Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Puasa Sunnah: Ibadah Ringan yang Menguatkan Iman dan Mendatangkan Keutamaan

Kompas.com, 12 Januari 2026, 21:05 WIB
Khairina

Editor

KOMPAS.com-Selain puasa wajib di bulan Ramadhan, umat Islam juga dianjurkan menjalankan berbagai puasa sunnah sepanjang tahun.

Ibadah ini tidak bersifat wajib, tetapi mengandung pahala besar, ampunan dosa, dan keberkahan hidup bagi orang yang mengamalkannya dengan ikhlas.

Puasa sunnah mencerminkan kecintaan seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.

Baca juga: Manfaat Puasa Senin Kamis bagi Tubuh dan Jiwa: Panduan Lengkap & Dalilnya

Rasulullah SAW mencontohkan beragam puasa sunnah dan menegaskan bahwa puasa memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah.

Secara bahasa, puasa atau ṣaum (الصَّوْم) berarti menahan diri. Secara syariat, puasa dimaknai sebagai menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat karena Allah SWT.

Puasa sunnah adalah puasa yang jika dikerjakan akan mendapat pahala, dan jika ditinggalkan tidak menimbulkan dosa. Keistimewaan puasa ditegaskan dalam hadis qudsi berikut:

قال اللهُ عزَّ وجلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إلَّا الصِّيَامَ، فإنَّهُ لِي، وَأَنَا أجْزِي بهِ

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku yang langsung akan membalasnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Baca juga: Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Rajab dan Puasa Senin Kamis? Ini Penjelasan Lengkapnya

Macam-Macam Puasa Sunnah dan Dalilnya

1. Puasa Senin dan Kamis

Puasa Senin dan Kamis termasuk sunnah muakkad atau amalan sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah pada dua hari tersebut.

“Amal perbuatan manusia dilaporkan kepada Allah pada hari Senin dan Kamis, maka Allah mengampuni setiap muslim kecuali dua orang yang saling bermusuhan.” (HR Ahmad)

Puasa ini melatih keistiqamahan sekaligus membersihkan hati dari permusuhan dan iri dengki.

2. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dilakukan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa tiga hari setiap bulan seperti puasa sepanjang tahun.” (HR Abu Dawud, Nasai, dan Ibnu Majah)

Nama Ayyamul Bidh merujuk pada malam bulan purnama yang terang, melambangkan kesucian dan cahaya iman.

3. Puasa Enam Hari di Bulan Syawal

Puasa ini dikerjakan setelah Idul Fitri, mulai tanggal 2 hingga 7 Syawal.

“Barang siapa berpuasa Ramadhan lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa sepanjang tahun.” (HR Muslim)

Puasa Syawal menjadi penyempurna pahala Ramadhan dan tanda syukur atas ibadah sebulan penuh.

Baca juga: Puasa Ayyamul Bidh: Pengertian, Niat, Waktu, dan Keutamaannya

4. Puasa Arafah

Puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Dzulhijjah dan dianjurkan bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji.

“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim)

Puasa ini menjadi momentum besar meraih ampunan Allah SWT.

5. Puasa Asyura dan Tasu’a

Puasa Asyura dilakukan pada 10 Muharram dan disunnahkan disertai puasa Tasu’a pada 9 Muharram.

“Puasa pada hari Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR Muslim)

“Seandainya aku masih hidup tahun depan, niscaya aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR Muslim)

Puasa ini menjadi wujud rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya.

6. Puasa di Bulan Sya’ban

Aisyah RA meriwayatkan:

“Aku tidak pernah melihat Rasulullah SAW berpuasa satu bulan penuh selain Ramadhan, dan aku tidak melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban.” (HR Bukhari dan Muslim)

Puasa di bulan Sya’ban menjadi persiapan spiritual menjelang Ramadhan.

7. Puasa di Bulan-Bulan Haram

Empat bulan haram yang dimuliakan adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

“Berpuasalah pada sebagian bulan haram, lalu tinggalkanlah.” (HR Nasai dan Ahmad)

Puasa di bulan-bulan ini memperkuat ketakwaan dan pengendalian diri.

8. Puasa Daud

Puasa Daud dilakukan dengan pola sehari berpuasa dan sehari berbuka.

“Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud. Beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Puasa ini mencerminkan keseimbangan ibadah tanpa berlebihan.

9. Puasa Tarwiyah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah sebagai persiapan spiritual menuju hari Arafah. Banyak ulama menganjurkannya sebagai pelengkap ibadah di awal Dzulhijjah.

Baca juga: 5 Waktu yang Dilarang untuk Puasa Sunnah dalam Islam

Manfaat dan Keutamaan Puasa Sunnah

Puasa sunnah bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi sarana penyucian jiwa dan penguatan hubungan seorang hamba dengan Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda:

“Setiap amal anak Adam dilipatgandakan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Allah berfirman: ‘Kecuali puasa, karena ia untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya.’” (HR Muslim)

Puasa sunnah menghapus dosa-dosa kecil, mendekatkan diri kepada Allah SWT, melatih kesabaran dan keikhlasan, membentuk kedisiplinan, serta memperberat timbangan amal kebaikan.

Amalan ini juga menyempurnakan puasa wajib, menjadi pelindung dari api neraka, menyucikan jiwa, menumbuhkan empati, dan menjadi penolong di akhirat.

Pemahaman yang baik tentang puasa sunnah membantu umat Islam menjaga kualitas ibadah dan spiritualitas sepanjang tahun. Puasa sunnah layak dijadikan bagian dari rutinitas ibadah demi meraih keberkahan hidup dan ridha Allah SWT.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
IGIC 2026, Menag Ingin Masjid Jadi Titik Temu untuk Perdamaian
Aktual
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar