KOMPAS.com - Umat Islam kini memasuki 11 Rabiulawal 1448 Hijriah. Sehari setelahnya, yakni 12 Rabiulawal, umat Islam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengingat sosok Rasulullah SAW, termasuk perjuangan dan akhlak yang beliau teladankan kepada umat.
Menjelang peringatan tersebut, umat Islam dapat mengisinya dengan berbagai amalan, seperti memperbanyak Sholawat, membaca Al-Qur'an, mempelajari sirah Nabi, hingga berusaha menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Doa Malam Maulid Nabi: Bacaan, Sholawat, dan Amalan yang Bisa Diamalkan
Salah satu amalan yang dapat dilakukan menjelang Maulid Nabi adalah memperbanyak Sholawat kepada Rasulullah SAW.
Anjuran berSholawat memiliki dasar dalam Al-Qur'an. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Innallāha wa malā'ikatahu yuṣallūna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanū ṣallū 'alaihi wa sallimū taslīmā
Artinya:“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya berSholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, berSholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Ayat tersebut menunjukkan adanya perintah kepada orang-orang beriman untuk berSholawat dan mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad SAW.
Sholawat juga menjadi salah satu bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah. Karena itu, momentum menjelang Maulid dapat dimanfaatkan untuk membiasakan diri memperbanyak Sholawat, baik secara pribadi maupun dalam kegiatan bersama.
Selain memperbanyak Sholawat, menjelang Maulid Nabi umat Islam dapat meluangkan waktu untuk mempelajari kehidupan Rasulullah SAW.
Mengenal perjalanan Nabi bukan hanya untuk mengetahui sejarah kelahiran dan dakwah beliau. Dari kehidupan Rasulullah, umat Islam dapat mempelajari berbagai keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan. Perjalanan dakwah Rasulullah juga memperlihatkan kesabaran, keteguhan, dan perjuangan dalam menyampaikan ajaran Islam.
Dengan mempelajari sirah Nabi, peringatan Maulid tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Umat dapat lebih mengenal sosok yang menjadi teladan dalam kehidupan.
Maulid Nabi juga dapat menjadi pengingat untuk menerapkan akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang memiliki akhlak mulia. Keteladanan tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai perilaku sederhana, seperti berkata jujur, menjaga amanah, menghormati orang lain, menyayangi keluarga, serta membantu sesama.
Kecintaan kepada Nabi tidak hanya ditunjukkan melalui ucapan Sholawat. Seorang Muslim juga dapat menunjukkan kecintaannya dengan mengikuti ajaran dan berusaha meniru akhlak yang dicontohkan Rasulullah.
Dengan demikian, momentum Maulid dapat menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kembali perilaku diri sendiri. Nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah dapat dijadikan pedoman untuk memperbaiki hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia.
Menjelang Maulid Nabi, umat Islam juga dapat memperbanyak amal kebaikan sesuai kemampuan masing-masing.
Kebaikan tersebut dapat dilakukan melalui sedekah, membantu orang yang membutuhkan, berbagi makanan, membaca Al-Qur'an, atau menghadiri majelis ilmu.
Kegiatan sosial juga dapat menjadi cara untuk menerapkan nilai kasih sayang dan kepedulian yang diajarkan Rasulullah SAW.
Dalam konteks Maulid, berbagai kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk menghidupkan kecintaan kepada Nabi sekaligus memberikan manfaat kepada orang lain.
Peringatan Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Momentum tersebut juga dapat digunakan untuk mengingat kembali ajaran dan keteladanan beliau.
Setelah memperbanyak Sholawat dan mengenal kehidupan Rasulullah, hal yang tidak kalah penting adalah berusaha menerapkan nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Seorang Muslim dapat memulainya dari hal sederhana, seperti memperbaiki cara berbicara, menjaga kejujuran, menghormati orang lain, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Dengan begitu, peringatan Maulid Nabi tidak berhenti ketika rangkaian acara selesai. Nilai-nilai yang dipelajari dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Puasa Sunnah Maulid Nabi 12 Rabiul Awal: Niat, Hukum, Tata Cara, dan Manfaat
Memasuki 11 Rabiulawal 1448 H, umat Islam dapat menjadikan hari menjelang Maulid sebagai kesempatan untuk mempersiapkan diri. Memperbanyak Sholawat, mempelajari kehidupan Rasulullah, memperbanyak amal kebaikan, dan berusaha meneladani akhlaknya dapat menjadi cara untuk mengisi momentum tersebut.
Dengan demikian, Maulid Nabi tidak hanya menjadi peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bagi umat Islam untuk terus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menerapkan keteladanannya dalam kehidupan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT