Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Peristiwa Penting pada Bulan Jumadal Ula di Zaman Rasulullah

Kompas.com, 20 Oktober 2026, 10:08 WIB
Reni Susanti

Editor

Sumber NU Online

KOMPAS.com — Jumadal Ula merupakan bulan kelima dalam kalender Hijriah. Sejumlah peristiwa pada masa Rasulullah SAW tercatat berlangsung pada bulan ini, mulai dari ekspedisi militer hingga pengiriman utusan untuk mengajak masyarakat memeluk Islam.

Ustadz M Tatam Wijaya menjelaskan, salah satu peristiwa tersebut adalah perjalanan Rasulullah SAW menghadapi Bani Sulaim di Buhran.

“Sejumlah peristiwa penting yang terjadi di bulan Jumadal Ula, terutama pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, di antaranya ialah beliau berperang melawan Bani Sulaim di Buhran,” tulis Tatam dalam artikel berjudul Bulan Kelima: Jumadil Awwal, Jumadil Ula, atau Jumadal Ula?, dikutip dari NU Online, Selasa (20/10/2026).

Baca juga: Julaibib, Sahabat yang Dihormati Rasulullah dan Sempat Ditolak Calon Mertua

Keterangan tersebut merujuk pada Kitab al-Maghazi lil Waqidi karya Syekh Muhammad bin Umar bin Waqid.

Ekspedisi Zaid bin Haritsah hingga peristiwa Mu’tah

Selain peristiwa di Buhran, Tatam menyebut pengiriman pasukan ekspedisi yang dipimpin Zaid bin Haritsah ke wilayah al-Ish berlangsung pada Jumadal Ula tahun keenam Hijriah.

Dalam uraian yang merujuk pada Al-Waqidi itu, pertempuran Khaibar juga disebut berlangsung pada Jumadal Ula tahun ketujuh Hijriah.

Berikutnya, pada tahun kedelapan Hijriah, Rasulullah SAW mengirim pasukan ke Mu’tah. Peristiwa ini termasuk dalam rangkaian catatan sejarah yang dikaitkan dengan bulan Jumadal Ula.

Pada bulan yang sama, menurut keterangan tersebut, Rasulullah SAW juga mengutus Khalid bin Walid untuk mengajak Bani al-Harits di Najran memeluk Islam.

“Bahkan, menurut Muhammad ibn Ishaq, perang Dzat al-Riqa‘ juga terjadi pada bulan ini,” tulis Tatam.

Baca juga: Doa Meminta Hujan dari Rasulullah, Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Asal-usul nama Jumadal Ula

Selain memiliki sejumlah catatan peristiwa sejarah, nama Jumadal Ula berkaitan dengan kondisi musim ketika penamaan bulan tersebut dilakukan.

Tatam menjelaskan, sebagaimana keterangan Abu Sa’id, penamaan Jumadal Ula dilatarbelakangi oleh musim dingin atau syita.

“Jumada sendiri berasal dari kata jamada, yang berarti ‘beku’ sesuai dengan keadaan air yang beku di musim dingin,” tulisnya, mengutip Ibnu Manzhur dalam Lisanul ‘Arab dan Al-Harawi dalam Tahdzib al-Lughah.

Merujuk pada Ibnu Duraid, Tatam menyebut bulan Jumadal Ula memiliki beberapa nama lain pada zaman Jahiliah, yakni al-Hanin, Rubba, Syaiban, dan Kanun al-Awwal.

Sementara itu, Jumadal Akhirah dikenal pula dengan sebutan Milhan dan Kanun al-Akhir.
Sebutan Syaiban dan Milhan juga menggambarkan suasana musim dingin. Keduanya berkaitan dengan warna putih salju yang menyerupai uban atau garam.

“Kata syaiban dan milhan ini dapat ditelusuri dari kata syaib yang berarti ‘uban’, dan kata milh yang berarti ‘garam.’ Keduanya menggambarkan keadaan salju di musim dingin yang putih seperti uban atau garam dan terjadi di bulan Jumadal Ula dan Jumadal Akhirah,” tutur Tatam, mengutip Abu al-Hasan dalam al-Mukhashish.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar