasulullah yang Tak Pernah Melupakan Adab
Aktual
Kemenhaj Siapkan Blacklist Muthawif yang Sindir Jemaah Umrah Lansia
Kemenhaj Siapkan Blacklist Muthawif yang Sindir Jemaah Umrah Lansia
Aktual
Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?
Shalawat Ibrahimiyah: Mengapa Dibaca Saat Tahiyat?
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar