Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Ajaran Rasulullah SAW Lengkap dengan Artinya

Kompas.com, 11 November 2025, 12:57 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Salah satu kewajiban seorang muslim adalah menjenguk keluarga, saudara, kerabat, tetangga, atau sesama muslim yang sakit.

Dijenguk ketika sakit menjadi hak sesama muslim sebagaimana disampaikan Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya.

حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ

Artinya: “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya; apabila engkau diundang, penuhilah undangannya; apabila engkau dimintai nasehat, berilah nasehat kepadanya; apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’); apabila dia sakit, jenguklah dia; dan apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (H.R. Muslim).

Baca juga: 7 Bacaan Doa untuk Orang Sakit agar Diberikan Kesembuhan

Doa Menjenguk Orang Sakit Sesuai Ajaran Rasulullah SAW

Ketika menjenguk orang sakit, hendaknya seorang muslim mendoakan orang yang sakit tersebut. Berikut doa menjenguk orang sakit seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW:

Doa Pertama

Cara mengamalkan doa ini adalah dengan meletakkan tangan kanan pada orang yang sakit dan mendoakannya.

Arab:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أذْهِبِ البَأْسَ،وَ اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِي، لا شِفَاءَ إلَّا شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لا يُغَادِرُ سَقَمًا

Latin:

Allahumma Rabbannasi adzhibil ba’sa wasyfi anta asy Syaafii laa syifaa’a illa Syifaa’uk, syifaa’an laa yughaadiru saqama.

Artinya:

Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah sakit ini, karena sesungguhnya Engkaulah Zat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan, kecuali kesembuhan dari-Mu. Kesembuhan yang tidak akan meninggalkan penyakit setelahnya.

Baca juga: Doa dan Cara Mengobati Anggota Tubuh yang Sakit Berdasar Hadits Nabi Muhammad SAW

Doa Kedua

Berdasarkan hadits Rasulullah SAW, doa ini hendaknya dibaca sebanyak 7 kali.

Arab:

أسأَلُ اللهَ العَظيمَ رَبَّ العَرشِ العَظيمِ أنْ يَشفيَكَ

Latin:

As’alullaha al adziim, Rabbal arsyil adziim, an yasyfiyaka.

Artinya:

Aku memohon kepada Allah yang Maha Agung, Rabb arsy yang besar, agar memberikan kesembuhan kepadamu.

Doa Ketiga

Doa ini memberikan semangat kepada orang yang sakit bahwa sakit yang dideritanya akan dapat menggugurkan dosa-dosanya.

Arab:

لا بَأْسَ، طَهُورٌ إنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin:

Laa ba’sa, thahuur insyaallah.

Artinya:

Tidak mengapa. Semoga penyakit ini menjadi pembersih atas dosa-dosamu. Atas izin Allah.

Baca juga: Karakteristik Orang yang Memiliki Hati yang Sakit (Qalbun Maridh)

Adab Menjenguk Orang Sakit

Dikutip dari Ringkasan Kitab Adab karangan Fuad bin Abdul Aziz Asy-Syalhub, ada beberapa adab yang harus diperhatikan ketika menjenguk orang sakit, yaitu:

1. Mengunjungi dengan niat ikhlas dan tulus

Niat yang ikhlas dan tulus membuat aktivitas menjenguk orang yang sakit dicatat sebagai amal sholeh dan memperoleh pahala dari Allah SWT.

Ketulusan dalam menjenguk orang yang sakit tentu juga akan membawa suasana yang positif dan nyaman sehingga dapat memberikan dampak positif juga bagi orang yang sakit.

2. Tidak berlama-lama dalam menjenguk

Orang yang sakit butuh waktu untuk istirahat. Maka ketika menjenguk orang yang sakit, hendaknya seperlunya saja, tidak berlama-lama dalam menjenguknya.

Kecuali tentunya kalau itu memang diminta oleh orang yang sakit dan tentunya orang yang menjenguk mempunyai waktu luang. Dengan berlama-lama, itu bisa menjadi hiburan bagi yang sakit.

3. Memberikan kata-kata yang memotivasi dan menenangkan

Menjaga kata-kata saat menjenguk orang sakit juga harus diperhatikan. Jangan sampai kata-kata yang keluar justru membuat orang yang sakit menjadi sedih atau tersinggung.

Kata-kata yang diucapkan hendaknya yang mengandung motivasi untuk kesembuhan orang yang dijenguk. Tentunya dengan kata-kata yang tidak berlebihan atau menggurui yang justru menyebabkan suasana tidak nyaman.

Baca juga: Doa Menengok Orang Sakit, Penghibur Hati dan Penumbuh Harapan

4. Mendoakan kesembuhan

Sebagaimana disampaikan sebelumnya, mendoakan orang yang sakit menjadi satu ajaran Rasulullah SAW. Doa yang bisa dibaca sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya. Namun bisa juga dengan doa-doa kebaikan lain.

5. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan

Suasana yang bersih dan nyaman dibutuhkan untuk orang yang sakit. Misalnya saat menjenguk orang yang sakit disuguhkan makanan, maka kebersihan sebelum dan sesudahnya harus diperhatikan.

Selain adab-adab di atas, ada beberapa adab lain yang harus diperhatikan, yaitu:

6. Memperhatikan waktu yang tepat saat menjenguk

Orang yang sakit tentunya membutuhkan istirahat. Maka saat menjenguk orang yang sakit, hendaknya memperhatikan waktu yang tepat, yaitu bukan pada jam-jam istirahat.

Baca juga: Doa untuk Orang Sakit Lengkap dengan Arti dan Adab Menjenguknya

7. Membawa buah tangan atau oleh-oleh

Membawa buah tangan atau oleh-oleh saat menjenguk orang yang sakit sudah menjadi tradisi. Nabi Muhammad SAW ketika menjenguk orang yang sakit juga membawa buah tangan, yaitu makanan.

Namun dalam tradisi yang berkembang, ada pula yang menjenguk orang yang sakit dengan membawa uang. Hal ini juga boleh dilakukan jika hal tersebut memang sudah menjadi kebiasaan di suatu daerah.

Demikianlah doa dan adab-adab saat menjenguk orang sakit. Semoga bermanfaat.  

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar