Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dubes Palestina Doakan Rakyat Indonesia Bisa Salat di Masjid Al-Aqsa

Kompas.com, 1 November 2026, 17:26 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com - Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah A.K. Al-Sattari mendoakan agar rakyat Indonesia suatu hari dapat menunaikan salat di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur.

Harapan tersebut disampaikan seiring dengan perjuangan rakyat Palestina untuk memperoleh kemerdekaan, kebebasan, dan perdamaian.

Doa itu disampaikan Abdulfattah dalam sambutannya pada peresmian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Monas, Jakarta, Minggu (1/10/2026).

Baca juga: Bulan Solidaritas Palestina 2026 di Monas, Massa Serukan Kemerdekaan Palestina

Dubes Palestina berharap rakyat Indonesia bisa salat di Masjid Al-Aqsa

Dalam sambutannya, Abdulfattah mengenang pengalamannya menunaikan salat di Masjid Al-Aqsa lebih dari seribu kali.

Ia berharap masyarakat Indonesia juga dapat merasakan kesempatan yang sama ketika Palestina telah meraih kebebasan.

Baca juga: Dompet Dhuafa dan Kedubes Lebanon Jajaki Kerja Sama Bantuan Kemanusiaan bagi Pengungsi Palestina

"Kami pernah salat di Masjid Al-Aqsa lebih dari seribu kali. Mimpi saya adalah melihat kalian, rakyat Indonesia, suatu hari salat di Masjid Al-Aqsa," kata Dubes Abdulfattah dalam sambutannya pada acara peresmian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di Monas.

Masjid Al-Aqsa yang berada di Yerusalem Timur merupakan tempat suci ketiga bagi umat Islam. Hingga kini, status kompleks suci tersebut masih menjadi salah satu persoalan utama dalam konflik Israel-Palestina.

Abdulfattah menegaskan, kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsa tetap menjadi tujuan perjuangan rakyat Palestina. Ia juga menyampaikan apresiasi atas doa dan dukungan masyarakat Indonesia yang dinilai memberikan kekuatan bagi rakyat Palestina.

"Doa kalian menguatkan kami semua rakyat Palestina. Bantuan terbesar kalian adalah doa. Tanpa doa dan dukungan dari kalian, rakyat Indonesia, mungkin kami tidak bisa sampai saat ini," katanya.

Dubes Palestina sebut dukungan dunia terus meningkat

Lebih lanjut, Abdulfattah mengatakan dukungan internasional terhadap Palestina semakin terlihat. Menurut dia, kondisi tersebut juga mencerminkan penolakan masyarakat dunia terhadap Israel.

Ia menambahkan, dinamika politik di Israel, termasuk hasil pemilihan umum, tidak akan mengubah tekad rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan. Perubahan kepemimpinan di Israel juga tidak serta-merta menentukan arah perjuangan bangsa Palestina.

"Yang menang dalam pemilu adalah bangsa Palestina," katanya menegaskan.

Perjuangan rakyat Palestina tidak akan surut

Dalam kesempatan tersebut, Abdulfattah kembali menegaskan bahwa tekanan dan konflik yang berlangsung selama puluhan tahun tidak akan mematahkan perjuangan rakyat Palestina.

Ia menyatakan, rakyat Palestina akan tetap mempertahankan tanah airnya meskipun menghadapi berbagai tekanan. Kemerdekaan dan kebebasan Palestina, termasuk pembebasan Masjid Al-Aqsa, tetap menjadi tujuan yang diperjuangkan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Dubes Palestina Doakan Rakyat Indonesia Bisa Salat di Masjid Al-Aqsa
Dubes Palestina Doakan Rakyat Indonesia Bisa Salat di Masjid Al-Aqsa
Aktual
Ketua MUI Jatim: Penerbitan Fatwa Jadi Fungsi Esensial MUI
Ketua MUI Jatim: Penerbitan Fatwa Jadi Fungsi Esensial MUI
Aktual
Cinta Terhalang Jarak, Apakah Boleh Nikah Online? Berikut Penjelasan Hukumnya dalam Islam
Cinta Terhalang Jarak, Apakah Boleh Nikah Online? Berikut Penjelasan Hukumnya dalam Islam
Aktual
Menjawab Mitos Merpati Masjidil Haram: Benarkah Mereka Tawaf Tujuh Kali dan Jatuh Jika Terbang di Atas Kabah?
Menjawab Mitos Merpati Masjidil Haram: Benarkah Mereka Tawaf Tujuh Kali dan Jatuh Jika Terbang di Atas Kabah?
Aktual
Merpati Masjidil Haram, Mengenal Sejarah, Asal-usul, dan Tradisi Merawatnya
Merpati Masjidil Haram, Mengenal Sejarah, Asal-usul, dan Tradisi Merawatnya
Aktual
Hukum Menikah bagi Muslim yang Pernah Menerima Donor ASI, Apakah Pernikahan Tetap Sah?
Hukum Menikah bagi Muslim yang Pernah Menerima Donor ASI, Apakah Pernikahan Tetap Sah?
Aktual
Syarat Sah Ijab Kabul dalam Islam, Apakah Harus Satu Tarikan Napas?
Syarat Sah Ijab Kabul dalam Islam, Apakah Harus Satu Tarikan Napas?
Aktual
Hukum Selingkuh dalam Islam, Termasuk Larangan Berkhianat dan Mendekati Zina
Hukum Selingkuh dalam Islam, Termasuk Larangan Berkhianat dan Mendekati Zina
Aktual
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Kopi, QRIS, dan Geliat Masjid Sejuta Pemuda di Sukabumi
Aktual
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Cimahi Siapkan Layanan Haji Satu Atap, Pembangunan Gedung Capai 57 Persen
Aktual
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Kiai Miftachul Akhyar Ungkap Alasan Para Wali Tetap Berwirid meski Punya Karamah
Aktual
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor Muri lewat Buku 1.062 Halaman
Aktual
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Wamenhaj Dahnil Usul Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Alasannya
Aktual
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Batas Maksimal Sholat Dhuha Sampai Jam Berapa? Jangan Sampai Terlewat Waktu Zuhur
Aktual
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Gus Kikin Minta Santri Kuasai Teknologi dan Ekonomi, Jangan Hanya Fokus Ilmu Agama
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar