Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keutamaan Hari Arafah, Hari Terbaik untuk Memanjatkan Doa & Menghapus Dosa 2 Tahun

Kompas.com, 25 Mei 2026, 12:00 WIB
Norma Desvia Rahman,
Khairina

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di antara hari-hari paling agung dalam Islam, Hari Arafah menempati kedudukan yang sangat istimewa.

Hari yang jatuh setiap 9 Zulhijah ini bukan hanya menjadi puncak ibadah haji bagi jutaan jemaah di Tanah Suci, tetapi juga momentum penuh rahmat bagi seluruh umat Islam di dunia.

Pada hari itulah jutaan manusia berkumpul di Padang Arafah dengan pakaian ihram serba putih, menengadahkan tangan, memohon ampunan, dan berharap rahmat Allah SWT.

Suasana spiritual yang begitu kuat menjadikan Hari Arafah sering disebut sebagai salah satu hari paling mulia sepanjang tahun.

Bagi umat Islam yang tidak menunaikan ibadah haji, Hari Arafah juga memiliki keutamaan luar biasa.

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya memperbanyak doa, zikir, amal saleh, dan puasa sunnah pada hari tersebut.

Bahkan dalam sejumlah hadits shahih disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa selama dua tahun.

Keutamaan-keutamaan inilah yang membuat Hari Arafah selalu dinantikan setiap datangnya bulan Zulhijah.

Hari Arafah dan Kemuliaan 10 Hari Pertama Zulhijah

Keistimewaan Hari Arafah tidak dapat dipisahkan dari kemuliaan sepuluh hari pertama bulan Zulhijah.

Dalam banyak riwayat, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari-hari tersebut merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak amal ibadah.

Dalam hadits riwayat Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Zulhijah.”

Para sahabat kemudian bertanya apakah keutamaannya juga melebihi jihad di jalan Allah. Rasulullah SAW menjawab bahwa amal pada hari-hari itu bahkan lebih utama, kecuali jihad seseorang yang keluar dengan jiwa dan hartanya lalu tidak kembali.

Dikutip dari kitab Tuhfatul Ahwadzi jilid 3, para ulama menjelaskan bahwa sepuluh hari pertama Zulhijah menjadi waktu paling mulia untuk memperbanyak ibadah karena di dalamnya terdapat Hari Arafah dan Hari Raya Idul Adha.

Sementara dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa siang hari pada sepuluh pertama Zulhijah memiliki keutamaan yang sangat besar karena menjadi momentum berkumpulnya berbagai bentuk ibadah, mulai dari puasa, sedekah, zikir, hingga pelaksanaan haji.

Baca juga: Kenapa Puasa Arafah Bisa Menghapus Dosa Dua Tahun? Ini Haditsnya

Mengapa Hari Arafah Sangat Istimewa?

Hari Arafah merupakan hari ketika para jemaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Wukuf menjadi rukun haji paling utama dan menentukan sah atau tidaknya ibadah haji seseorang.

Rasulullah SAW bahkan bersabda:

“Haji itu adalah Arafah.” (HR Tirmidzi)

Hadits tersebut menunjukkan betapa pentingnya Hari Arafah dalam syariat Islam. Pada hari itu, Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan dengan sangat luas.

Dalam kitab Lathaif Al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa Hari Arafah adalah hari pembebasan dari api neraka, hari pengampunan dosa, serta hari dikabulkannya doa-doa.

Tidak hanya itu, sebagian ulama tafsir juga menyebut Hari Arafah sebagai salah satu hari yang dimuliakan Allah dalam Al-Qur’an.

Puasa Arafah dan Penghapusan Dosa Dua Tahun

Salah satu amalan paling dianjurkan pada Hari Arafah bagi umat Islam yang tidak berhaji adalah puasa sunnah Arafah.

Keutamaan puasa ini disebutkan secara jelas dalam hadits shahih riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah RA. Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.”

Hadits ini menjadi salah satu dalil paling populer tentang besarnya pahala puasa Arafah.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan penghapusan dosa dalam hadits tersebut adalah dosa-dosa kecil, selama seseorang menjauhi dosa besar.

Sementara itu, Imam Al-Qurthubi menerangkan bahwa makna “dosa setahun yang akan datang” bukan berarti seseorang bebas berbuat dosa, melainkan Allah memberikan perlindungan dan taufik agar hamba-Nya dijaga dari berbagai kemaksiatan.

Dalam buku Ringkasan Fikih Sunnah karya Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi disebutkan bahwa puasa Arafah merupakan salah satu amalan yang paling besar peluangnya untuk mendatangkan ampunan Allah SWT.

Baca juga: Puasa Tarwiyah dan Arafah: Keutamaan, Hukum, dan Bacaan Niatnya

Hari Ketika Allah Membebaskan Banyak Hamba dari Neraka

Keutamaan lain Hari Arafah adalah banyaknya hamba yang dibebaskan Allah dari api neraka.

Dalam hadits riwayat Muslim dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari ketika Allah lebih banyak membebaskan hamba dari neraka selain Hari Arafah.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Allah SWT mendekat kepada hamba-hamba-Nya lalu membanggakan mereka di hadapan para malaikat.

Para ulama menjelaskan bahwa suasana penuh ampunan pada Hari Arafah menjadi kesempatan besar bagi seorang Muslim untuk memperbanyak istighfar, memperbaiki diri, dan memohon keselamatan dunia akhirat.

Oleh karena itu, banyak salafus saleh yang menangis, memperbanyak doa, dan menghabiskan Hari Arafah dalam ibadah.

Hari Arafah Disebut Waktu Doa Paling Mustajab

Selain puasa, amalan yang sangat dianjurkan pada Hari Arafah adalah memperbanyak doa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah doa pada Hari Arafah.” (HR Tirmidzi)

Hadits tersebut menunjukkan bahwa Hari Arafah merupakan salah satu waktu paling mustajab untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dalam buku Panduan Doa dan Dzikir Haji dan Umrah yang Dicontohkan Rasulullah dan Para Ulama karya H. Deden Hafid Usman Lc dkk dijelaskan bahwa doa pada Hari Arafah sebaiknya diisi dengan permohonan ampunan, keberkahan hidup, perlindungan dari keburukan, hingga doa memohon istiqamah.

Para ulama juga menganjurkan memperbanyak kalimat tauhid pada hari tersebut:

“Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir.”

Dzikir ini dikenal sebagai salah satu bacaan utama yang dianjurkan Rasulullah SAW pada Hari Arafah.

Baca juga: Apa Itu Hari Arafah? Ini Keutamaan dan Amalan yang Dianjurkan

Mengapa Jemaah Haji Tidak Dianjurkan Puasa Arafah?

Meski puasa Arafah sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak berhaji, hukum tersebut berbeda bagi jemaah haji yang sedang wukuf di Arafah.

Mayoritas ulama menyebut puasa Arafah bagi jemaah haji hukumnya makruh. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW melarang puasa Arafah bagi orang yang sedang berada di Arafah.

Hikmahnya adalah agar para jemaah memiliki kekuatan fisik dan stamina yang cukup ketika menjalani puncak ibadah haji.

Dalam kitab-kitab fikih dijelaskan bahwa wukuf membutuhkan kondisi tubuh yang kuat karena jemaah dianjurkan memperbanyak doa, zikir, dan ibadah sepanjang hari.

Amalan yang Dianjurkan pada Hari Arafah

Selain puasa dan doa, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak berbagai amal saleh lainnya pada Hari Arafah.

Beberapa amalan yang dianjurkan antara lain:

  • Memperbanyak istighfar
  • Membaca Al-Qur’an
  • Bersedekah
  • Bertakbir, bertahmid, dan bertahlil
  • Memperbanyak shalawat
  • Memohon ampunan kepada Allah SWT
  • Memperbaiki hubungan dengan sesama manusia

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa ibadah terbaik bukan hanya dilakukan dengan anggota tubuh, tetapi juga dengan hati yang bersih dan penuh keikhlasan.

Karena itu, Hari Arafah tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual untuk memperbaiki diri secara menyeluruh.

Momentum Muhasabah dan Mendekat kepada Allah

Hari Arafah sering disebut sebagai hari pengampunan dan hari kembali kepada Allah SWT. Pada hari tersebut, seorang Muslim diajak merenungkan perjalanan hidupnya, mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukan, lalu memohon ampun dengan penuh kerendahan hati.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh distraksi, Hari Arafah menjadi pengingat bahwa setiap manusia membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak, memperbaiki hati, dan mendekat kepada Sang Pencipta.

Oleh karena itu, banyak ulama menyebut Hari Arafah sebagai salah satu kesempatan emas yang tidak seharusnya dilewatkan begitu saja.

Apalagi Rasulullah SAW telah menjanjikan begitu banyak keutamaan di dalamnya, mulai dari penghapusan dosa, doa yang mustajab, hingga pembebasan dari api neraka.

Bagi seorang Muslim, Hari Arafah bukan sekadar tanggal dalam kalender Hijriah, melainkan momentum besar untuk meraih rahmat dan ampunan Allah SWT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Muhammadiyah Soroti Tantangan Hafalan Surah Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Festival Musik
Aktual
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2026 pada Peringatan HUT Ke-81 RI
Doa dan Niat
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Rahasia Surah Ad-Dhuha, Kisah Turunnya Surat Penghiburan Bagi Rasulullah SAW
Aktual
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Surat Ad-Dhuha: Arab, Latin, Arti, Makna, dan Keutamaannya
Aktual
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
5 Amalan dan Doa Rebo Wekasan Lengkap, Tradisi Rabu Terakhir di Bulan Safar
Aktual
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Gerhana Matahari Terbesar di Inggris 12 Agustus 2026, Muhammadiyah Britania Raya Ajak Salat Kusuf
Aktual
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Belajar Kerukunan di Indonesia, Mahasiswa Jepang Tanya Zakat untuk Non-Muslim
Aktual
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Muktamar NU 2026: Gus Rozin Sampaikan Gagasan Besar untuk NU
Aktual
5 Tips Padu Padan 'Modest Wear' untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
5 Tips Padu Padan "Modest Wear" untuk Perempuan Berhijab, Tetap Stylish Tanpa Banyak Baju
Aktual
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Bolehkah Imam Shalat Sambil Duduk? Ini Hukum dan Posisi Makmumnya
Aktual
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
4 Doa Rebo Wekasan 2026, Lengkap Arab, Latin, dan Terjemahnya
Doa dan Niat
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Tradisi Rebo Wekasan Dimulai Malam Ini, Simak Sederet Amalan yang Bisa Dilakukan
Aktual
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Apa Itu Rebo Wekasan? Mengenal Tradisi Rabu di Terakhir Bulan Safar
Aktual
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Guru Besar UIN Bandung: Merdeka Juga Harus dari Kebencian, Fanatisme, dan Hoaks
Aktual
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Niat Sholat Ba'diyah Isya: Arab, Latin, Rakaat, dan Tata Caranya
Doa Harian
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar