KOMPAS.com- Salat istisqa merupakan salat sunah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Ibadah ini dapat dilaksanakan ketika masyarakat mengalami kekeringan atau hujan tak kunjung turun, dengan rangkaian salat, khutbah, istigfar, dan doa.
Istisqa berasal dari bahasa Arab yang berarti meminta hujan. Dalam Islam, pelaksanaan salat istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar umat untuk memohon pertolongan Allah SWT ketika menghadapi kondisi kekeringan.
Lantas, bagaimana niat sholat istisqa, tata cara sholat istisqa, serta doa yang dibaca setelahnya?
Baca juga: Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Salat istisqa adalah salat sunah yang dikerjakan untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa manfaat bagi kehidupan.
Rasulullah SAW pernah melaksanakan salat istisqa bersama para sahabat ketika hujan tidak kunjung turun. Dalam pelaksanaannya, beliau keluar bersama masyarakat menuju tempat terbuka, kemudian melaksanakan salat dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Salat istisqa umumnya dilakukan secara berjemaah di lapangan atau tempat terbuka. Selain salat, rangkaiannya juga dapat disertai khutbah, istigfar, dan doa memohon turunnya hujan.
Hujan sendiri merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang memiliki peran penting bagi kehidupan. Air dibutuhkan manusia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sedangkan tumbuhan dan hewan juga bergantung pada ketersediaan air.
Salat istisqa hukumnya sunah ketika masyarakat mengalami kekeringan atau membutuhkan hujan.
Pelaksanaannya tidak hanya berfokus pada salat. Sebelum dan selama pelaksanaan, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar, bertobat, bersedekah, serta melakukan berbagai amal kebajikan.
Hal tersebut menunjukkan bahwa istisqa menjadi momentum bagi umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memohon agar kesulitan yang dihadapi segera diberikan jalan keluar.
Salat istisqa dapat dilakukan ketika kebutuhan terhadap hujan semakin mendesak. Pelaksanaannya biasanya dilakukan di tempat terbuka dan diikuti masyarakat secara berjemaah.
Bagi umat Islam yang hendak melaksanakan salat istisqa, berikut bacaan niatnya:
أُصَلِّي سُنَّةَ الِاسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal istisqā’i rak‘ataini lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku berniat salat sunah istisqa dua rakaat karena Allah Ta'ala.”
Niat tersebut menunjukkan kesengajaan untuk melaksanakan salat istisqa karena Allah SWT. Sebagaimana salat lainnya, niat pada dasarnya berada di dalam hati.
Tata cara sholat istisqa pada dasarnya terdiri atas dua rakaat dan dilakukan secara berjemaah. Pelaksanaannya memiliki beberapa ketentuan yang menyerupai salat Id.
1. Imam dan jemaah berkumpul di tempat yang telah ditentukan, umumnya lapangan atau tempat terbuka.
2. Sebelum salat, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar dan bertobat kepada Allah SWT.
3. Imam memimpin salat istisqa sebanyak dua rakaat.
4. Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dilakukan beberapa takbir tambahan sesuai tata cara yang dianut.
5. Imam membaca Surah Al-Fatihah dan dilanjutkan dengan surah Al-Qur'an.
6. Salat dilanjutkan dengan rukuk, iktidal, sujud, dan gerakan salat lainnya hingga rakaat pertama selesai.
7. Pada rakaat kedua dilakukan takbir tambahan sesuai ketentuan yang digunakan.
8. Imam membaca Surah Al-Fatihah dan surah Al-Qur'an.
9. Salat dilanjutkan hingga salam.
10. Setelah salat, imam menyampaikan khutbah dan mengajak jemaah memperbanyak istigfar serta berdoa memohon hujan.
Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai jumlah dan posisi takbir tambahan dalam salat istisqa. Karena itu, pelaksanaannya dapat mengikuti pandangan fikih yang digunakan oleh imam atau masyarakat setempat.
Setelah melaksanakan salat istisqa, umat Islam dapat memperbanyak doa kepada Allah SWT. Salah satu doa yang berkaitan dengan permohonan hujan adalah:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ
Allahummasqinaa ghaisan mughiitsan marii'an marii'an naafi'an ghaira dhaarrin
Artinya: “Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang menolong, menyegarkan, menyuburkan, bermanfaat, dan tidak membahayakan.”
Selain doa tersebut, umat Islam dianjurkan memperbanyak istigfar sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT.
Salah satu bacaan istigfar yang dapat diamalkan adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ
Astaghfirullah
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
Memperbanyak istigfar menjadi salah satu anjuran dalam pelaksanaan istisqa. Umat Islam diajak untuk memohon ampun, bertobat, dan kembali mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memanjatkan permohonan.
Salat istisqa tidak hanya berkaitan dengan permohonan agar hujan turun. Ibadah ini juga menjadi pengingat mengenai keterbatasan manusia dan pentingnya bergantung kepada Allah SWT.
Ketika menghadapi kekeringan, manusia menyadari bahwa banyak kebutuhan hidup bergantung pada ketersediaan air. Kondisi tersebut dapat menjadi momentum untuk memperbanyak doa dan melakukan introspeksi.
Baca juga: Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjaga nikmat yang diberikan Allah SWT. Karena itu, permohonan hujan sebaiknya disertai dengan ikhtiar menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijaksana.
Menghemat air, menjaga sumber air, serta menghindari tindakan yang dapat merusak lingkungan merupakan bentuk tanggung jawab manusia dalam menjaga kehidupan.
Dengan demikian, salat istisqa menjadi salah satu bentuk ibadah untuk memohon pertolongan Allah SWT sekaligus mengingatkan manusia agar senantiasa bersyukur atas nikmat air dan menjaga lingkungan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT