Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya

Kompas.com, 29 Agustus 2026, 19:30 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Shalat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT, terutama ketika terjadi kekeringan atau kemarau panjang.

Dalam pelaksanaannya, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai berapa kali takbir Shalat Istisqa, khususnya terkait takbir tambahan atau Takbirat Zawaid.

Dilansir dari laman Muhammadiyah, Wakil Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Nur Fajri Romadhon menjelaskan bahwa persoalan tersebut memang menjadi salah satu perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Baca juga: Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya

Shalat Istisqa Berapa Kali Takbir?

Jumlah takbir dalam Shalat Istisqa bergantung pada pendapat ulama yang diikuti. Sebagian ulama, termasuk mazhab Syafii dan Hanbali, berpendapat bahwa Takbirat Zawaid disunnahkan dalam Shalat Istisqa seperti pelaksanaan Shalat Id.

Menurut pendapat tersebut, terdapat tujuh takbir tambahan pada rakaat pertama dan lima takbir tambahan pada rakaat kedua, di luar takbiratul ihram.

Namun, terdapat pendapat lain yang tidak mensunnahkan Takbirat Zawaid dalam Shalat Istisqa. Pendapat ini antara lain dikemukakan oleh mazhab Maliki dan disebut sebagai pendapat mayoritas ulama oleh Al-Imam An-Nawawiyy dan Al-Imam Asy-Syaukaniyy.

Sementara itu, sebagian kecil ulama, seperti Madzhab Dawud Adz-Dzhahiriyy, memberikan pilihan untuk melakukan atau tidak melakukan Takbirat Zawaid dalam Shalat Istisqa.

Baca juga: Shalat Istisqa Digelar di Tengah Kemarau Panjang dan Ancaman Karhutla

Pendapat Majelis Tarjih Muhammadiyah tentang Takbir Shalat Istisqa

Nur Fajri menerangkan bahwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam Muktamarnya pada 1976 merajihkan pendapat yang tidak mensunnahkan Takbirat Zawaid dalam Shalat Istisqa.

Pendapat tersebut didasarkan pada riwayat-riwayat sahih mengenai Shalat Istisqa dari Rasulullah SAW yang tidak menyebutkan Takbirat Zawaid. Hal ini berbeda dengan riwayat mengenai Shalat Id yang secara khusus mencantumkan takbir tambahan.

Pendapat tersebut juga didukung oleh dalil dari Ibnu ‘Abbas ra yang menyebut Rasulullah SAW melaksanakan Shalat Istisqa sebanyak dua rakaat sebagaimana Shalat Id. Namun, sejumlah pakar hadis melemahkan sanad hadis tersebut.

Nur Fajri menjelaskan, kesamaan antara Shalat Id dan Shalat Istisqa dalam riwayat Ibnu ‘Abbas dapat dipahami pada beberapa aspek.

Kesamaan itu meliputi pelaksanaan secara berjamaah di tanah lapang, jumlah rakaat, bacaan imam secara jahr, pelaksanaan tanpa azan dan iqamat, serta khutbah setelah shalat.

Kesamaan tersebut juga dapat dipahami melalui riwayat para sahabat lainnya, seperti Ibnu ‘Umar, Abu Hurairah, dan ‘Abdullah ibn Zaid.

Shalat Istisqa: Tata Cara dan Bacaannya

Berdasarkan fatwa Majelis Tarjih Muhammadiyah, pelaksanaan Shalat Istisqa memiliki sejumlah rangkaian yang dapat dilakukan oleh masyarakat ketika menghadapi kekeringan.

1. Shalat Istisqa Didahului Persiapan

Sebelum Shalat Istisqa dilaksanakan, masyarakat diharapkan memperbanyak taubat, memohon ampun, dan melakukan amal saleh pada hari-hari sebelumnya.

Amal tersebut antara lain puasa sunnah, berzikir, dan bersedekah sebagai bagian dari persiapan sebelum memohon turunnya hujan.

2. Shalat Istisqa Menggunakan Pakaian Sederhana

Ketika melaksanakan Shalat Istisqa, umat Islam diharapkan mengenakan pakaian sederhana tanpa hiasan sebagaimana yang biasa dikenakan ketika Shalat Id.

3. Shalat Istisqa Dapat Didahului Doa pada Jumat

Pada hari Jumat, khatib Jumat memanjatkan doa Istisqa pada akhir khutbah Jumat apabila masyarakat membutuhkan hujan.

Ketika doa tersebut dibacakan, khatib dan jamaah mengangkat tangan lebih tinggi dari biasanya sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.

4. Shalat Istisqa Dilaksanakan pada Sabtu atau Ahad

Apabila hujan belum turun setelah doa Istisqa pada Jumat, Shalat Istisqa secara khusus dapat dilaksanakan pada pagi hari Sabtu atau Ahad setelah matahari terbit atau waktu syurūq.

Shalat tersebut dapat dilaksanakan di tanah lapang atau area terbuka maupun di dalam masjid.

5. Shalat Istisqa Dilaksanakan Dua Rakaat

Imam memimpin Shalat Istisqa sebanyak dua rakaat dengan bacaan yang dilakukan secara jahr atau jelas terdengar oleh jamaah.

Tidak ada azan dan iqamat dalam pelaksanaannya. Berdasarkan pendapat Majelis Tarjih yang digunakan dalam sumber ini, tidak ada Takbirat Zawaid seperti dalam Shalat Id, sehingga pelaksanaannya seperti Shalat Jumat.

6. Shalat Istisqa Dilanjutkan Khutbah

Setelah shalat, imam menyampaikan khutbah singkat di atas mimbar. Khutbah dapat disampaikan sebelum atau setelah Shalat Istisqa.

Dalam khutbah tersebut, imam memperbanyak istighfar atau permohonan ampun kepada Allah SWT.

7. Shalat Istisqa Diakhiri Doa Bersama

Pada akhir khutbah, imam dan jamaah mengangkat tangan tinggi-tinggi kemudian berdoa bersama. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah doa yang berisi permohonan turunnya hujan dan rahmat Allah SWT.

Bacaan doa Shalat Istisqa:

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ.

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ يَفْعَلُ مَا يُرِيْدُ.

اللَّهُمَّ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ. أَنْتَ الْغَنِيُّ وَنَحْنُ الْفُقَرَاءُ. أُنْزِلْ عَلَيْنَا الْغَيْثَ وَاجْعَلْ مَا أَنْزَلْتَ لَنَا قُوَّةً وَبَلَاغًا إِلَى حِيْنٍ.

اللَّهُمَّ اسْقِ عِبَادَكَ وَبَهَائِمَكَ وَانْشُرْ رَحْمَتَكَ وَأَحْيِ بَلَدَكَ الْمَيِّتَ. اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيْتًا مَرِيْئًا طَبَقًا مَرِيعًا غَدَقًا عَاجِلًا غَيْرَ رَائِثٍ.

Latin:

Alhamdu lillāhi rabbil-‘ālamīna, ar-Raḥmānir-raḥīmi, māliki yaumid-dīn.

Lā ilāha illallāhu yaf‘alu mā yurīd.

Allāhumma antal-lāhu lā ilāha illā anta. Antal-ghaniyyu wa naḥnul-fuqarā’u. Anzil ‘alainal-ghaitsa waj‘al mā anzalta lanā quwwatan wa balāghan ilā ḥīn.

Allāhumma asqi ‘ibādaka wa bahā’imaka, wansyur raḥmataka, wa aḥyi baladakal-mayyita. Allāhumma asqinā ghaītsan mugītsan marī’an ṭabaqan marī’an ghadaqan ‘ājilan ghaira rā’itsin.

8. Shalat Istisqa Diikuti Perubahan Posisi Pakaian

Setelah doa bersama, imam dan jamaah membalikkan bagian luar sorban atau selendang menjadi bagian dalam. Bagian sorban atau selendang yang berada di kanan dipindahkan ke kiri.

Setelah itu, imam dan jamaah mengusapkan kedua tangan ke wajah.

9. Shalat Istisqa Diakhiri dengan Imam Menghadap Jamaah

Setelah rangkaian doa dan perubahan posisi pakaian selesai, imam turun dari mimbar dan kembali menghadap jamaah.

Shalat Istisqa menjadi salah satu bentuk doa dan ikhtiar spiritual umat Islam ketika menghadapi kekeringan atau kondisi cuaca ekstrem.

Pelaksanaannya mencakup persiapan berupa taubat dan amal saleh, shalat dua rakaat, khutbah, serta doa memohon turunnya hujan.

Adapun mengenai takbir tambahan, terdapat perbedaan pendapat ulama, sehingga jumlah takbir Shalat Istisqa perlu dipahami sesuai pendapat yang diikuti.

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT



Terkini Lainnya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Berapa Kali Takbir Shalat Istisqa? Ini Pendapat Ulama dan Tata Caranya
Doa dan Niat
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Panduan Shalat Istisqa Lengkap: Niat, Tata Cara, Doa, Khutbah, Waktu Pelaksanaan, dan Dalilnya
Doa dan Niat
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Setelah Muktamar NU, Apa Gagasan Besar yang Dibawa Pulang?
Aktual
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Mengenal Salat Istisqa, Lengkap dengan Niat, Tata Cara, dan Doanya
Doa dan Niat
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Shalat Istisqa di Kaltim Hari Ini Digalar di 3 Lokasi: Samarinda, Balikpapan dan Kukar
Aktual
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Shalat Istisqa Pontianak, KH Ahmad Zamroni Ajak Warga Introspeksi dan Hentikan Pembakaran Lahan
Aktual
Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla
Pemkot Palembang Gelar Sholat Istisqa di Tengah Kabut Asap dan Ancaman Karhutla
Aktual
BAZNAS Distribusikan 15.000 Ayam Goreng di Muktamar NU ke-35
BAZNAS Distribusikan 15.000 Ayam Goreng di Muktamar NU ke-35
Aktual
Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya
Bacaan Tahlil NU Lengkap, Susunan, Arab, Latin, dan Terjemahannya
Doa dan Niat
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Belum Temui Titik Temu, Muktamar Ke-35 NU Bawa ke Pleno
Dua Opsi Pemilihan Ketum PBNU Belum Temui Titik Temu, Muktamar Ke-35 NU Bawa ke Pleno
Aktual
Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta
Cerita Toleransi di Tengah Muktamar Ke-35 NU, Gereja Ikut Sediakan Penginapan Gratis untuk Peserta
Aktual
Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla
Shalat Istisqa Digelar di Korem 091 Samarinda, TNI-Polri dan Warga Berdoa Memohon Hujan untuk Atasi Karhutla
Aktual
Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Aktual
Ribuan Warga Pontianak Ikuti Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Berdoa Agar Hujan Turun
Ribuan Warga Pontianak Ikuti Shalat Istisqa di Tengah Kabut Asap, Berdoa Agar Hujan Turun
Aktual
Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar