Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Masih Bingung Cara Sholat Idul Fitri? Ini Niat dan Tata Caranya

Kompas.com, 12 Maret 2026, 11:13 WIB
Khairina

Editor

Sumber Antara

KOMPAS.com-Idul Fitri menjadi momen kemenangan bagi umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadhan.

Perayaan hari raya tersebut biasanya diawali dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri atau sholat Ied pada tanggal 1 Syawal.

Sholat sunnah ini umumnya dilaksanakan secara berjamaah di masjid atau lapangan pada pagi hari. Banyak orang masih mencari panduan niat dan tata cara shalat Idul Fitri yang benar karena ibadah ini hanya dilakukan setahun sekali.

Baca juga: 6.859 Masjid Ramah Pemudik Disiapkan, Kemenag Atur Mudik, Nyepi, dan Idul Fitri 2026

Sholat Idul Fitri sebagai Ibadah Sunnah Muakkad

Dilansir dari Antara, sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah muakkad, yaitu shalat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Islam.

Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah di masjid atau lapangan agar umat Muslim dapat merayakan hari raya bersama.

Kondisi tertentu dapat membuat seseorang tidak dapat menghadiri pelaksanaan shalat Id berjamaah di tempat ibadah.

Sholat Idul Fitri tetap dapat dilaksanakan secara sendirian (munfarid) apabila terdapat halangan untuk mengikuti shalat berjamaah.

Baca juga: Astronom Prediksi Idul Fitri 20 Maret 2026, Hilal Syawal Sulit Terlihat

Niat Sholat Sunnah Idul Fitri

Niat menjadi bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk dalam sholat Idul Fitri dua rakaat.

Bacaan niat dapat disesuaikan dengan posisi seseorang dalam sholat, baik sebagai imam, makmum, maupun ketika melaksanakan shalat sendirian.

1. Niat sebagai imam

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an imman lillhi ta'ala.

"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai imam karena Allah ta'ala."

2. Niat sebagai makmum

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an ma’muman lillhi ta'ala.

"Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai sebagai makmum karena Allah ta'ala."

3. Niat shalat Idul Fitri sendirian

اُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ الفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatan li 'Idil Fitri rak‘atayni mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta'ala.

"Saya niat shalat Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat, tunai karena Allah ta'ala."

Baca juga: Makna Mohon Maaf Lahir dan Batin saat Idul Fitri yang Jarang Dipahami

Tata Cara Shalat Idul Fitri

Shalat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal dan terdiri dari dua rakaat.

Waktu pelaksanaannya dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum matahari tergelincir.

Berikut tata cara shalat Idul Fitri yang dapat diikuti oleh umat Muslim.

1. Takbiratul ihram

Shalat dimulai dengan mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan takbir “Allahu Akbar”.

Setelah itu membaca doa iftitah dan menghadirkan niat dalam hati untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

2. Takbir tambahan

Rakaat pertama diawali dengan tujuh kali takbir tambahan setelah takbiratul ihram.

Rakaat kedua dilakukan dengan lima kali takbir tambahan.

Pada sela-sela takbir dianjurkan membaca:

“Subhanallah wal hamdu lillah wa laa ilaaha illallah wallahu akbar”

atau

“Allahu akbar kabira, wal hamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukratan wa ashila”.

3. Membaca Al-Fatihah dan surah

Setelah takbir tambahan, imam atau jamaah membaca surah Al-Fatihah.

Surah yang dianjurkan setelah Al-Fatihah adalah surah Al-A'la pada rakaat pertama dan surah Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.

4. Rukuk dan sujud

Gerakan shalat dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, hingga berdiri untuk rakaat kedua.

Rangkaian gerakan tersebut dilakukan sebagaimana pelaksanaan shalat pada umumnya.

5. Salam

Setelah menyelesaikan dua rakaat, shalat diakhiri dengan salam ke kanan dan ke kiri.

6. Mendengarkan khutbah Idul Fitri

Setelah sholat selesai, imam atau khatib menyampaikan khutbah Idul Fitri kepada jamaah.

Khutbah Id biasanya disampaikan sebanyak dua kali.

Khutbah pertama dibuka dengan sembilan kali takbir, sedangkan khutbah kedua diawali dengan tujuh kali takbir.

Sholat Idul Fitri Bisa Dilaksanakan Sendiri

Pelaksanaan shalat Idul Fitri dianjurkan secara berjamaah, namun kondisi tertentu dapat membuat seseorang tidak dapat hadir di masjid atau lapangan.

Sholat Id tetap dapat dilakukan secara sendiri di rumah tanpa khutbah.

Tata cara pelaksanaannya sama dengan shalat berjamaah, hanya saja tidak ada khutbah setelah shalat.

Memahami niat dan tata cara shalat Idul Fitri dapat membantu umat Muslim melaksanakan ibadah pada hari raya dengan lebih khidmat dan sesuai tuntunan.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Di IGIC 2026, Menag Ajak Masjid Hemat Air dan Kurangi Sampah
Aktual
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
40 Imam Besar Dunia Doakan Persatuan Umat dan Masjid Al Aqsa
Aktual
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
BPJPH: Sertifikasi Halal Bisa Jadi Pengungkit Ekonomi Daerah
Aktual
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
IGIC 2026 Digelar di Jakarta, Menag: Presiden Asosiasi Imam Besar Dunia Akan Ditetapkan
Aktual
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Melihat Aurat di Media Sosial Tanpa Sengaja, Kapan Menjadi Dosa?
Aktual
PUI Apresiasi 'Walk Out' Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
PUI Apresiasi "Walk Out" Delegasi RI di PBB, Dorong Sikap Tegas untuk Palestina Berlanjut ke Aksi Nyata
Aktual
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Menhaj Ingatkan Risiko Gagal Berangkat Haji karena Kesehatan, Minta Jemaah Siapkan Fisik
Aktual
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Bolehkah Istri Menolak Nafkah dari Panghasilan Haram Suami?
Aktual
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Dari Gontor ke Universitas Darunnajah, Jejak Pendidikan Pesantren di Ibu Kota
Aktual
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Kemenhaj Buka Peluang 300 UMKM Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Aktual
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Menhaj Minta Jemaah Haji Mandiri, Tak Bergantung pada KBIHU di Tanah Suci
Aktual
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Awal Puasa 2027 Menurut BRIN, Idul Fitri Diperkirakan Berbeda
Aktual
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Didirikan Alumni Gontor pada 1959, Baitul Arqom Jember Jaga Tradisi Pendidikan Empat Generasi
Aktual
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Jemaah Umrah Jabar 600.000 per Tahun, Kemenhaj Minta UMKM Masuk Rantai Pasok
Aktual
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Buku Karya Abdul Mu’ti Tentang Pluralisme dan Pendidikan Muhammadiyah Resmi Jadi Koleksi Perpustakaan OCIS Oxford
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar