Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sholawat Busyro Lengkap: Amalan Pembuka Kabar Baik dan Rezeki

Kompas.com, 13 April 2026, 14:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Di tengah dinamika kehidupan yang penuh ketidakpastian, banyak umat Islam mencari amalan yang tidak hanya menenangkan hati, tetapi juga menghadirkan harapan baik. Salah satu yang semakin banyak diamalkan adalah Sholawat Busyro.

Sholawat ini dikenal sebagai amalan yang sarat makna spiritual. Tidak sekadar lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi juga doa yang berisi harapan akan datangnya kabar gembira, kemudahan hidup, dan perlindungan dari berbagai kesulitan.

Lantas, bagaimana bacaan lengkap Sholawat Busyro dan apa makna yang terkandung di dalamnya?

Bacaan Sholawat Busyro Lengkap

Sholawat Busyro termasuk salah satu sholawat yang populer di kalangan pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia. Amalan ini dinisbatkan dan diajarkan oleh Seggaf bin Hasan Baharun.

Berikut bacaan lengkapnya:

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَاحِبِ الْبُشْرَى صَلَاةً تُبَشِّرُنَا بِهَا وَأَهْلَنَا وَأَوْلَادَنَا وَجَمِيعَ مَشَايِخِنَا وَمُعَلِّمِينَا وَطَلَبَتِنَا وَطَالِبَاتِنَا مِنْ يَوْمِنَا هَذَا إِلَى يَوْمِ الْآخِرَةِ

Allaahumma shalli wa sallim ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin shaahibil busyraa, shalaatan tubasysyirunaa bihaa wa ahlanaa wa awlaadanaa wa jamii’a masyaayikhinaa wa mu’allimiinaa wa thalabatinaa wa thaalibaatinaa min yawminaa haadzaa ilaa yawmil aakhirah.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, pembawa kabar gembira. Limpahkanlah sholawat yang dengan itu Engkau memberikan kabar gembira kepada kami, keluarga kami, anak-anak kami, para guru kami, serta seluruh penuntut ilmu, sejak hari ini hingga hari akhir.”

Baca juga: Sholawat Munjiyat: Bacaan Lengkap, Arab, Latin, Arti, dan Keutamaannya

Makna Sholawat Busyro: Lebih dari Sekadar Pujian

Secara bahasa, kata busyro berarti “kabar gembira”. Dalam konteks sholawat ini, makna tersebut menjadi inti doa yang dipanjatkan.

Sholawat Busyro tidak hanya berisi pujian kepada Muhammad, tetapi juga mengandung harapan agar kehidupan dipenuhi dengan kabar baik, baik dalam urusan dunia maupun akhirat.

Dalam buku Bunga Rampai Kelisanan Masyarakat Santri Kota Pasuruan karya Tristan Rokhmawan dkk, dijelaskan bahwa tradisi pembacaan sholawat seperti Busyro mencerminkan budaya religius masyarakat santri yang memadukan doa, harapan, dan kecintaan kepada Rasulullah dalam satu amalan.

Makna lainnya yang dapat ditarik dari sholawat ini antara lain:

  • Doa kolektif: tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga keluarga, guru, dan umat
  • Harapan keberkahan hidup: memohon kemudahan, ketenangan, dan jalan keluar dari kesulitan
  • Penguatan spiritual: membangun kedekatan batin dengan Nabi Muhammad SAW

Keutamaan Membaca Sholawat Busyro

Secara umum, keutamaan sholawat telah banyak dijelaskan dalam hadis. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa bersholawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bersholawat kepadanya sepuluh kali...” (HR An-Nasa’i)

Hadis ini menunjukkan bahwa setiap sholawat yang dibaca akan dibalas dengan rahmat berlipat dari Allah.

Dalam konteks Sholawat Busyro, sejumlah ulama dan habaib menyebutkan beberapa keutamaan yang dirasakan oleh para pengamalnya, di antaranya:

1. Membuka Jalan Kemudahan

Sholawat Busyro diyakini menjadi wasilah untuk memohon kelapangan hidup. Dalam penjelasan Seggaf bin Hasan Baharun, amalan ini dapat membantu mengurangi kegelisahan dan mendatangkan solusi atas persoalan hidup.

2. Menguatkan Rasa Cinta kepada Rasulullah

Melantunkan sholawat secara rutin akan menumbuhkan kecintaan kepada Nabi, yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk meneladani akhlaknya.

3. Mengharap Syafaat di Hari Kiamat

Dalam tradisi Islam, orang yang memperbanyak sholawat diharapkan memperoleh syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

Baca juga: Sholawat Nariyah: Bacaan Lengkap, Arti, dan Keutamaannya

Cara Mengamalkan Sholawat Busyro

Tidak ada aturan baku yang mengikat dalam membaca Sholawat Busyro. Namun, dalam praktik yang berkembang di kalangan pesantren, terdapat beberapa anjuran:

  • Dibaca 41 kali setelah salat Subuh
  • Diamalkan secara rutin sebagai wirid harian
  • Dibaca sambil memanjatkan hajat atau doa pribadi

Dalam buku yang sama karya Tristan Rokhmawan, disebutkan bahwa pengulangan sebanyak 41 kali memiliki nilai simbolik dalam tradisi wirid, sebagai bentuk kesungguhan dalam berdoa.

Waktu Terbaik Membaca Sholawat

Agar lebih optimal, sholawat termasuk Busyro dapat dibaca pada waktu-waktu yang dianjurkan dalam Islam, seperti:

  • Setelah salat fardhu
  • Hari Jumat
  • Sepertiga malam terakhir
  • Saat hati sedang gelisah atau menghadapi kesulitan

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa memperbanyak zikir dan sholawat pada waktu-waktu tersebut dapat memperkuat hubungan spiritual seorang hamba dengan Allah SWT.

Baca juga: Sholawat Jibril, Mudah Diamalkan dan Diyakini Memiliki Banyak Keutamaan

Mengapa Sholawat Busyro Banyak Diamalkan?

Di tengah kehidupan modern yang penuh tekanan, banyak orang mencari ketenangan melalui amalan sederhana namun bermakna. Sholawat Busyro menjadi salah satu pilihan karena:

  • Lafaznya mudah diingat
  • Maknanya luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan
  • Memberikan ketenangan batin dan optimisme

Sholawat ini tidak hanya menjadi ibadah lisan, tetapi juga terapi spiritual yang menenangkan hati.

Kesimpulan: Sholawat sebagai Sumber Harapan

Sholawat Busyro adalah salah satu amalan yang menggabungkan pujian, doa, dan harapan dalam satu rangkaian lafaz.

Dengan membacanya, seorang muslim tidak hanya menunjukkan cinta kepada Rasulullah SAW, tetapi juga memohon agar hidupnya dipenuhi kabar baik dan keberkahan.

Pada akhirnya, di balik setiap lantunan sholawat, tersimpan harapan sederhana, agar kehidupan menjadi lebih ringan, hati lebih tenang, dan jalan hidup dipenuhi kemudahan dari Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar