Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amalan Sederhana, Pahala Luar Biasa! Ketahui Cara Menjawab Adzan yang Benar

Kompas.com, 5 Desember 2025, 15:53 WIB
Agus Susanto

Penulis

KOMPAS.com - Adzan merupakan seruan untuk memanggil umat Islam melaksanakan shalat fardhu. Ketika mendengarkan adzan, seorang muslim disunnahkan untuk menjawab adzan tersebut.

Menjawab adzan diperintahkan oleh Rasulullah SAW dalam haditsnya:

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ

Artinya: “Jika kalian mendengar mu-adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang ia ucapkan..." (H.R. Muslim).

Baca juga: Asal Usul Adzan Dua Kali Pada Shalat Jumat

Pentingnya Menjawab Adzan

Sebagai umat Islam yang taat kepada ajaran Rasulullah SAW, maka ketika mendengarkan adzan, dianjurkan untuk menjawabnya. Menjawab adzan penting karena mempunyai keutamaan yang luar biasa.

1. Mengikuti Rasulullah SAW

Menjawab adzan adalah ajaran Rasulullah SAW. Maka melaksanakan ajaran tersebut termasuk ittiba' atau mengikuti Rasulullah SAW. Dengan ittiba' Rasulullah SAW, maka seseorang akan digolongkan sebagai umatnya.

2. Mendapat Pahala dan Syafaat

Menjawab adzan mendapatkan pahala dan syafaat sebagaimana disampaikan dalam hadits berikut:  

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ.
.
Artinya: “Jika kalian mendengar azan, maka jawablah seperti apa yang dilantunkan muadzin, lalu bacalah shalawatlah untukku, karena barangsiapa yang bershalawat untukku, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.

Kemudian mintakanlah kepada Allah untukku al-wasilah, karena dia adalah satu kedudukan di surga yang tidak sepatutnya, kecuali untuk seorang hamba Allah; dan aku berharap, (bahwa) akulah ia. Barangsiapa yang memohonkan untukku al-wasilah, maka akan mendapat syafaatku.” (H.R. Muslim dan An Nasai).

Baca juga: Bacaan Doa Setelah Adzan: Raih Syafaat Nabi Muhammad SAW

Cara Menjawab Adzan yang Benar

Berikut ini cara menjawab adzan dengan benar:

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar

Jawab: Allahu Akbar, Allahu Akbar

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
Asyhadu allaa ilaaha illallaah

Jawab: Asyhadu allaa ilaaha illallaah

أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah

Jawab: Asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah

حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
Hayya 'alash shalaah

Jawab: Laa haula wa laa quwwata illa billah (لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ)

حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Hayya 'alal falaah

Jawab: Laa haula wa laa quwwata illa billah (لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ)

اللّٰهُ أَكْبَرُ، اللّٰهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar, Allahu Akbar

Jawab: Allahu Akbar, Allahu Akbar

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
Laa ilaaha illallaah

Jawab: Laa ilaaha illallaah

Pada waktu adzan Subuh, muadzin menambahkan kalimat الصَّلَاةُ خَيْرٌ مِّنَ النَّوْمِ (Ash shalaatu khairun minan naum) yang artinya shalat lebih baik daripada tidur

Jawabannya: صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ (Shadaqta wa bararta) yang artinya Engkau benar dan telah berbuat kebaikan.

Baca juga: Kisah Pembangunan Masjid Nabawi dan Sejarah Adzan

Doa Setelah Adzan

Berikut ini doa yang dibaca setelah adzan:

Arab:

اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

Latin:

Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati muhammadanil wasilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudan alladzi wa’adtahu.

Artinya:

Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad derajat wasilah dan keutamaan, serta tempatkanlah beliau pada tempat yang terpuji sebagaimana yang Engkau janjikan.

Waktu Mustajab untuk Berdoa

Waktu antara adzan dan iqomah adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam hadits Rasulullah SAW.

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Artinya: “Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqomah, maka berdo’alah (kala itu).” (H.R. Ahmad).

Maka ketika selesai adzan, hendaklah seorang muslim memanjatkan doa kepada Allah SWT. Berbagai hajat yang dingini, seperti kelancaran rezeki, dan berbagai keinginan lainnya bisa dipanjatkan di waktu ini.

Baca juga: 7 Keutamaan Menjadi Muadzin Lengkap dengan Bacaan Adzan dan Iqomah

Kesimpulan

Menjawab adzan dan berdoa setelah adzan merupakan amalan yang sederhana namun memiliki pahala dan keutamaan yang luar biasa. Maka sangat rugi bila seorang muslim meninggalkannya.

Dalam sehari semalam, ada 5 kali kesempatan untuk mendapatkan keutamaan menjawab adzan dan berdoa setelahnya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar