Editor
KOMPAS.com - Shalawat Nariyah merupakan salah satu bacaan shalawat yang banyak diamalkan umat Islam sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus bagian dari doa dan dzikir.
Lantunan Shalawat Nariyah juga kerap terdengar dari masjid jelang waktu shalat berjamaah, seperti di waktu Subuh ataupun Maghrib.
Baca juga: 5 Amalan Maulid Nabi, dari Sholawat hingga Sedekah
Bacaan ini berisi shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW, disertai permohonan kepada Allah SWT agar berbagai kesulitan, kebutuhan, dan hajat diberikan jalan keluar.
Karena itu, Sholawat Nariyah kerap dibaca dalam rangkaian ibadah maupun ketika seseorang sedang memanjatkan doa.
Dilansir dari NU Online dan berbagai sumber, berikut penjelasan lengkap terkait Sholawat Nariyah.
Baca juga: Lirik Sholawat Ya Hanana - Habib Syech: Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahan
Bacaan Sholawat Nariyah dapat ditemukan dalam tulisan Arab dan Latin untuk memudahkan umat Islam mengamalkannya. Berikut bacaan lengkap Sholawat Nariyah beserta arti atau terjemahannya.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ صَلَاةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلَامًا تَامًّا عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَــمَّدِ ࣙالَّذِيْ تَنْحَلُّ بِهِ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضٰى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىٰ اٰلِهِ وِصَحْبِهِ فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ بِعَدَدِ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ
Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman alâ sayyidinâ Muḫammadinil-ladzi tanḫallu bihil-uqadu wa tanfariju bihil-kurabu wa tuqdlâ bihil-ḫawâiju wa tunâlu bihir-raghâ’ibu wa ḫusnul-khawâtimi wa yustasqal-ghamâmu biwajhihil-karîmi wa alâ âlihi wa shaḫbihi fî kulli lamḫatin wa nafasin biadadi kulli ma'lûmilak(a).
Artinya: "Ya Allah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan curahkanlah salam kesejahteraan yang penuh kepada junjungan kami Nabi Muhammad, yang dengan sebab beliau semua kesulitan dapat terpecahkan, semua kesusahan dapat dilenyapkan, semua keperluan dapat terpenuhi, dan semua yang didambakan serta husnul khatimah dapat diraih, dan berkat dirinya yang mulia hujanpun turun, dan semoga terlimpahkan kepada keluarganya serta para sahabatnya, di setiap detik dan hembusan nafas sebanyak bilangan semua yang diketahui oleh Engkau,".
Untuk memahami Sholawat Nariyah, penting melihat pengertian bacaan ini sekaligus nama lain yang digunakan di sejumlah tradisi keislaman.
Sholawat Nariyah adalah salah satu bacaan shalawat yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Di dalamnya juga terdapat doa kepada Allah SWT yang memohon kemudahan dalam menghadapi kesulitan, terpenuhinya kebutuhan, serta kebaikan dalam kehidupan dan akhirat.
Dengan demikian, Sholawat Nariyah tidak hanya dikenal sebagai bacaan shalawat, tetapi juga diamalkan sebagai bagian dari doa dan dzikir oleh umat Islam.
Sholawat Nariyah juga dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah. Shalawat tersebut disebut orang Maroko dengan shalawat Nariyah.
Sholawat Nariyah dan Sholawat Tafrijiyah merujuk pada bacaan yang dikenal dengan nama tersebut dalam tradisi umat Islam. Karena itu, kedua penyebutan tersebut kerap digunakan ketika membahas bacaan yang sama.
Dilansir dari laman NU Online, Dewan Pakar Aswaja NU Center Jawa Timur KH Ma’ruf Khozin menjelaskan bahwa anggapan pengarang Shalawat Nariyah tidak diketahui sebenarnya masih dapat dipertanyakan.
Ia menyebut Mufti Mesir Syaikh Ali Jumah memiliki sanad yang bersambung kepada gurunya, Syaikh Abdullah al-Ghummar.
Menurut Ma’ruf, Syaikh Abdullah al-Ghummar merupakan ahli hadits asal Maroko yang memiliki sanad hingga kepada pengarang Shalawat Nariyah, yakni Syaikh Ahmad At-Tazi al-Maghribi yang juga berasal dari Maroko.
Menurut Syaikh Abdullah al-Ghummari, nama Nariyah muncul karena adanya tashif atau perubahan penulisan dari nama yang sebenarnya, yaitu Taziyah.
Kedua kata tersebut memiliki bentuk tulisan Arab yang mirip, yakni النارية dan التازية, dan perbedaannya terletak pada titik huruf.
Sholawat ini juga disebut Sholawat Tafrijiyah karena berkaitan dengan sejarahnya. Di Maroko, shalawat ini dikenal sebagai Shalawat Taziyah, sesuai dengan nama kota tempat pengarangnya berasal.
Sementara itu, dalam kitab Khazinatul Asrar karya Syaikh Muhammad Haqqi Afandi An-Nazili, disebutkan bahwa Syaikh Al-Qurthubi menyebutnya sebagai Shalawat Tafrijiyah. Nama tersebut diambil dari salah satu kata dalam bacaan shalawat, yaitu (تنفرج).
Nama Tafrijiyah juga digunakan Syaikh Yusuf bin Ismail An-Nabhani dalam kitab Afdlal ash-Shalawat ala Sayidi as-Sadat. Dalam kitab tersebut, shalawat ini disebut sebagai shalawat At-Tafrijiyah dan tercantum pada urutan ke-63.
Sholawat Nariyah menjadi salah satu amalan yang dibaca secara rutin oleh sebagian umat Islam. Pembacaannya dapat dilakukan secara pribadi maupun bersama-sama dalam kegiatan keagamaan, sebagai bentuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus berdoa kepada Allah SWT.
Selain mengamalkannya, perlu memahami makna dan kandungan dalam bacaan Sholawat Nariyah, antara lain:
Bagian awal Sholawat Nariyah berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan shalawat dan salam yang sempurna kepada Nabi Muhammad SAW. Shalawat tersebut juga ditujukan kepada keluarga dan para sahabat Nabi.
Sholawat Nariyah menggambarkan permohonan seorang Muslim kepada Allah SWT ketika menghadapi berbagai persoalan. Kesulitan, kesusahan, dan kebutuhan yang disebutkan dalam bacaan menjadi bagian dari doa agar Allah SWT memberikan jalan keluar dan kemudahan.
Di dalam bacaan Sholawat Nariyah terdapat permohonan agar berbagai kebutuhan dapat terpenuhi dan hal-hal yang diharapkan dapat diraih. Doa tersebut juga mencakup harapan memperoleh husnul khatimah atau akhir kehidupan yang baik.
Sholawat Nariyah juga memuat doa yang berkaitan dengan keberkahan dan kebaikan. Pengamalannya dapat menjadi sarana bagi seorang Muslim untuk mengingat Allah SWT, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta menyampaikan harapan melalui doa.
Membaca Sholawat Nariyah dapat ditempatkan sebagai salah satu bentuk amalan dan bagian dari kebiasaan berdoa dan berdzikir, dengan tetap menempatkan permohonan hanya kepada Allah SWT. Berikut sederet keutamaannya:
Membaca Sholawat Nariyah merupakan salah satu cara umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan tersebut berisi shalawat dan salam yang ditujukan kepada Rasulullah SAW, keluarga, serta para sahabatnya.
Kebiasaan membaca shalawat dapat mengingatkan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Dengan membaca Sholawat Nariyah, seorang Muslim dapat menjadikan shalawat sebagai bagian dari amalan yang dilakukan secara rutin.
Sholawat Nariyah juga dapat diamalkan bersamaan dengan doa kepada Allah SWT. Kandungan bacaannya mengarahkan seseorang untuk memohon pertolongan, kemudahan, dan terpenuhinya kebutuhan kepada Allah SWT.
Membaca shalawat dan berdoa dapat menjadi bentuk ikhtiar batin ketika seseorang menghadapi persoalan atau memiliki keinginan tertentu. Pengamalan tersebut dapat membantu seseorang menjaga harapan kepada Allah SWT dalam menjalani berbagai keadaan.
Sholawat Nariyah dapat dibaca dengan berbagai tujuan, berikut di antaranya:
Sholawat Nariyah dapat menjadi bagian dari rangkaian doa seorang Muslim. Setelah membaca shalawat, seseorang dapat menyampaikan permohonan kepada Allah SWT sesuai dengan kebutuhan dan hajatnya.
Kandungan Sholawat Nariyah memuat doa mengenai kesulitan dan kesusahan yang diharapkan dapat diberikan jalan keluar. Karena itu, bacaan ini dapat diamalkan ketika seseorang sedang menghadapi persoalan sambil tetap memohon pertolongan kepada Allah SWT.
Sholawat Nariyah juga dapat dibaca ketika seorang Muslim memiliki hajat atau kebutuhan tertentu. Permohonan tersebut tetap ditujukan kepada Allah SWT, sedangkan membaca shalawat menjadi bagian dari amalan dan doa yang dilakukan.
Tidak harus menunggu menghadapi masalah, Sholawat Nariyah dapat diamalkan sebagai bagian dari dzikir harian. Pembacaan secara rutin dapat dilakukan sesuai kemampuan dan kebiasaan masing-masing.
Jumlah bacaan Sholawat Nariyah yang diamalkan masyarakat dapat berbeda-beda sesuai tradisi dan kemampuan. Karena itu, penting membedakan antara jumlah yang digunakan dalam amalan tertentu dengan kewajiban yang harus dipenuhi setiap kali membaca shalawat.
Sholawat Nariyah ini isa dibaca sebanyak 4444 kali yang bertujuan agar tercapailah apa yang dikehendaki dengan cepat (bidznillah).
Namun, bisa juga dibaca setiap selesai sholat fardhu sebanyak 11 kali secara rutin atau 41 atau 100 kali sesuai kemampuan.
Dari keterangan tersebut, terdapat beberapa jumlah bacaan yang dikenal dalam pengamalan Sholawat Nariyah, yakni 11 kali setelah sholat fardhu, 41 kali, 100 kali, hingga 4444 kali.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari praktik atau tradisi pengamalan, bukan berarti setiap Muslim wajib membaca Sholawat Nariyah dengan jumlah tertentu.
Jumlah 4444 kali merupakan salah satu hitungan yang dikenal dalam tradisi pengamalan Sholawat Nariyah. Angka tersebut digunakan dalam amalan tertentu yang diyakini oleh pengamalnya sebagai bagian dari ikhtiar ketika memiliki hajat.
Sholawat Nariyah dapat dibaca tanpa harus menggunakan hitungan khusus. Seseorang dapat mengamalkannya sesuai kemampuan dan kesempatan, termasuk menjadikannya bagian dari dzikir atau doa sehari-hari.
Sholawat Nariyah tidak hanya dibaca pada satu waktu tertentu dalam sehari. Pengamalannya dapat disesuaikan dengan rangkaian ibadah, waktu berdoa, maupun kebiasaan berdzikir yang dilakukan seorang Muslim.
Sholawat Nariyah dapat dibaca setelah melaksanakan sholat fardhu. Salah satu praktik yang disebutkan adalah membaca sebanyak 11 kali secara rutin setelah sholat.
Hari dan malam Jumat juga dapat digunakan untuk memperbanyak bacaan shalawat. Sholawat Nariyah dapat menjadi salah satu bacaan yang diamalkan pada waktu tersebut.
Ketika memiliki hajat atau sedang berdoa, Sholawat Nariyah dapat dibaca sebagai bagian dari amalan sebelum menyampaikan permohonan kepada Allah SWT. Isi bacaannya memang memuat doa tentang kesulitan, kebutuhan, dan harapan memperoleh kebaikan.
Sholawat Nariyah dapat dijadikan salah satu bacaan dalam dzikir harian. Waktu dan jumlah pembacaannya dapat disesuaikan dengan kemampuan agar amalan tersebut dapat dilakukan secara rutin.
Pengamalan Sholawat Nariyah dapat dilakukan dengan memahami bahwa bacaan tersebut merupakan shalawat sekaligus doa. Selain memperhatikan bacaan, pengamalannya dapat disertai niat, pemahaman terhadap makna, dan pengharapan kepada Allah SWT.
Saat membaca Sholawat Nariyah, seorang Muslim dapat meniatkannya sebagai bentuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan tersebut juga mencakup shalawat dan salam untuk keluarga serta para sahabat Nabi.
Memahami arti Sholawat Nariyah membantu pembaca mengetahui isi doa yang dilafalkan. Dengan demikian, pembacaan tidak hanya dilakukan secara lisan, tetapi juga dapat dihayati sebagai bentuk doa dan pengharapan kepada Allah SWT.
Sholawat Nariyah dapat dibaca dengan tenang dan penuh penghayatan. Ketika mengharapkan kemudahan atas suatu persoalan, seorang Muslim tetap menempatkan Allah SWT sebagai tempat memohon pertolongan.
Jumlah bacaan yang digunakan dalam tradisi tertentu tidak perlu dipahami sebagai jaminan bahwa suatu hajat pasti terkabul. Pengabulan doa merupakan kehendak Allah SWT, sehingga jumlah bacaan sebaiknya dipandang sebagai bagian dari ikhtiar dan amalan, bukan sebagai kepastian hasil.
Anjuran bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW menjadi dasar penting dalam memahami amalan shalawat. Pembahasan berikut dapat digunakan untuk melihat posisi shalawat dalam ajaran Islam dan kaitannya dengan doa seorang Muslim.
Al-Quran memuat perintah kepada orang-orang beriman untuk bershalawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Anjuran membaca shalawat pertama sekali dapat ditemukan pada Surat Al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya: Sungguh Allah dan malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad saw. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk nabi. Ucapkanlah salam penghormatan kepadanya (Surat Al-Ahzab ayat 56).
Perintah tersebut menunjukkan bahwa bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan bagian dari amalan yang dikenal dalam ajaran Islam.
Hadis-hadis Nabi Muhammad SAW juga memuat keterangan mengenai keutamaan bershalawat. Nabi SAW bersabda,
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا اَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلاَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا رواه مسلم.
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i).
Keterangan tersebut menjadi salah satu dasar bagi umat Islam untuk memperbanyak shalawat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Shalawat dapat menjadi bagian dari doa yang dipanjatkan seorang Muslim. Dalam konteks Sholawat Nariyah, pembacaan shalawat disertai permohonan agar Allah SWT memberikan kemudahan, memenuhi kebutuhan, dan memberikan kebaikan.
Beberapa pertanyaan tentang Sholawat Nariyah berkaitan dengan bacaan, arti, tujuan, jumlah, dan waktu pengamalannya. Berikut jawaban singkat untuk pertanyaan yang paling sering muncul mengenai Sholawat Nariyah.
Bacaan Sholawat Nariyah diawali dengan “Allâhumma shalli shalâtan kâmilatan wa sallim salâman tâmman” dan berisi shalawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW. Bacaan lengkap dalam tulisan Arab dan Latin dapat dilihat pada bagian awal artikel ini.
Secara umum, Sholawat Nariyah berisi permohonan kepada Allah SWT agar memberikan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta memberikan jalan keluar atas kesulitan, memenuhi kebutuhan, dan memberikan kebaikan.
Sholawat Nariyah dapat dibaca sebagai bentuk bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus bagian dari doa dan dzikir. Bacaan ini juga dapat diamalkan ketika seseorang menghadapi kesulitan, memiliki hajat, atau ingin menjadikannya amalan harian.
Tidak ada keharusan bagi setiap orang untuk membaca Sholawat Nariyah sebanyak 4444 kali. Jumlah 4444 kali dikenal dalam tradisi pengamalan tertentu, sedangkan bacaan juga dapat diamalkan dengan jumlah lain sesuai kemampuan.
Sholawat Nariyah dapat dibaca setelah sholat, pada hari dan malam Jumat, ketika berdoa atau memiliki hajat, serta sebagai dzikir harian. Pengamalannya dapat disesuaikan dengan waktu dan kebiasaan masing-masing.
Sholawat Nariyah juga dikenal dengan nama Shalawat Tafrijiyah Qurthubiyah. Karena itu, kedua nama tersebut digunakan untuk merujuk pada bacaan shalawat yang sama dalam tradisi pengamalannya.
Sholawat Nariyah merupakan salah satu bacaan sholawat yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta dapat diamalkan sebagai bagian dari doa dan dzikir
Sholawat Nariyah merupakan salah satu bacaan shalawat yang berisi pujian dan salam kepada Nabi Muhammad SAW serta doa untuk memohon kemudahan dan kebaikan kepada Allah SWT.
Bacaan ini dapat diamalkan setelah sholat, ketika berdoa atau memiliki hajat, maupun sebagai dzikir sehari-hari sesuai kemampuan.
Jumlah bacaan seperti 11, 41, 100, atau 4444 kali merupakan bagian dari tradisi pengamalan tertentu dan tidak perlu dipahami sebagai jaminan atas terkabulnya suatu hajat.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.