Editor
KOMPAS.com - Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Jombang menyediakan penginapan gratis bagi peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Inisiatif tersebut menjadi gambaran toleransi lintas agama dan bentuk dukungan jemaat GKJW bersama sejumlah komunitas keagamaan untuk menyukseskan Muktamar NU 2026.
Baca juga: Muktamar Ke-35 NU Sepakati Ketua Umum dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan Politik
Dilansir dari TribunJatim.com, Penginapan gratis bagi muktamirin dan warga Nahdliyin tersebut berawal dari eratnya hubungan lintas agama antara jemaat GKJW Jombang dan keluarga besar NU.
Gerakan itu diinisiasi Jaringan NU Kultural (JANUR) Jombang dengan melibatkan sejumlah rumah ibadah dan organisasi lintas agama, yakni GKJW Jombang, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jombang, Badan Kerja Sama Antar Gereja (BAMAG) Jombang, serta Klenteng Gudo.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU Bahas I’anatun Nadzar untuk Kaji Ulang Keputusan PBNU
Guru Injil GKJW Jombang, Pramoedito (64), mengatakan posko tersebut terbuka bagi warga Nahdliyin maupun Muhibbin NU yang membutuhkan tempat menginap selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.
"Jadi GKJW Jombang membuka posko untuk tempat singgah atau tempat bermalam dari teman-teman Nahdliyin dalam rangka mendukung Muktamar ke-35 NU," ujar Pramoe saat dijumpai TribunJatim.com di GKJW Jombang, Sabtu (29/8/2026) siang.
Dukungan tersebut terlihat dari banner sambutan yang terpasang di pintu timur gereja. Banner itu memuat ucapan selamat datang dari pendeta, guru injil, majelis jemaat, dan warga GKJW Jombang kepada peserta Muktamar NU ke-35.
Fasilitas yang disediakan meliputi ruangan tidur dengan kasur dan pendingin ruangan atau Air Conditioner (AC), minuman kopi dan teh, kamar mandi, serta akses WiFi. Lokasi penginapan berada di lantai II bagian belakang gereja.
GKJW Jombang berada di Jalan Adityawarman Nomor 54, Desa Kaliwungu, yang terletak di pusat Kota Jombang. Lokasinya sekitar 300 meter dari Stasiun Jombang dan alun-alun sehingga mudah dijangkau peserta yang membutuhkan tempat singgah.
Pramoe mengatakan posko tersebut telah dibuka sejak sepekan sebelum Muktamar dimulai, yakni Minggu (23/8/2026), dan akan tetap beroperasi hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai. Jarak GKJW Jombang dengan venue utama Muktamar NU di Tambakberas sekitar 5 kilometer.
Pengguna fasilitas penginapan berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari muktamirin asal Manado, dosen IAN dan UIN asal Kebumen, peneliti, Banser, Muslimat, hingga jurnalis media nasional yang mayoritas merupakan warga Nahdliyin.
"Jumlahnya yang menginap di sini (GKJW) kurang lebih ada 18-20 orang, ada dari peserta Muktamar, warga Nahdliyin dan teman-teman media (Jurnalis)," ungkapnya.
Menurut Pramoe, penyediaan tempat menginap tersebut merupakan bentuk nyata kerukunan antarumat beragama.
Hubungan antara jemaat GKJW Jombang dan NU juga telah terjalin sejak lama, termasuk melalui kedekatan historis dengan Presiden Ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Jemaat GKJW Jombang memiliki hubungan erat dengan NU, terutama ketika Gus Dur menjabat sebagai Ketua Umum PBNU selama tiga periode pada 1984-1999.
"Kebetulan tempat ini dekat dengan makam Pahlawan Nasional, Gus Dur di Ponpes Tebu Ireng. Konon ceritanya, Gus Dur juga pernah mengajar di Balai Wiyoto Majelis Agung pusatnya di Malang. Kami sangat dekat sekali (NU)," ungkap Pramoe bapak dua anak itu.
Pramoe mengatakan jemaat GKJW bersama komunitas lintas agama berharap pelaksanaan Muktamar ke-35 NU berjalan lancar.
Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat kerukunan dan semangat hidup guyub di tengah masyarakat, khususnya di Jombang yang selama ini dikenal memiliki kondisi kerukunan antarumat beragama yang kondusif.
Ia juga berharap Ketua Umum PBNU yang terpilih nantinya mampu memberikan pengayoman bagi masyarakat lintas agama.
"Siapa pun yang terpilih nanti (Ketua Umum PBNU) bisa menciptakan kondusifitas dan kerukunan antar umat beragama, bahkan mendukung kerja sama dengan lintas agama. Sehingga, kerukunan itu bisa tercipta tidak hanya di Jombang tapi juga di seluruh Indonesia. Rukun dan sejahtera, harapan kami dari GKJW Jombang," tutupnya.
Koordinator JANUR Jombang, Aan Anshori, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan komunitas gereja untuk memudahkan siapa saja yang memiliki niat baik dalam menyukseskan Muktamar NU.
Para peserta menempati tiga lokasi penginapan, yakni Guest House GKJW Jombang, Pastori GKI Jombang, dan Guest House BAMAG di Dusun Weru, Desa Mojo Ngapit. Total peserta yang menggunakan fasilitas tersebut mencapai 47 orang.
Mereka berasal dari sejumlah daerah, seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan Barat, NTB, dan Kalimantan Tengah. Peserta terdiri atas muktamirin, Muslimat, Banser, jurnalis, aktivis, hingga akademisi.
Inisiatif tersebut sekaligus menjadi gambaran penguatan toleransi antarumat beragama di Jombang. Dukungan lintas agama dalam Muktamar ke-35 NU menunjukkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyukseskan agenda organisasi keagamaan tersebut.
"Gerakan bersama ini menjadi cerminan nyata dari semangat kebangsaan, dan menegaskan posisi Jombang sebagai Kota Santri sekaligus Kota Toleransi," pungkas Aan.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul "Kisah Toleransi di Tengah Muktamar NU, Gereja di Jombang Sediakan Penginapan Gratis".
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT