Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

8 Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Ibadah Sunnah dengan Pahala Setahun Penuh

Kompas.com, 6 Oktober 2025, 06:15 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 5-7 Oktober 2025.

Ibadah ini menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW dan rutin dilakukan oleh para sahabat.

Meskipun hanya berlangsung tiga hari dalam sebulan, puasa Ayyamul Bidh memiliki keistimewaan besar yang mencakup manfaat spiritual dan kesehatan tubuh.

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025, Lengkap dengan Keutamaannya di Bulan Rabiul Akhir

Berikut delapan keutamaan puasa Ayyamul Bidh yang dapat menjadi motivasi bagi umat Islam untuk melaksanakannya, dilansir dari Antara.

1. Pahala Seperti Puasa Setahun Penuh

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan berpuasa sepanjang tahun karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat.

Dengan menjalankan puasa Ayyamul Bidh secara rutin, seorang Muslim dapat meraih pahala besar yang nilainya seperti berpuasa selama setahun penuh.

2. Sunnah yang Selalu Dikerjakan Nabi SAW

Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan sunnah yang sangat dijaga oleh Rasulullah SAW.

Beliau tidak pernah meninggalkannya dan berwasiat kepada para sahabat agar menjaga ibadah ini.

Konsistensi tersebut menunjukkan betapa pentingnya puasa ini dalam kehidupan seorang Muslim yang ingin meneladani Rasulullah.

3. Amalan dengan Balasan Tak Terbatas

Puasa merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.

Dalam hadis disebutkan bahwa pahala puasa tidak terbatas karena hanya Allah yang mengetahui balasan bagi orang yang menahan lapar dan haus demi-Nya.

Puasa Ayyamul Bidh termasuk bagian dari amalan yang mendapatkan keistimewaan ini.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Oktober 2025 Jatuh Kapan? Ini Jadwal, Niat, dan Keutamaannya

4. Dapat Masuk Melalui Pintu Khusus di Surga

Bagi orang yang gemar berpuasa, termasuk puasa Ayyamul Bidh, Allah SWT menyiapkan pintu khusus di surga bernama Ar-Rayyan.

Hanya mereka yang istiqamah berpuasa yang diperbolehkan masuk melalui pintu tersebut sebagai bentuk penghormatan atas ketekunan ibadahnya.

5. Melatih Pengendalian Diri dan Hawa Nafsu

Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga melatih seseorang untuk mengendalikan amarah, hawa nafsu, dan perbuatan tidak bermanfaat.

Dengan rutin menjalankan puasa Ayyamul Bidh, seorang Muslim belajar untuk lebih sabar, disiplin, dan mampu mengendalikan emosi dalam kehidupan sehari-hari.

6. Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran

Puasa sunnah ini juga memberi manfaat besar bagi kesehatan.

Secara medis, berpuasa membantu proses detoksifikasi, memperbaiki metabolisme, dan memberi waktu istirahat bagi sistem pencernaan.

Dari sisi mental, puasa menumbuhkan rasa syukur, menenangkan pikiran, serta memperkuat ketahanan emosional seseorang.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh Bulan Agustus 2025: Niat, Waktu, dan Keutamaannya

7. Meningkatkan Ketakwaan dan Kedekatan dengan Allah

Puasa Ayyamul Bidh membantu seorang Muslim untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta.

Dalam keheningan ibadah dan keikhlasan menahan diri, iman akan tumbuh lebih kuat dan kesadaran spiritual semakin mendalam.

8. Meneladani Rasulullah dan Generasi Sahabat

Menjalankan puasa Ayyamul Bidh berarti mengikuti jejak Rasulullah SAW dan para sahabat yang menjadikannya bagian dari rutinitas ibadah.

Amalan ini menjadi wujud cinta kepada sunnah Nabi sekaligus warisan spiritual yang terus dijaga sepanjang zaman.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Di Hadapan Para Imam Besar di Istiqlal, Imam Masjid Al Aqsa Sampaikan Pesan Persatuan
Aktual
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
MUI Akan Luncurkan Wajib Halal Oktober di Bengkulu pada 1 Oktober 2026
Aktual
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Imam Besar Dunia Shalat Jumat di Masjid Istiqlal, Doakan Persatuan Umat dan Kembalinya Masjid Al Aqsa
Aktual
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Menag Ajak Imam Gunakan Bahasa Agama untuk Bangun Kesadaran Menjaga Lingkungan
Aktual
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Menag: Imam Harus Jadi Jembatan Perdamaian dan Diplomat Komunitas
Aktual
Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Makmum Masbuk Ikut Imam Rukuk, Apakah Dapat Satu Rakaat? Ini Penjelasan Muhammadiyah
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar