Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Prabowo Salurkan Bantuan untuk Pesantren Gontor, Berharap Santri Jadi SDM Unggul

Kompas.com, 31 Oktober 2026, 09:50 WIB
Farid Assifa

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menyalurkan bantuan kepada Pondok Pesantren Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan pesantren dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro dalam kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Gontor, Jumat.

Kunjungan itu turut dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani dan Anggota DPR RI Fraksi Gerindra Endipat Wijaya. Rombongan disambut langsung oleh pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH Hasan Abdullah Sahal.

Juri mengatakan, bantuan tersebut merupakan amanah langsung dari Presiden Prabowo untuk mendukung kegiatan pendidikan para santri di Gontor.

Baca juga: Gontor Dituding Tegur Prabowo lewat Al-Ahzab, Stafsus Menag: Itu Doa, Bukan Tamparan

"Bapak Presiden menitipkan bantuan, kemudian bantuan ini kami sampaikan kepada Gontor untuk mendukung para santri agar bisa belajar dengan baik, agar bisa menjadi insan yang bermanfaat untuk sesama dan untuk bangsa dan negara," ujar Juri.

Selain menyerahkan bantuan, Juri juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Gontor.

"Kedatangan kami dalam rangka silaturahmi, serta kami menyampaikan salam dari Bapak Presiden Prabowo kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Gontor," kata dia.

Ahmad Muzani Ingatkan Santri untuk Terus Berbuat Baik

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengajak para santri Gontor memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.

Dia mengingatkan pentingnya menjadi pribadi yang taat, tekun, serta mampu memahami ilmu yang diajarkan oleh para pengasuh dan pendidik.

Menurut Muzani, berbuat baik kepada sesama merupakan nilai sederhana yang harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dia menilai, kebaikan yang dilakukan seseorang tidak hanya memberikan manfaat bagi orang lain, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Muzani meyakini Pondok Pesantren Gontor mampu terus mencetak santri dengan karakter tersebut. Hal itu didukung rekam jejak Gontor yang telah melahirkan banyak tokoh, pemimpin, dan cendekiawan di berbagai bidang.

"Kita lihat sekarang banyak sekali alumni Gontor yang sudah menduduki kursi pimpinan di bangsa ini. Ada di eksekutif, ada di legislatif, yudikatif dan lain-lain. Ini disebabkan karena Gontor terus memberikan pemahaman kepada santrinya untuk terus berbuat baik," kata Muzani.

Dia berharap Gontor konsisten menjalankan perannya dalam membentuk generasi yang memiliki kapasitas keilmuan, karakter kuat, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Baca juga: Stafsus Menag Bantah Gontor Tegur Prabowo lewat Surah Al-Ahzab

"Mudah-mudahan Gontor akan terus konsisten memberikan kontribusi terbaiknya untuk umat, untuk rakyat, untuk bangsa negara kita, dan untuk agama. Mencetak santri-santri unggul yang berdaya saing tidak hanya nasional, tapi juga internasional," ucapnya.

Muzani juga berpesan agar para santri senantiasa menjaga semangat berbuat baik, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika kelak terjun langsung ke tengah masyarakat.

"Maka saya harap kepada adik-adik semua, teruslah berbuat baik karena berbuat baik adalah amal sederhana yang bisa kita semua lakukan. Dan kebaikan itu akan dikenang oleh orang-orang di sekitar dan bahkan oleh bangsa dan negara kita tercinta," tutur Muzani.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Kasus Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Gus Kikin Minta Warga Sukoharjo Tak Main Hakim Sendiri
Kasus Penggeledahan Ponpes Sukoharjo, Gus Kikin Minta Warga Sukoharjo Tak Main Hakim Sendiri
Aktual
Jadwal Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri, Berpotensi Bisa Cuti Sampai 10 Hari
Jadwal Libur Lebaran 2027 Sesuai SKB 3 Menteri, Berpotensi Bisa Cuti Sampai 10 Hari
Aktual
Dubes Palestina Doakan Rakyat Indonesia Bisa Salat di Masjid Al-Aqsa
Dubes Palestina Doakan Rakyat Indonesia Bisa Salat di Masjid Al-Aqsa
Aktual
Ketua MUI Jatim: Penerbitan Fatwa Jadi Fungsi Esensial MUI
Ketua MUI Jatim: Penerbitan Fatwa Jadi Fungsi Esensial MUI
Aktual
Cinta Terhalang Jarak, Apakah Boleh Nikah Online? Berikut Penjelasan Hukumnya dalam Islam
Cinta Terhalang Jarak, Apakah Boleh Nikah Online? Berikut Penjelasan Hukumnya dalam Islam
Aktual
Menjawab Mitos Merpati Masjidil Haram: Benarkah Mereka Tawaf Tujuh Kali dan Jatuh Jika Terbang di Atas Kabah?
Menjawab Mitos Merpati Masjidil Haram: Benarkah Mereka Tawaf Tujuh Kali dan Jatuh Jika Terbang di Atas Kabah?
Aktual
Merpati Masjidil Haram, Mengenal Sejarah, Asal-usul, dan Tradisi Merawatnya
Merpati Masjidil Haram, Mengenal Sejarah, Asal-usul, dan Tradisi Merawatnya
Aktual
Hukum Menikah bagi Muslim yang Pernah Menerima Donor ASI, Apakah Pernikahan Tetap Sah?
Hukum Menikah bagi Muslim yang Pernah Menerima Donor ASI, Apakah Pernikahan Tetap Sah?
Aktual
Syarat Sah Ijab Kabul dalam Islam, Apakah Harus Satu Tarikan Napas?
Syarat Sah Ijab Kabul dalam Islam, Apakah Harus Satu Tarikan Napas?
Aktual
Hukum Selingkuh dalam Islam, Termasuk Larangan Berkhianat dan Mendekati Zina
Hukum Selingkuh dalam Islam, Termasuk Larangan Berkhianat dan Mendekati Zina
Aktual
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Aktual
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar